Bab 4

114 13 0
                                        

Matahari London hari ini terbut lebih awal. Sinarnya masuk melalui celah tirai. Sinarnya yang mengintip langsung jatuh pada ranjang berukuran king yang dilapisi kain beludru biru. Ada seorang yang tengah mendengkur, nyenyak didekap dalam hangatnya ranjang empuk serta bantal bersih tapi tidur nyenyaknya harus terganggu oleh sentakan tirai serta sinar matahari yang sangat menyengat dan terang.


"Pagi my lord." sang pelayan langsung mengambil wadah Air dan lap bersih.

"Apa hari ini anda akan bangun dan bercukur?"

"Aku belum bangun sepenuhnya Roger!"

"Maaf My lord, tapi anda janji temu jam sepuluh pagi."

"oh sialan!"

Ranulf Hamilton, Earl of Wichester langsung bangun dan langsung mencelupkan kepalanya ke dalam wadah air. Dia ada janji temu dengan staf kementrian pertahanan jam sepuluh nanti. "Siapkan pakaianku Roger."

"Sudah My lord."
kemeja Ranulf sudah ia kanji, rompinya bewarna coklat gelap telah dirapikan, jasnya yang bewarna hijau tua dari kain Kashmir terbaik sudah disiapkan oleh Roger.

"Bantu bercukur lalu berpakaian."

Roger Merupakan pelayan Ranulf yang didapat pria itu saat berperang melawan Prancis. Tidak banyak yang tahu kalau Ranulf adalah seorang mantan tentara. Ranulf hanya bekerja di Medan perang sebentar lalu direkrut sebagai mata-mata. Keahlian dan kecerdikannya lebih cocok untuk pekerjaan yang begitu. Ranulf tidak keberatan karena ia seperti mendapat tantangan. Tapi itu pun tak sama lagi ketika ayah dan kakaknya meninggal akibat demam dan kecelakaan kereta.

Usianya semakin matang, ia harus memikirkan calon istri dan pewaris. Ia tak bisa serta merta mempertaruhkan nyawa jika ada gelar yang harus ia teruskan. Membicarakan soal calon istri ia jadi ingat, Francesca putri earl of Lecester. Bagaimana keadaannya sekarang, apa akan terkejut jika Ranulf tiba-tiba datang meminta pengantinnya.

Bukannya tidak adil untuk Francesca yang lemah serta polos itu untuk menerima kehidupan suaminya yang penuh misi dan mata bahaya. Akankah hati Francesca bisa terima jika setiap malam harus menunggu Ranulf pulang dengan selamat atau tidak.

"Rambut palsu?" Tawar Roger untuk menyempurnakan penampilan.

"Tidak." Rambutnya sudah cukup Abu jadi tak perlu rambut palsu dengan bubuk kanji. Rambutnya yang bewarna abu keperakan merupakan ciri khas keluarga Wichester sejati. Sekali lihat pun pasti orang tahu kalau Ranulf merupakan Earl of Wichester yang baru. "siapkan saja kereta kuda."


🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍


Duke of Devonshire menerima kertas gulungan yang berhasil Ranulf ambil. Dia memasang kaca mata agar tak salah baca. Sang duke mengamati nama-nama di dalam daftar satu persatu. Ia bergumam pelan kadang menggeleng lalu merdecak seperti bingung akan berbuat apa.

"Apa kita akan menangkap langsung beberapa orang yang ada di daftar?"

Sang duke menggeleng. "Belum saatnya Ranulf, data ini belum cukup kuat. Mereka bisa berkelit. Raja kita tidak mau gegabah, malah ia mungkin ingin menyimpan catatan ini untuk menutup mulut para bangsawan atau untuk mengambil dukungan. Akan ku urus sisanya. Aku ada pekerjaan lain untukmu."

Ranulf menegakkan badan, bersikap siap dikomando. Itu aturan yang ia dapat dari angkatan darat. "Apa itu your grace?"

"Jangan terlalu formal. Aku menyuruhmu untuk mengambil kertas lain yang disimpan di rumah Marquess Camden. Jangan terlalu gegabah. Rumahnya dijaga sangat ketat, berbeda dengan milik Nothingham dan banyak jalan rahasia serta lorong sempit kau harus mempelajarinya. Kalau perlu rekrutlah orang yang dapat dipercaya untuk mempermudah tugasmu."

Ranulf mengangguk, menyetujui walau dalam hati ia merasa was-was. Tugas yang diembannya terlalu banyak. Tidak ada tempat untuk properti Wichester, istri maupun ahli waris.

"Kau belum berkunjung ke mana pun setelah kau pulang kan?"

"Belum. Aku selama ini di rumah karena tidak mau menimbulkan kecurigaan. " Ranulf bergerak seperti bayangan. Ia berlari di kegelapan malam menjadi seorang pencuri, bukan seorang bangsawan terhormat.

"Bagus. Besok lusa ada pesta topeng di rumah marquess of Camden. Kau bisa meneliti rumahnya sekalian datang sebagai tamu undangan. Akan ku beri tahu jika kau telah pulang pasti Camden akan mengundangmu."

"Aku akan datang ke sana. Kalau sudah tidak ada yang kita bicarakan. Aku permisi. " Ranulf berbalik pergi. Ia memang melaksanakan tugas namun ia juga harus berhati-hati dengan duke of devonshire. Arah politik raja mau ke mana belum ada bayangan padahal raja sudah mengantongi beberapa nama yang terlibat dengan pihak Prancis. Ranulf mau tak mau harus terlibat terlalu jauh, sebab misi yang ia emban semakin banyak.

Berjalan dengan pikiran terlalu penat, Ranulf tidak sadar jika dirinya di panggil. "Ranulf! " barulah tepukan kasar dari mengalihkan perhatiannya.

"Anthony? "calon Earl of Kent, Anthony Fitzburg tersenyum memperlihatkan giginya tertata rapi. Anthony yang ditemuinya beberapa bulan lalu berbeda dengan Anthony yang mengenakan pakaian rapi. Bukannya mereka sama, menjadi gentleman ketika di London dan menjadi entah siapa di luaran sana.

"Apa yang kau lakukan di sini? " hanya mereka berdua yang tahu apa pekerjaan sampingan keduanya selain menjadi calon earl.

"Ada sesuatu yang aku lakukan. Mari kita bicara di tempat aman. "

Anthony membawanya ke kedai minuman murah milik seorang penduduk loka. Mereka menanggalkan jas masing-masing agar tidak dicurigai oleh orang-orang yang datang berkunjung. Rambut Ranulf yang semula dikucir rapi kini dibiarkan berantakan sedang sulit bagi Anthony terlihat tidak mencolok. Rambut Anthony dipangkas habis mirip seorang tentara.

"Kementerian pertahanan ingin memperkuat hubungan Inggris dengan Skotlandia. Dia memintaku untuk menikahkan Katherine, adikku dengan lord highland. Ada lord buchahan, mcgregor, McDonald, maclean. Banyak calon yang diajukan tapi masalahnya adalah Katherine tidak akan mau. "


Ranulf meminum sherrynya yang terasa getir. "Perempuan tidak punya pilihan Anthony apalagi ini yang meminta kementerian pertahanan. "

"Tidak untuk Kate, Ranulf. Dia memilih menikah karena cinta. " Anthony memalingkan wajah ke arah seorang pelayan wanita. Ia membayangkan Katherine akan menangis seharian jika mendengar kabar ini.

"Cinta? " tanya Ranulf seolah menduga jika Katherine bukan seorang Lady sejati. "ada yang Katherine cintai? Suruh lelaki itu menikahinya. "

"Masalahnya tidak ada. Adikku tengah mencarinya dan ia tak mau dipaksa. "

"Bahkan demi negara? "

"Aku belum membicarakannya. Aku takut Katherine akan sangat terguncang. Dia mendambakan pria romantis, lalu ia dijodohkan dengan seorang higlander. Bisa kau bayangkan tipe pria Katherine berbanding terbalik dengan suaminya. "

Ranulf masih memperhatikan Anthony yang menjelaskan walau ia tak mengerti. Bangsawan seperti mereka tidak mengenal tipe hanya mungkin mengenal harta serta koneksi.


"Kita tidak hidup dalam dongeng Anthony, lagi pula aku tak punya saudari perempuan yang rewel. Aku juga keturunan Skotlandia, yang didapat dari ibukku. Para highlander tidak seburuk kabar yang beredar. "jawabnya acuh.

"Memang. Aku tahu apa kewajibanku. Aku tahu kau pulang hanya untuk mengambil tunanganmu, Francesca Hartley. Katherine berteman baik dengan Francesca. Waspadalah kawan, mungkin Francesca punya pikiran yang sama dengan Katherine. "

Ini pembahasan yang menarik perhatian Ranulf. "kalau memang begitu lalu apa masalahnya, Francesca pasti ingat kalau ia punya kewajiban. " walau hatinya seolah meragu . Ia dan sang tunangan tak pernah berkirim kabar selama puluhan tahun. Mereka tidak saling kenal, tak mengetahui wajah masing-masing. Bagaimana jika Francesca menjadi gemuk dan jelek.

Bagi Ranulf itu bukan masalah, yang penting tunangannya tidak mandul dan bisa memberinya anak yang banyak. Lalu jika Francesca ternyata jatuh hati pada pria lain, adilkah itu untuk gadis itu? Bagaimana nanti jika ternyata setelah mereka menikah, Francesca akan berpaling darinya setelah tahu pekerjaan sampingannya. Bukan salah Francesca apabila kecewa padanya, gadis itu mendambakan calon suaminya seorang pria terhormat. Apa Ranulf perlu mempertimbangkan pertunangannya kembali. Belum terlambat jika ingin dibatalkan.



💮💮💮💮💮💮💮💮💮



Masked man at thr dance Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang