Konser Dadakan

134 17 4
                                        

Ketika membuka mata aku merasa asing dengan tempat ini.

"Dimana ini?"

Aku melihat kesana kemari.

Sepertinya ini adalah sebuah kamar hotel tapi...

"Bagaimana aku bisa berada disini?"
Aku beranjak dari tempatku dan tiba-tiba seseorang keluar dari kamar mandi.

"By, kau sudah bangun? Cepat mandi atau kita akan terlambat!"
Temanku baru saja selesai mandi, sebut saja Jane namanya.

"Jane? Bagaimana kita bisa berada disini? Dan terlambat? Memang kita akan kemana?"

Jane menatap diriku dengan tatapan tajam.
"Ya, sepertinya otakmu itu benar-benar sudah tidak bisa bekerja dengan normal."

Aku masih bingung dan tidak mengerti maksud dari temanku.

"Ya! Kenapa kau malah terdiam?! Aish kita sudah terlambat! Kau tidak perlu mandi, ganti saja pakaianmu dan ayo kita berangkat! Aku tidak ingin terkena macet!"

Lagi dan lagi Jane marah, dan aku hanya bisa diam. Diam dan mengingat sebenernya apa yang akan kulakukan dengannya hari ini, dan bagaimana aku bisa berada disini? Bukankah aku menginap dirumahnya setelah melakukan perang yang cukup sengit?

"Astaga Ruby! Kau mau ganti atau aku paksa buka pakaianmu?!"

Entah kerasukan apa temanku ini tapi itu mampu membuatku takut, aku segera berlari kekamar mandi untuk bersiap.

Seperti apa yang dia katakan aku tidak perlu mandi, lagipula aku juga tidak tahu kita akan kemana.

Aku membasuh muka, menggosok gigi lalu mengunakan pakaian serba hitam (warna favoritku) menurutku warna selain hitam hanya akan membuatku terlihat seperti anak kecil. Jadi jangan protes jika kau selalu melihatku memakai pakaian hitam!

Setelah selesai berganti pakaian aku keluar dari kamar mandi, sepertinya Jane sedang sibuk memasukkan barang-barang kedalam tas pvc nya.
Tunggu tas pvc? Tidak biasanya temanku ini memakai tas transparan seperti itu.

Aku ingin bertanya kepada nya tapi ku urungkan niatku setelah melihat nya melirikku yang masih sedikit berantakan. Setelah itu aku memilih duduk didepan kaca dan menyisir rambutku yang sudah tidak terbentuk warnanya.

Sebenarnya aku sudah lama tidak mewarnai rambutku dan ini sudah luntur, tapi tidak masalah karena aku sudah memiliki rencana untuk mewarnainya saat acara penting itu tiba. Acara apakah itu?

Rahasia hahahaha.

"Sudah selesai? Ayo kita berangkat."
Jane beranjak dan aku mengikutinya dari belakang.

Setelah sampai diluar hotel, aku baru sadar jika kita sedang berada di Jakarta.

"What the...... Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana kita bisa sampai disini?"
Aku berteriak karena benar-benar terkejut dengan kenyataan ini.

Jika kalian ingin tahu ekspresi temanku, sepertinya dia ingin membunuhku saat ini juga.

"Apa kau ingat hari ini tanggal berapa?" Ujar Jane kesal

"4 Agustus jawabku." Sebenarnya aku adalah seorang pelupa tapi karena kemarin adalah hari yang penting jadi aku ingat.

"Bodoh, apa penyakit pikun mu sudah separah itu? Lain kali aku harus membawamu ke dokter!"

Aku tidak terima dengan ucapannya barusan.
"Ya, otakku masih berjalan normal hanya saja aku memang lupa ada kegiatan apa kita hari ini!"

"Lihatlah kalender di ponselmu Ruby sayangku cintaku!"
Jane berkata dengan gemas, entah gemas karena kesal atau gemas melihat keimutan seorang Ruby.

Dream & MeetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang