Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Block and Angry Jen

25 2 0
                                        

Di asrama blackpink siang itu kedatangan member baemon. Saat itu adalah sehari sebelum mereka debut dan mereka sedang memiliki tugas untuk membuat konten di asrama blackpink.

Terdapat empat kamar disana dan mereka sedang melakukan tour kamar bersama dengan empat member blackpink. Tak lupa dengan beberapa challenge yang harus mereka kerjakan.

Aku dan dua temanku entah kenapa juga bisa berada disana untuk melihat proses syuting dua girl group dari YG Entertainment tersebut.



Singkat cerita sekarang mereka semua sudah berada diruang santai yang berada di asrama blackpink. Dan member baemon mendapatkan challenge terakhir yaitu menelpon ke nomor empat member blackpink.

Disitu aku melihat beberapa wajah member baemon tampak terkejut. Mereka mungkin tidak menyangka bakal mendapat nomor telepon member blackpink.

Sebenarnya sedari tadi seluruh member baemon masih sedikit gugup karena sedang melakukan syuting bersama Sunbae nya yaitu blackpink.

Sepertinya aku yang berada di sana terlihat iri karena member baemon bisa mendapat nomor jenchulichaeng.














Setelah syuting selesai akhirnya seluruh member baemon kembali ke asrama mereka. Dan yang tersisa di asrama blackpink hanyalah Jennie, aku, dan kedua temanku.
Sepertinya saat itu Jisoo, Rosé dan Lisa langsung pergi karena ada pekerjaan lain.

Hari sudah malam dan aku sedang berada di ruang santai yang berada didepan kamar para member blackpink. Kedua temanku sudah keluar dan berada dikantin yang berada diluar asrama tersebut. Dan Jennie sedang berada di kamarnya.
Aku bisa mendengar suara Jennie yang sedang bernyanyi dari kamar nya.

Tiba tiba aku mendengar notif dari handphone Jennie, bertepatan dengan mati nya lampu dikamar Jennie.

Ternyata notif itu adalah notif blok dari sebuah nomer yang tidak lain adalah dari salah satu member baemon yaitu Pharita.

Mungkin saking tidak percaya nya, mereka akhirnya mencoba memblokir nomor member blackpink termasuk Jennie.
Dan tidak masuk akalnya lagi setiap blokiran pasti lampu dikamar Jennie dan juga member lain padam.

Beberapa menit kemudian Pharita membuka blokiran itu dan otomatis lampu dikamar Jennie menyala diikuti dengan nyalanya tiga kamar yang lain.

Jennie hanya menggelengkan kepalanya, dia memaklumi hal tersebut. Namun setelah itu seluruh member baemon melakukan hal yang sama "memblokir lalu membukanya lagi". Hal itu membuat lampu kamar Jennie hidup dan mati sebanyak tujuh kali.

Jennie sudah agak emosi disana namun dia masih stay dikamar sambil bernyanyi ria.

Tak lama kemudian dia mendapatkan notif blokiran lagi bersamaan dengan lampu kamarnya yang padam, dia mengecek handphone-nya dan yang memblokir nya saat ini adalah temannya sendiri yaitu Rosé.

Setelah beberapa detik Rosé membuka blokiran tersebut membuat lampu kamar Jennie menyala.

Belum ada satu menit lampu dikamar Jennie padam lagi dikarenakan nomor handphonenya diblokir oleh Jisoo. Jennie sudah emosi brutal karena teman teman nya itu sedang mengerjai dirinya.

Jennie yakin sebentar lagi Lisa akan melakukan hal yang sama dan benar saja lampu dikamar Jennie kembali padam dan ada notif bahwa Lisa memblokir nya. Tapi anehnya sudah hampir sepuluh menit Lisa belum membuka blokiran nomornya dan membuat kamar Jennie gelap.
(Mungkin Lisa lupa xixixi)

Disitulah kesabaran Jennie sudah habis. Dia keluar kamar sambil marah-marah. Semua kata kata mutiara keluar dari mulutnya.

Kebetulan aku masih di ruangan santai dan otomatis Jennie berpapasan denganku. Karena hanya ada aku akhirnya dia melampiaskan emosi nya padaku.
Aku dimarahi habis-habisan disana, suaranya cukup kencang hingga terdengar sampai kantin asrama.

Setelah Jennie pergi entah kemana aku langsung masuk ke kamar nya yang gelap tersebut. Aku takut bertemu dengan Jennie lagi dan memilih untuk bersembunyi.
(Bodoh bgd malah sembunyi di kandang singa)

Aku juga saling bertukar pesan dengan kedua temanku yang berada di kantin karena sejak suara Jennie yang menggelegar tadi, kedua temanku langsung menghubungiku dan menanyakan apa yang terjadi.
Mungkin mereka sedang tertawa brutal di kantin setelah aku menceritakan apa yang terjadi.

Tak lama kemudian aku kembali mendengar suara Jennie, jujur saat itu aku panik brutal karena aku sedang bersembunyi di kamarnya.

Karena pintu kamar terkunci Jennie yang sibuk menelpon dan marah-marah akhirnya memilih masuk ke kamar sebelah yaitu kamar Lisa. Lagipula kamar dia sendiri juga sedang gelap jadi dia memilih kamar yang terang.

Aku hanya diam sambil mendengarkan Jennie yang sedang marah-marah ditelepon.
Setelah kudengarkan akhirnya aku tau dia sedang menelpon temannya.
(Habis sudah riwayat Jisoo dan Rosé wkwkw)

Karena terlalu lama ditempat yang gelap aku merasakan sesak nafas. Aku ingin keluar dari kamar Jennie tapi takut ketawan Jennie.

Karena sudah tidak tahan aku memberanikan diri dan mencoba membuka pintu kamar dengan perlahan agar tidak terdengar oleh Jennie. Kebetulan dia masih marah marah di telepon karena sejak tadi Lisa tidak bisa dihubungi. Aku yakin temannya itu tidak akan berani pulang ke asrama malam ini.

Setelah berhasil keluar aku mengatur nafasku yang sesak diruang santai. Belum juga hilang rasa sesak di dadaku tiba-tiba Jennie keluar dari kamar Lisa.
Dia menatapku tajam namun akhirnya dia bercerita kepadaku jika kedua temannya sedang berusaha menelpon Lisa namun belum ada jawaban.

Melihat muka kesalnya aku mati matian menahan sesak nafasku agar dia tidak mengetahuinya. Entah mengapa aku senang sekali dia mengajakku berbicara walaupun aku hanya diam sambil menahan nafas.

Setelah kekesalan nya mereda dan dia cukup tenang akhirnya dia kembali ke kamar nya yang gelap, lihatlah wajah nya masih terlihat menyeramkan.

Aku tersenyum dan ikut pergi dari ruang santai menuju kantin, di perjalanan ke kantin aku kembali mengatur nafasku yang masih terasa sesak karena sejak tadi menahan nafas.

Sesampainya didepan kantin nafasku sudah terlihat normal. Aku melihat kedua temanku didalam kantin. Aku tidak langsung masuk karena sedang membayangkan wajah menyeramkan Jennie ketika sedang marah. Itu terlihat menakutkan tapi sangat lucu xixixi.

End

================================

Pas bangun tidur aku beneran ngerasain sesak nafas, tapi karena masih kebayang wajah Jennie dimimpi jadi aku bisa menikmati sesak nafas sambil tersenyum:)

Makasih Jen berkat kamu aku bisa menikmati rasa sakit dengan bahagia wkwkw.

Cerita random pagi ini yang sayang klo dilupain xixixi

Dream & MeetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang