“Aku senang ketika kau mengajakku berkuda serta piknik. Udara segar bagus untuk kesehatan."
Beatrice memang jarang keluar karena sang ibu tak pernah memberi ijin. Orang tua Bea selalu khawatir jika anaknya tidak bahagia atau digunjing orang karena kegemukannya.
“Aku mengajak kalian piknik karena ingin merayakan sesuatu," ungkap Francesca diiringi senyum cemerlang. Giginya yang bersih nampak berkilauan, sampai Katherine silau dibuatnya.
“Apa yang membuatmu senang?” tanya adik Anthony itu terus terang.
“Kemarin Earl Wichester berkunjung."
“OOh jadi kalian akan segera menikah," ucap Katherine acuh.
“Selamat Francesca." Kebalikannya Katherine, Bea malah senang.
“Bukan itu. Dia datang membatalkan pertunangan."
Katherine membekap mulutnya dengan telapak tangan. “Itu yang kau anggap kegembiraan? Kau akan dijadikan skandal kalau memang Wichester membatalkan pertunangan kalian. Kau akan sulit menikah ke depannya. Usiamu juga tak muda lagi Frances."
“Lalu apa masalahnya dengan itu?"
“Aku yang akan senang menemani Francesca. Kita akan menua bersama dengan setumpuk uang dan properti." tambah Bea dengan semangat. Prospek pernikahan untuknya juga sama buruk. Tidak ada yang tertarik padanya yang berbadan terlalu subur. Dari pada mas kawinnya terbuang sia-sia untuk melunasi hutang pria tukang judi dan tukang selingkuh lebih baik yang masih kawinnya untuknya sendiri.
Mendengar kedua sahabatnya yang punya keinginan yang sama, Katherine menggeram marah. Ia tak terima apalagi setelah mendengar apa yang Anthony bicarakan kemarin. “aku juga ingin bergabung dengan kalian." Ini jawaban yang tak terduga.
“Kau? Bukannya kau masih menginginkan pria romantis yang mencintaimu setengah mati," sindir Francesca telak tapi bukannya katherine membalas, wanita itu malah menunduk, mengawasi kepalan jemarinya yang memegang tali kekang.
“Itu dulu sebelum aku mendengar apa yang Anthony bilang. Dia ingin menjodohkanku dengan Lord Highland, Lord siapa namanya aku juga lupa. Anthony sedang tidak waras."
“Katherine, setiap lady punya kewajiban untuk keluarganya jika ini memang terbaik dan orang tuamu setuju, tak jadi masalah. Aku sudah menduga kalau kau akan menikah duluan."
Katherine menatap temannya dengan helaan nafas berat. Francesca selalu benar. Ia perempuan rasional sedang ia pengkhayal. Impiannya tentang pernikahan telah pupus, yang tersisa tinggalkan kewajibannya. Mampukah Katherine mengalah kali ini? Keluarganya telah memanjakannya dari kecil. Bisakah sekali saja ia berkorban.
“Kelihatannya kita sudah jauh dari kerumunan orang." Francesca mengubah cara berkudanya dari menyamping, ke menghadap ke depan seperti cara pria berkuda. Ini cara tak biasa untuk seorang lady tapi cara jadi lebih leluasa. “Kuda kalian benar-benar lambat."
Katherine memutar bola matanya ke atas. “oh jangan lagi."
Francesca selalu mengajak mereka untuk balapan berkuda. Demi Tuhan Mereka adalah seorang lady yang dididik tata krama. Apa yang Francesca lakukan adalah sesuatu yang tak pantas. Tapi bersama Francesca, Kate maupun Bea mendapatkan apa yang di namakan kebebasan.
“Aku tidak akan ikut!" teriak Bea. Ia tak ikut berkuda d engan kencang karena di bagian belakang bokong kudanya terdapat bekal piknik mereka. Lagi pula kasihan para pelayan serta seorang bujang penunggang kuda bisa ketinggalan jauh di belakang dan kehilangan jejak mereka.
**
Ranulf sedang banyak masalah. Pihak kementrian pertahanan menginginkan dengan segera gulungan yang berada di rumah Camden dan Earl of Wichester tidak setuju pertunangan dibatalkan. Kalau sudah diserang berbagai masalah dan pikiran, Ranulf biasanya berburu sendiri hanya ditemani Roger. Waktu menjadi mata-mata ia diharuskan untuk dapat bertahan hidup dalam kondisi apa pun. Anggap saja ini sebagai latihan kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masked man at thr dance
RomanceFrancesca Hartley, putri dari Earl of Lecester, ditunangkan dengan putra kedua Earl of Wichester sejak berusia lima tahun. Seperti lady bangsawan lainnya, ia menurut, mematutkan diri menjadi calon istri yang baik. Francesca belajar tata krama, menyi...
