Sama sama penyimpan rahasia tapi pembohong yang sangat buruk
Dua latar belakang
Dua manusia
Dua kepentingan
Choi Beomgyu dan Kang Taehyun yang bagaikan batang kayu dan kertas nyambungnya jauh
Antara anak mafia sama anak penjual barang di pasar ge...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hyuka menguci Soobin di sebuah kamar membiarkan temannya tidur dengan nyenyak tanpa gangguan, dia beralih mencari keberadaan si dokter gadungan yang tak lain Yeonjun
Hyuka tidak berniat membantu Namjoon, lagipula mantan gangster seperti Namjoon pasti tau cara menyelesaikan masalahnya
Hyuka melongok ke loteng yang meninggalkan bekas simbahan darah, dia menarik sebuah tuas kecil di sampingnya dan naik ke loteng
"Yah, kacau-kacau..." Hyuka bergeleng melihat keadaan Yeonjun yang tengah bersandar di kursi, pemuda itu terlihat lemah dengan luka tusuk di perutnya
"Lo gila! Main tusak-tusuk lo pikir gue odeng?!" Bentak Yeonjun dengan kesal
"Maaf Pinky itu satu-satunya caranya buat kabur, hampir aja lo jadi kelinci percobaan."
Yeonjun tidak mengenali Hyuka, sama sekali tidak mengenali Hueningkai, penampilan serta gaya bicara sangat jauh dari Hueningkai yang Yeonjun kenal
"Jadi gimana tawaran gue, lagian Lo mau manfaatin Soobin juga, kita berdua gak jauh beda."
Yeonjun menghela nafas, ia benar-benar buntu, tak tau apa yang tengah terjadi dengan adiknya lalu apa sebenarnya isi surat wasiat itu dan cairan yang akan diinjeksikan padanya secara paksa di rumah sakit menambah pertanyaan di kepalanya
Dan pemuda bule ini terlihat tahu semua jawaban pertanyaan Yeonjun, ia ditawari kerja sama untuk menemukan suratnya dengan jaminan Yeonjun akan bekerja dengan bule itu selamanya
"Lo pasti ngibulin gue kan? Mana mungkin ini bakal ada untungnya buat gue."
Jangan sudah lepas dari buaya ia masuk ke kandang singa, Yeonjun tak tahu apapun soal bule ini
Hyuka mendekati Yeonjun, lalu menekan luka tusuk
"Argh! Sialan!"
Yeonjun mencengkram tangan Hyuka yang menekan lukanya, namun apa daya dia sudah lemas kehilangan banyak darah
"Gue gak lagi negosiasi."
Yeonjun menatap tajam kedua netra cokelat Hyuka yang berhadapan tepat dengannya "Say yes, atau—"
"Oke fine!" Teriak Yeonjun dengan penuh paksa "Haah... hhh... hahh... Shhh!" Yeonjun menghela lega lalu mendesis sakit saat Hyuka menjauh darinya
"Bagus." Hyuka mengambil obat dan perban dari tasnya, serta memberikan baju pada Yeonjun "Obati sendiri dan ganti bajumu." Hyuka beranjak dari loteng
Yeonjun menatap benda-benda tersebut lalu menatap Hyuka lagi, kali ini tatapan itu tidaklah tajam tapi sebuah keraguan berbalut harap kalau hari esok akan lebih baik, ia menghentikan langkah Hyuka dengan sebuah pertanyaan
"Siapa nama Lo?" Tanya Yeonjun
"Hyuka."
"Hyuka, apa gue bisa percaya sama lo bahwa kita akan keluar dari masalah."