Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Blackpink in Your Area

36 7 2
                                        

Saat ini aku sedang berada dibus bersama dengan teman-temanku.
Dita, Jinny, Minji dan semua yang ada didalam bus sedang bernyanyi dengan bahagia. Berbeda dengan diriku yang nampak sedikit khawatir akan suatu hal.

Bus berhenti disebuah minimarket untuk transit sebentar. Aku dan ketiga temanku turun untuk membeli beberapa camilan.

"Apa kau mabuk perjalanan By? Sepertinya wajahmu itu selalu tertekuk sejak tadi."
Minji bertanya padaku sambil memilih makanan yang akan dia beli.

"Tidak hanya saja...." Aku menghembuskan nafas pelan. Aku baru ingat jika aku belum membeli baterai lightstick.

"Ya, apa kau melihat baterai?" Aku bertanya kepada Minji yang sejak tadi berada di sebelahku.

"Tidak, coba cari saja disekitar sana. Sepertinya Dita juga ingin membeli baterai tadi." Ujar Minji dan aku langsung mencari keberadaan baterai di minimarket itu.

"Apa kau sudah menemukan baterai?" Dita bertanya padaku dan aku menggeleng.

"Tunggu sebentar aku akan bertanya kepada kasir disana." Dita berjalan menuju kasir, aku juga mengikutinya karena barang yang aku butuhkan sekarang hanyalah baterai tersebut.

Belum sampai aku menyusul Dita, dia sudah berbalik dan berkata
"Kosong katanya."
Aku dan Dita lantas keluar dari minimarket karena tidak ada barang yang kita cari.

"By, ada apa denganmu? Sepertinya sejak tadi ada yang mengganggu pikiranmu itu."
Aku dan Dita duduk dibangku depan minimarket sambil menunggu teman-teman yang sedang berbelanja.

Aku menghembuskan nafas pelan.
"Sebenarnya...... sebenarnya aku belum meminta izin ke orangtuaku jika aku akan pergi ke luar kota untuk menonton konser blackpink."

"Ya! Apa kau gila? Kau kabur dari rumah?" Dita berkata dengan ekspresi terkejut dan aku hanya mengangguk sebagai jawaban nya.

Tapi setelah beberapa menit Dita berkata padaku.
"Tenang saja By, bukankah kau sudah terbiasa main sampai tidak pulang, aku yakin kedua orangtuamu tidak akan marah."

"Tepat sekali, kau yakin kan Dit, jika mereka tidak akan marah? Aku juga yakin mereka tidak akan memarahiku, hanya saja aku sedikit khawatir karena belum memberi tahu mereka."

"Kau tidak perlu khawatir By, sekarang kau kirim saja pesan ke mereka dan katakan yang sebenarnya. Jika mereka marah nanti saat pulang, kau bisa menginap dirumahku untuk sementara waktu, sebelum kau siap menghadapi kedua orangtuamu."

Dita berusaha meyakinkanku. Setelah ku pertimbangkan akhirnya aku mengirimkan pesan kepada ibuku dan mengatakan yang sebenarnya.

























































Hari sudah semakin siang, bus kami tiba di lokasi konser. Banyak gedung disana dan kita semua belum tahu di gedung yang mana blackpink akan mengadakan konser.

Kita berempat memutuskan untuk berkeliling disekitar untuk melihat lihat.

"Apa kalian berdua sudah mendapatkan baterai?" Pertanyaan itu ditujukan Minji untuk diriku dan Dita.

Aku dan Dita menggeleng karena memang begitu kebenaranya.

"Sebaiknya kalian mencarinya sekarang atau nanti tidak akan sempat." Saat ini Jinny yang berbicara namun aku dan Dita kurang setuju dengan perkataan nya.

"Nanti saja, aku sangat lelah. Bukankah kau lihat sendiri tadi jalan didepan itu menanjak. Aku masih lelah dan tidak ingin bertambah lelah." Ucapku dan Dita mengangguk tanda setuju dengan perkataanku.

Dream & MeetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang