HURT

3.1K 143 0
                                    

im back!

Jaemin mengelus perutnya lembut dan tiba-tiba ia mendapat tendangan dari bayinya yang kian aktif di dalam perutnya itu

Dan kandungan juga sudah genap sembilan bulan

Ia tersenyum manis membayangkan nanti momen manisnya akan melahirkan si bayi itu

"Jisung,Lee Jisung"kata suara itu tiba-tiba

Jaemin menolehkan kepalanya ke arah punca suara itu dan senyumnya lantas luntur

"Aku ingin kau menaruh nama janin yang dikandungkan mu itu Lee Jisung"kata Jeno

Jaemin menyunggingkan senyumannya ketika mendengar nama itu

"Cih,hentikan senyuman konyolmu itu!"kata Jeno dengan ekspresi ketidak sukaannya itu

Jeno lantas pergi dari ruang tamu tidak memperdulikan reaksi kesal Jaemin

Kriuk~

Bunyi perut Jaemin kelaparan membuat Jeno menggelengkan kepalannya dan segera ke dapur

"Aegi lihat ayahmu itu sangat mengesalkan"kata Jaemin dengan bibir cemberutnya

Jeno membawa semangkuk nasi serta sup khasiat buatannya yang ia panaskan dari dapur

"Hentikan omong kosongmu itu dan habiskan makananmu..aku tidak mau bayiku kelaparan"Kata Jeno setelah muncul dari dapur

Dan menaruhnya di hadapan Jaemin

"ingat habiskan"peringat Jeno sebelum meninggalkan Jaemin

Setelah melihat Jeno menghilang dari penglihatannya

Jaemin menatap makanan di hadapannya tidak sabar untuk melahapnya

Dilain tempat,Jeno sedang di sebuah hospital

"Jadi Guanlin kapan Jaemin bakal melahirkan?"tanya Jeno kerana memang itu tujuannya

"Wow sepertinya kau sudah sangat tidak sabar untuk menyandang gelar ayah,...ya??"Kata Guanlin dengam senyum jahilnya itu

Dan Jeno merotasikan bola matanya malas

"Aku perlu membuat persiapan bodoh"maki Jeno

Walau sebenarnha ia juga tidak sabar melihat bayinya nanti

"Mungkin dalam bulan ini dan aku tidak pasti tanggalnya..tinggal tunggu kontraksinya"kata Guanlin sambil memainkan pen di jarinya itu

"Tanggal sudah ditentukan di buku kehamilan tetapi itu tidak pasti jadi ya tinggal tunggu jika Jaemin mulai merasa sakit di area intimnya dan kau segera bawanya ke rumah sakit"sambung Guanlin lagi

Jeno menganggukan kepalanya dan terus keluar dari bilik pemilik rumah sakit,kekasih temannya itu setelah menanyakan perihal kehamilan Jaemin tanpa sadar

Guanlin menatap tidak percaya pada pintu yang ditutup itu

"Heol,manusia aneh..apakah dia tidak tahu untuk mengucapkan terima kasih!?"Kata Guanlin kesal

Jeno terua melajukan mobilnya setelah memasuki mobilnya itu dan keluar dari halaman parkir dan meningalkan area rumah sakit itu

Ia perlu sentiasa ada di sisi Jaemin agar nanti berlaku ereksi ia akan segera bisa membawa Jaemin ke rumah sakit

Jaemin menatap pintu rumah itu apabila ia mendengar suara seseorang yang membuka pintu itu

Jeno memasuki rumah itu dengan hamper bakul berisi buahan segar serta terdapat juga kotak apapun itu Jaemin tidak mengetahuinya

"Jeno kau sudah pulang?"tanya Jaemin basa basi

"Tidak aku mau keluar"sahut Jeno kesal

Jaemin hanya tertawa mendengar balasan Jeno itu perlahan

Jeno ke dapur dan mencuci buahan itu lalu meletakkannya ke bakul.Jaemin yang di ruang tamu hanya menyaksikan kegiatan pria itu

"Baiklah sekarang kau makan buahan yang ku beli ini serta kotak ini nanti kau bisa membukanya setelah itu"kata Jeno setelah selesai terua ke kamar meninggalkan Jaemin sendiri di ruang tamu

Jaemin berlari perlahan menuju ke meja dapur dan membuka kotak itu

Terlihat baju bayi yang imut serta sarung dan topi,paket lengkap buat bayinya

Jeno sepertinya sudah tidak sabar kerana sebelum kandungan Jaemin mencecah lima bulan bahkan Jeno sudah mempersiapkan kamar untuk bayinya

Jeno kelihatam begitu mencintai bayinya dan sangat peduli,Jaemin jangan ditanya ia sudah bersyukur anaknya mau diakui oleh bapanya

Tidak menolak juga perasaannya kepada Jeno kian menumbuh dengan perhatian Jeno berikan padanya dan semakin hari kian membesar

Walaupun Jeno terlihat acuh terhadapnya dan sering menggunakan peringatan konyolnya itu

"Jaemin hentikan lamunanmu itu,segera tidur"Kata Jeno yang keluar dari kamar mandi shirtless aka telanjang dada dan sibuk mengelap rambut basahnya itu menggunakan tuala kecil itu

Jaemin segera bangun tidak mau menatap Jeno terlalu lama dan ia segera ke arah Jeno

Jeno hanya mengeryitkan dahinya aneh

Jaemin secara tiba-tiba merampas tuala kepalanya itu dari tangan Jeno dan membantu Jeno mengelap baki air di kepalanya

Sudah tentu saja ini sangat aneh bagi Jeno apabila melihat kelakuan Jaemin yang bukan seperti dirinya itu

Namun tiba-tiba usapan lembut di kepalanya berhenti

Ia memandang Jaemin yang menunduk memegang perutnya serta reaksi wajahnya yang kesakitan membuat dirinya segera mengendong tubuh yang kian berisi dan yah berat tapi ia masih mampu mengendongnya

Meletakkan tubuh Jaemin di ranjang dengan raut khawatirnya

"Kamu kesakitan?Mau kelahiran?"Tanya Jeno menatap Jaemin sambil gelisah

"Nggak bayinya nakal cuma"kata Jaemin terkekeh melihat reaksi lucu Jeno

"Bayinya kenapa?"tanya Jeno lagi

"Bayinya bergerak sepertinya ia sangat tahu bahawa ayahnya sangat peduli padanya"balas Jaemin dan Jeno menatap Jaemin bingung

Jaemin lalu menyelakkan bajunya mempamerkan perut buncit itu kepada Jeno,membuat si empu menelan liurnya

Jaemin lalu mengambil tangan Jeno dan meletakkanya fi perutnya itu

"Aegi ayahmu apakah dia tampan?"tanya Jaemin dan

Deg

Jeno merasakan dan melihat tonjolan yang menonjol di perut Jaemin

Bayinya memberikan reaksi dan itu membuat Jeno mengeluarkan air mata harunya

"Bayi kita membalasnya"kata Jeno lirih dan Jaemin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Jeno

Jaemin berharap agar momen ini bukan satu mimpi buatnya dan Jeno

tbc..

Aku tau cerita ini makin aneh

SYKO [NOMIN]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang