SEVEN

652 46 2
                                        

Sorak sorai carat terdengar menggema di seluruh venue konser menginginkan Seventeen segera naik ke panggung dan bertemu mereka. Myeongho berdiri dengan gelisah di sebelah tangga menuju panggung. Sebuah tangan menepuk pundaknya dan ia terjingkat.

"Hyung!"

"Ahh Ya! Dino-ya! Kau mengejutkan ku!" Teriaknya.

"Ahahaha, kau gugup hyung?" Tanya Dino.

"Sedikit, aku sudah lama tidak bertemu dengan carat" Ucap Myeongho sembari tersenyum semangat.

"Ya, mereka sangat merindukanmu hyung!"

" Apa iya? Aku takut mengecewakan mereka" Raut wajahnya berubah.

"Hei ada apa denganmu? Mengapa ketidakpercayaan diri mu hilang begitu saja?" Saut Hoshi yang tiba-tiba datang.

"Ayolah hyung! Caratdeul sangat merindukanmu. Kemarin saja waktu aku ketahuan makan di luar mereka menanyakan mu!” Ucap Dino menyemangati hyung-nya.

Saat Myeongho ingin menyauti Dino, S. Coups dan member yang lain datang.

" Ja! Apakah kalian semua sudah siap?!” Teriak S. Coups.

"Siap!" Saut semua member.

"Mari kita sukseskan konser malam ini! Tentunya tanpa ada yang terluka! Okay?!" Lanjut S. Coups.

"Okay!" Saut Semua Member

"Myeongho-ya! ” panggil S. Coups

" Ne hyung" Jawabnya.

"Jangan paksakan dirimu! Tetap bernyanyi lah di kursi! Aku tidak mau kau kembali sakit. Mengerti?!" Omel S. Coups.

"Ne hyung" Jawabnya.

Konser berjalan dengan lancar. Satu demi satu lagu telah ditampilkan. Hingga pada akhirnya lagu Aju Nice di tampilkan sebagai penutup konser Seventeen yang ikonik. Selagi seluruh member berjingkrak-jingkrak dan berinteraksi dengan carat, Myeongho melihat seluruh member dan carat, ia tersenyum gemas  dan sesekali tertawa melihat kelakuan para membernya. Myeongho juga sesekali menyapa carat yang ada di dekatnya. Lama-lama entah kenapa ada perasaannya yang mengatakan bahwa ia tidak akan merasakan ini kembali. Tak terasa air matanya menetes sendirinya.

"Caratdeul~ apakah kalian bersenang-senang?" Tanya S. Coups

"NEE!" Teriak Carat kompak

"Sekali lagi! AJU!?... ” ajak seungkwan.

" NICE!” Teriak member dan carat diikuti oleh gema lagu aju nice.

Dino menarik tangan Myeongho mengajaknya bergabung bersama semua member. Melihat member dan Carat bersenang-senang, Myeongho ikut serta dalam kegilaan. Venue menjadi meriah sekarang hingga pada akhirnya konser harus diakhiri.

"Caratdeul! Apakah kalian bersenang-senang?!" Teriak Seungkwan.

"NEEE! " Jawab carat menggema.

"Tapi sayangnya hari ini harus kita akhiri", lanjut Woozi.

Carat berseru menyayangkan mengapa malam ini harus berakhir.

" Tenang saja kami akan kembali dalam waktu dekat! Tolong nantikan kami ya!", ucap joshua menenangkan Carat yang belum berhenti bersorak.

"Sampai sini dulu ya, Terimakasih semua! sampai bertemu di lain hari, say the name-"

"SEVENTEEN!"

Seluruh member Seventeen menuruni panggung dan segera menuju waiting room untuk berganti baju dan beberes. Karena ruang ganti harus bergantian, beberapa member mencari kesibukan lain untuk menunggu gilirannya. Myeongho membuka ponselnya, banyak sekali panggilan tidak terjawab dari nomor tidak dikenal. Ia bingung karena setahunya ini nomor dari china. Ia pun berusaha menghubungi nomor tersebut kembali namun tak kunjung dijawab akhirnya ia mengabaikan panggilan tersebut dan segera berganti pakaian.

°

°°

Seventeen telah tiba di dorm merekadan langsung menuju lantai dan kamar masing-masing, begitu juga Myeongho. Tubuhnya serasa remuk. Walaupun penampilan hari ini ia hanya bernyanyi tanpa menari entah kenapa ia merasa sangat lelah. Segera ia membersihkan dirinya di kamar mandi.

Setelah selesai membersihkan dirinya, Myeongho melemparkan tubuhnya menuju kasur dan memejamkan matanya. Belum genap satu menit ia memejamkan mata, dering hpnya memekakan telinga, segera ia melihat ponselnya dan tertera nomor sepupu satu satunya menelepon.

"Halo ge, ada apa?” tanya Myeongho.

"HEI XU MINGHAO! KEMANA SAJA KAU! MENGAPA TIDAK MENJAWAB TELPONKU?!” seru suara di sebrang sana.

Myeongho heran, tidak biasanya kaka sepupunya ini membentaknya. Lagipula ia baru menyadari bahwa ada 10 misscall di hpnya.

" Ge, maaf aku sedang mandi tadi. Aku juga baru pulang fanmeeting. Ada apa kau meneleponku? Dan mengapa kau terdengar marah?” jelas Myeongho.

Tidak terdengar jawaban dari lawan bicaranya, namun hanya isak tangis yang memenuhi telinga Myeongho. Tentu saja Myeongho kalut. Apa yang terjadi di sana? Apakah semuanya baik baik saja? Apa ada kabar buruk? Semua pertanyaan itu berputar dalam pikiran Myeongho.

"Ge, a-ada apa? Mengapa kau menangis?”

Tidak ada jawaban, hanya tangis yang terdengar.  Myeongho tidak sabar.

" GE! APA YANG TERJADI?! BICARALAH DENGAN JEL-"

"PAPA MAMA-MU KECELAKAAN!”

Myeongho terbangun dari duduknya dan terdiam.

"K-kau bercanda ge?" Tanya myeongho tidak percaya.

"AKU SERIUS XU MINGHAO! SAAT INI MEREKA SEDANG SEKARAT!"

"Bagaimana bisa, ge?” suara Myeongho bergetar.

"Mobil yang mereka tumpangi tertabrak truk yang rem blong dan akhirnya mobil mereka jatuh ke jurang. Papamu mengalami cedera kepala serius dan Mamamu kehilangan banyak darah. Tolong segera kemari Hao-a, segera temui ayah ibumu. Aku tidak tahu nasib kedepannya seperti apa. Tolong Hao-a.” jelas sepupu nya panjang lebar.

Myeongho hanya bisa terdiam, menerka ulang apakah ini mimpi atau bukan. Rasanya hatinya sangat sakit mendengar kondisi terkini kedua orang tuanya.

"Hao-a, apakah kau mendengarkan ku?”

"Ge, ini bukan mimpi?"

"Astaga Hao-a, tidak, ini tidak mimp... HA?! Astaga-"

Hening beberapa saat hingga suara sepupunya terdengar kembali.

"Hao-a maaf, mereka tidak bisa selamat, tolong segera kemari, aku tutup aku harus mengurus administrasi. Yang sabar hao-a"

Bagaikan petir menyambar seluruh tubuhnya. Kabar itu terdengar sangat mengerikan. Myeongho terjatuh di lantai kamarnya dan menangis sekeras-kerasnya. Baru saja ia mendapat kebahagiaan, Tuhan membalikkan keaadaannya sekarang. Seluruh belahan jiwanya hilang dan lupus. Seluruh harapan dan dunia Myeongho runtuh.

HOME (SEVENTEEN FAN FICTION) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang