Bab 5

130 9 1
                                        

"Aku senang jika pesta topeng di adakan di rumah Bea. Makanannya enak, sherrynya tidak dicampur air, kuenya sangat lezat, dan dekorasinya indah sekali. Pantas saja masih kawin Bea sangat besar, ayahnya terkenal kaya raya. " ujar Katherine yang malam ini mengenakan gaun indah berwarna merah muda. Gaun itu didesain sedemikian rupa agar pas dikenakan pada tubuh Katherine yang mungil. Benar kata sahabatnya ini. Dekorasi ruangan dansa milik keluarga Camden memang paling indah sepanjang season ini.

"Aku sudah memakai topeng, menutup separuh wajah. Tapi kau masih saja mengenaliku. "Francesca kagum dengan kemampuan Katherine mengenali orang dan kemampuannya mendengar gosip walau terhalang tembok tebal dan keras.

"Ku mempunyai bau yang khas Francesca. "jawab Katherine bohong. Francesca lalu melotot tak terima. "Aku Cuma bercanda Frances, kau mengenakan gaun yang membosankan untuk ukuran Lady muda. Potongan lehernya tinggi. Warnanya juga kurang cerah. "Katherine mengamati gaunnya yang bewarna biru Burgundi. Gaun ini memang di desain tidak terlalu vulgar. Maklum Earl of Lecester akan rewel jika anaknya berpakaian seperti wanita murahan. "sebenarnya dengan melihat matamu saja aku tahu itu kau."

Francesca mengerutkan kening, ia selama ini tidak terlalu memperhatikan matanya. Mata biru hampir semua warga Inggris juga punya.

"Di mana Bea? Apa dia akan kesulitan mengenali kita? "

"Tidak. Dia Tuan rumah. Kadang dia membantu ibunya mempersiapkannya pesta, menjamin jika pestanya berjalan sempurna. Yang aku khawatirkan, ada tidak yang mengisi kartu dansa kita kalau para gentleman itu tidak mengetahui wajah kita. "

Francesca tersenyum, ini hal yang cukup menguntungkan dirinya. "Aku tidak akan dikenali sebagai tunangan orang. Aku bebas berdansa malam ini."

"Hanya Bea yang akan dikenali karena tak ada yang menyamai bobot tubuhnya. " Katherine hampir terbahak kalau saja tak Francesca pelototi. Tidak ada yang boleh mengatakan tentang bobot tubuh Bea jika ada dirinya. Katherine kadang keterlaluan, menganggap Bea menyedihkan padahal mereka bertiga kan sahabat.

Yang mereka bahas sekaligus Tuan rumah sedang mencicipi hidangan pencuci mulut yang manis. Bea Cuma mau makan satu potong tapi entah mulutnya meminta lebih. Jadi berlanjutlah potongan kedua dan seterusnya. Kalau sudah begini Machionese of Camden akan menegur sang putri sulung. Ia menggelengkan kepala saat masuk ke bagian makanan.

"Bea, bisa kau ambilkan brosku yang ada di kamar. "pinta sang mamah. Sang machionese tidak mau menyinggung masalah makanan atau berat badan pada sang putri . Takutnya akan menghancurkan ras percaya diri Bea. Jadinya ia menyuruh Bea ke atas untuk mengambil barang yang sebenarnya tidak ia butuhkan untuk mengalihkan perhatian Bea dari hal yang manis.

"Baik mamah. "

Bea dengan berat berjalan sambil menyeret gaunnya. Tak ada topeng yang pantas untuk menutupi kekurangannya. Walau ia memakai penutup wajah sampai dagu, ia akan dikenali sebagai Beatrice si gemuk. Penat dengan asumsinya sendiri. Ia sampai tak sadar menubruk bahu seseorang.

"Aduh! "Bea hampir terjungkal kalau tidak ada orang yang memeganginya. Ia segera menjauh dari si orang asing karena tak mau menimbulkan skandal di pesta rumahnya.

"Maaf. Kau tidak apa-apa Lady?"

"Aku baik-baik saja. "Yang menyapanya adalah seorang lelaki yang mengenakan topeng berwarna hitam putih mirip dengan topeng joker. Ada yang aneh dengan pria yang kelihatan gelisah ini. "Apa yang kau lakukan di sini?" karena ini jelas bukan lorong yang diperuntukkan untuk tamu.

"Saya tersesat, "jawab si pria sekenanya.

"karena ingin mencari kamar mandi. "

"Begitu? "ujar Bea maklum. Rumahnya memang besar bahkan Bea sendiri menyimpan tanda tanya besar untuk beberapa ruangan yang tidak terpakai dan hanya dimasuki oleh sang ayah. "Kamar mandi ada di bawah, agak ke selatan. Lalu kau bisa mengikuti lorong yang dilapisi dinding emas. Itu mengarah ke lantai dansa, Tempat tamu berkumpul kalau kau mau bergabung."

"Terima kasih Lady. Kalau tidak karena bantuan anda. Aku akan dikira pencuri. "Jack tersenyum penuh arti padahal nyatanya ia memang ke sini untuk mencuri, bukan hanya mencuri tapi juga mempelajari denah rumah. Tapi ia malah bertemu dengan Lady ini. Lady yang sangat ramah dan lembut. Jack jarang mendapat perlakuan terhormat tapi Lady ini pun akan sama jika mengenal siapa dia sebenarnya.

Masked man at thr dance Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang