“Francesca, apa kau masih terlibat dalam membantu para anak tidak mampu. Memberikan gandum, selimut lalu bantuan-bantuan yang lainnya? “ Francesca menoleh pada Bea. Matanya berbinar indah ketika melihat temannya yang nampak peduli dengan membahas kegiatannya amalnya.
“Tentu saja masih. “
“Aku mau ikut menyumbang sekaligus melihat anak-anak itu. “
Francesca terperanjat, benarkah yang Bea katakan. Bea memang baik dan murah hati namun kehadirannya nanti bisa mendatangkan berita yang menghebohkan. Kadang majalah gosip itu kejam. Seorang putri Marquess berada di sudut kota london. Bea akan dilahap para pencari skandal.
“Kau tahu kan resikonya? Kita akan berkunjung ke bagian kota london yang tidak akan dijangkau oleh kaum bangsawan."
Bea tersenyum tenang. “aku selalu penasaran kenapa kau bisa ke sana tanpa diketahui orang atau menimbulkan gosip. Aku ingin sedikit berpetualang. Hidup kita membosankan. Tak apalah sekali-kali menjadi orang lain." secara tak langsung Bea setuju kalau mereka harus memalsukan identitas.
“Baiklah. Kita akan ke sana. Tentang harinya nanti akan ku beritahu. Kalau bisa kau sendiri saja. Pendampingmu pasti mengadu pada Ibumu kalau kau main terlalu jauh. “
Bea mengangguk yakin. Pipinya yang penuh bersemu merah karena bahagia. Akhirnya Bea bisa sedikit menikmati hidup. “Tapi Jangan beritahu Katherine. Dia akan sangat rewel sekali kalau tahu kita jalan-jalan ke tempat begitu. Oh dia datang."
Katherine baru selesai bercakap dengan Lord Grawson lalu melihat mereka yang sepertinya mengobrol dengan akrab. Katherine bosan, lord Grawson selalu membicarakan cuaca, taman yang indah atau bunga apa yang Katherine sukai. Ia pamit dengan sopan meninggalkan Lord Grawson dan memilih bergabung dengan Francesca dan Beatrice selain itu Katherine juga membawa kabar yang dapat membuat Francesca meradang.
“Kalian membicarakan apa ketika aku tidak di sini?"
Mata Francesca memicing, Katherine berpikir jika
Mereka membicarakannya.
“Oh banyak hal yang kami rundingkan. Apa yang lord Grawson bicarakan denganmu? Ia mengejarmu semenjak season tahun lalu tapi baru kali ini kau mau mengobrol dengannya."
Katherine memutar bola matanya ke atas lalu mengibaskan kipas seolah ruangan sekitarnya panas. “Dia membosankan seperti pria yang lainnya. Dia lebih sering menanyai apa yang ku sukai. Kadang ku bosan bertemu dengan lelaki yang monoton."
Francesca mengibaskan kipasnya, sembari berdecak seba. “Bukannya itu yang kau mau seseorang yang memujamu, hingga menjilat sepatumu. Seseorang yang datang dengan bunga lalu membacakan puisi untukmu?”
Katherine tahu jika Francesca kadang sinis padanya. Tapi lihat saja kabar yang ia bawa akan memukul ego Francesca.
“Lupakan soal aku. Ku dengar Earl of Wichester sudah tiba. Tunanganmu mengakhiri grand tournya. “
Nafas Francesca tercekat, ia butuh udara. Kenapa jantungnya jadi memompa dengan sangat cepat. Jangan sampai ayahnya tahu tentang kepulangan tunangannya. Pernikahannya bisa dipercepat. “Itu Cuma rumor Kat. “
“Dan ternyata itu kenyataan. Beberapa orang telah melihatnya di London beberapa waktu lalu. Ada yang melihatnya bersama Anthony di kedai minuman. Aku belum bertanya pada Anthony secara langsung ."
“Tolong tanyakan kejelasan berita ini pada Anthony.”pintanya tergesa-gesa dengan wajah dipenuhi mimik panik. Ranulf seorang pesolek tak mungkin kedatangannya tak membuat kehebohan. Pria itu pasti juga ingin disebutkan namanya dengan keras. Tanpa sadar Francesca meminum sherrynya sekali teguk. Ia merasa sangat kehausan.
“Besok akan ku tanyakan. Anthony sudah tak terlihat lagi di pesta. Mungkin para lelaki lebih suka berada di ruangan samping, tempat perjudian."
Di mana pun Anthony sebaiknya pria itu segera muncul. Wichester kembali, kembali untuk meminta apa yang dijanjikan ayahnya lalu Francesca harus berbuat apa. Bukannya wajar jika seorang lady akhirnya akan menikah.
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
Tak usah bertanya pada Anthony, besoknya Ranulf Hamilton, Earl of Wichester mengunjungi ayah Francesca, William Hartley secara langsung. Ia mengumumkan keras-keras kunjungannya agar Earl Lecester segera turun. Ada banyak hal yang perlu mereka bicarakan terutama tentang Francesca.
“Ranulf...kau sudah pulang dari grand tour? “William sudah seperti ayahnya. Memeluknya ketika ia pulang. Yah memang secara tak langsung William akan menjadi ayah di, itu yang akan bahas tapi nanti. “Francesca pasti senang sekali mengetahui kau pulang."
“Ada yang ingin ku bicarakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Masked man at thr dance
RomanceFrancesca Hartley, putri dari Earl of Lecester, ditunangkan dengan putra kedua Earl of Wichester sejak berusia lima tahun. Seperti lady bangsawan lainnya, ia menurut, mematutkan diri menjadi calon istri yang baik. Francesca belajar tata krama, menyi...
