AAdD (Ada Apa dengan Daddy?)

38 3 0
                                        

PAAK

PAAK

PAAK

mata taeil terbuka sempurna di pukulan ketiga. sumpah, taeil akan memarahi siapa saja yang membangunkan tidurnya di minggu pagi. pasalnya ia baru saja tertidur jam 2 pagi karena johnny; suaminya. bukan karena 'ehem', tapi habis main game. keduanya bisa di bilang bucin, tapi kalau urusan game mereka kompetitif nya keterlaluan. wajar saja, sebelum mereka memutuskan menikah keduanya merupakan rival di tempat kerja dan entah bagaimana caranya Tuhan menyatukan mereka.

taeil pun keluar kamar, di ruang penyimpanan ada johnny serta si bungsu; yangyang sedang memukul vacuum cleaner hadiah dari mertuanya. pasangan daddy dan anak itu masih asik memukul penyedot debu yang tidak bersalah itu tanpa menyadari taeil sudah bertolak pinggang menyaksikan suami dan anaknya itu.

"adudududuaaahh!" teriak johnny.

telinga johnny dan yangyang akhirnya menjadi korban balas dendam vacuum cleaner tidak berdosa itu. yangyang lantas bersembunyi di belakang tubuh johnny.

"ngapain mukul-mukul vacuum cleaner nya?" tanya taeil dengan nada agak tinggi.

"ga mau nyala." balas johnny cuek.

"kalian gatau hah ini hari minggu?! taunya gangguin aja." ucap taeil ngegas.

keduanya diam saja.

"siapa suruh bangun siang-siang," balas johnny.

"kenapa ga senang hah aku bangun siang-siang?!" tanya taeil sambil ngegas. habis itu ia merampas vacuum cleaner tadi dari tangan suaminya dan mengotak-atiknya. lalu dengan ajaibnya mesin itu hidup dengan sempurna dan memberikannya pada johnny lagi.

johnny melongo. suami mungilnya tak mengucapkan apapun dan langsung meningalkan dirinya di ruang penyimpanan. ia pun mulai berkeliling rumah.

. . .

setelah kejadian ribut-ribut tadi pagi taeil memutuskan tidur kembali sampai jam sebelas siang. tidak ada satupun orang di rumah itu yang berani membangunkan taeil di hari minggu, termasuk johnny. karena baginya hari minggu adalah hari bermalas-malasan. taeil juga tidak menuntut orang rumahnya untuk beberes di akhir pekan.

akhirnya taeil keluar kamar, dari arah dapur tercium aroma masakan menggugah selera. siapa orang baik yang memasak? pikirnya, mustahil rasanya ketiga anak-anaknya yang tidak bisa diharap itu memasak. bisa-bisa dalam hitungan detik dapur yang sudah rapih ditata berubah menjadi kapal pecah.

demi menuntaskan rasa penasaran kakinya melangkah ke arah dapur. johnny lah yang memasak ditemani si tengah, haechan. kedua daddy dan anak itu berdiri bersebelahan di depan kompor. haechan memegang ponsel sedangkan johnny sibuk memasak. taeil sudah bisa menebak.

"tumben," celetuk taeil.

"daddy kesambet chef juna kayaknya, pa." ujar haechan.

"bagus dong. kalo bisa tiap hari kesambet chef juna aja biar papa ga perlu masak,"

johnny masih diam. namun tangannya tetap bergerak menghidangkan keluarga kecilnya makan pagi menjelang siang mereka. ia juga memerintahkan haechan untuk memanggil kedua saudaranya untuk makan bersama.

selesai makan yang biasanya mengumpulkan piring kotor adalah taeil namun kali ini johnny cepat-cepat mengambil alih. taeil tidak menggodanya tetapi dia duduk di meja makan, menyaksikan suaminya beberes dan sesekali memberi tahu jika ada yang salah.

selepas beberes meja makan suami taeil itu masuk ke kamar mandi, ternyata ia juga mencuci pakaian. taeil terkikik, suaminya itu kalau sedang ngambek pasti mengerjakan pekerjaan rumah. lumayan, jadi tenaga serta mood nya untuk bekerja besok tidak terlalu buruk, batin taeil.

bearfam Stories to obsess over. Discover now