Haiii gaesss seperti biasa gimana kabar nya?
Hari ini author cuman mau bilang kalo author lagi salting brutal anjay gara-gara cwok wkwkwk
Seperti biasa jangan lupa vote nya Dan dukungannya makasih yak
happy readers✨✨
Zanara sedang sibuk dengan laptop nya ia sedang mengerjakan tugas dia sangat frustasi karena soalnya sangat susah membuat zanara kesal
"Ihhh ini gimana sih Yaa aku bingung cara ngerjain nya" kata zanara frustasi melihat tugas Dari dosen nya yang sangat banyak itu
Tiba-tiba zanara mempunyai ide Dan dia mengambil ponsel nya Dan mencari nama seseorang Dan dia telpon
"Assalamualaikum kenapa dek? " tanya seseorang di sebrang telpon dia adalah abyzar
"Waalaikumsalam abang mau gak bantuin zanara?" kata zanara dengan nada memohon
"Bantuin apa an" kata abyzar
"Bantuin kerjain tugas punya zanara serious deh bang ini susah bangettt" kata zanara dengan nada sedihnya supaya abang nya mau
"Gilak yak lo gak lama telpon sekali nelpon cuman minta suruh ngerjain tugas, dasar abang kutuk ya kamu jadi cwek" kata abyzar dia sangat kesal dengan adek nya itu sudah lama tidak menelpon dia pas nelpon malah suruh ngerjain tugas nya aja.
"Ihhh aku bilang in ayahhh ya kalo kakak jahat sama zanara" kata zanara ngambek Yaa dia sangat manja ketika apa yang dia tidak inginkan tidak. Terkabulkan pasti dia Akan mengadu kepada ayah nya.
(Dasar zanara kang ngaduan wkwkwk)
"Idih ngaduan banget deh yaudah kirim file nya biar abang kerjain" jengah abyzar saat adek nya ini Akan mengadu kepada ayah nya, karena ayah nya sangat menyayangi zanara ralat sangat.
Zanara yang mendengar perkataan abyzar langsung mengirim file Dan langsung diterima oleh abyzar
"Ya udah tunggu aja abang mau ngerjain dulu" kata abyzar
"Iya abang zanara sayang sama abang hihi" kata zanara Dan di tutup telpon nya
Tutttt.....
Zanara langsung tiduran di kasur nya untuk merenggangkan ototnya Dari tadi dia duduk aja gara-gara tugas nya sangat banyak
Zanara menatap langit-langit kamar nya bayangan dia mengingat bian kembali, membuat zanara menutup matanya
"Apa kalo aku udah nikah sama kak aqlan apa bian masih mau jadi teman aku" kata zanara dengan mata yang sudah dibuka. Dia sangat merindukan bian, karena bian hidup dia bisa seperti ini
Sebenarnya dulu bian yang me nyuruh zanara untuk memakai hijab Dari pertama mereka ketemu Dan zanara pun memakai hijab membuat bian selalu bilang kalo zanara itu sangat cantik wanita Ter cantik setelah uminya
Flashback
12 tahun yang lalu
"Zara kalo zara pake hijab pasti zara sangat cantik kaya umi" kata bian
Zanara mendengar kan perkataan bian pun ber tanya kenapa bian harus di panggil dengan sebutan zara Dan mengapa dia harus memakai hijab.
"Bian kenapa manggil zanara dengan sebutan zara?" tanya zanara kepada bian
Bian yang mendengar kan pernyataan Dari zanara dia langsung menjawab
"Karena zara itu adalah nama panggil an Dari bian karena zara Milik bian sampai kapan pun" kata bian dengan mengelus rambut zanara dengan lembut.
"Oh gitu ya, zara nama panggilan bagus bian zanara suka hihi" kata zanara dengan terkekeh bian melihat zanara terkekeh semakin gemas tiba-tiba bian memcubit pipi zanara Dan zanara tersentak kaget.
"Aduhhh sakit tau bian" kata zanara dengan meringis kesakitan kerena pipinya di cubit oleh bian, bian hanya tertawa
"Maaf in bian ya soalnya bian games sama zara" kata bian dengan mengelus pipi zanara yang tadi dia cubit.
Zanara hanya mengangguk kan kepalanya saja.
"Bian zara mau tau kenapa bian nyuruh zara untuk pakai Kain di kepala zara" kata zanara Dan membuat bian geleng-geleng kepala di buat oleh zara.
"Hahaha itu Kain untuk kepala disebut dengan hijab, karena wanita Muslim harus menutup auratnya, kalo misalnya zanara buka aurat sampai nanti dewasa nanti kamu dapat dosa" jelas bian membuat zanara mengangguk
"Ya udah nanti zara pake Kain di kepala eh maksudnya hijab hehe" kata zanara dengan cengirannya bian hanya tersenyum
End••
Zanara mengingat kembali dimana bian bersamanya dulu, sekarang dia tidak tahu dimana sekarang bian apakah dia sudah memilki wanita selain zanara ntah Seketika Zanara menetes kan air matanya.
"B-bian k-kamu u-udah janji sama aku kan buat balik lagi kesini hiks, t-tapi kenapa kamu malah gak balik lagi b-bian hiks aku kangen sama kamu" kata zanara terisak dia sangat sedih karena bian tidak menepati janji nya, zanara berfikir bian tidak Akan mengenelnya lagi.
"Zanara capek bian, nungguin bian terus hiks, apa bian tau kalo zanara nungguin bian sampai kapan pun, t-tapi bian gak balik lagi hiks, sebentatr lagi zanara Akan menikah dengan lelaki lain bian hiks, k-kamu udah bilang kan zanara cuman Milik b-bian hiks, zanara kangen bian,ya Allah zanara sampai kapan pun tolong pertemukan zanara dengan bian hiks" kata zanara dengan air mata yang semakin deras
Di depan pintu kamar zanara Ada seseorang yang mendengar kan tangisan zanara. Orang tersebut juga menetes kan air matanya karena mendengar kan perkataan zanara tadi.
"M-maafin bunda zanara" kata seseorang itu, iyaps itu adalah bunda yang Dari tadi mendengar kan tangisan zanara Dari dalam bunda pun pergi Meninggalkan kamar zanara dia pergi kekamar nya Dan menemui suami nya itu, sebenarnya dia tadi mau manggil zanara untuk teman in dia ke supermarket tapi dia mendengar suara tangisan zanara dia tidak berani untuk menganggu zanara sekarang.
Sesampai nya di kamar
"Eh bunda kenapa? " tanya ayah kepada bunda yang terisak
"Y-yah b-bunda sedih k-karena b-bunda udah ngingkari janji bunda sama zanara hiks" kata bunda dengan terisak dia sangat menyasal tapi karena keadaan dia harus menyetujuinya
"Bunda kenapa sedih karena zanara bunda, zanara gak papa bunda" kata ayah dan mendekati kearah bunda
"B-bunda sedih karena bunda mengingkari janji bunda dengan zanara, dulu bunda menyetujui kalo bian sama zanara, t-tapi zanara bentar lagi nikah sama Aqlan, b-bunda gak tau lagi kalo semisalnya bian pulang bunda mau jawab apa yah" kata bunda dengan tangisan semakin keras membuat ayah bingung dia harus apa semuanya sudah terjadi.
"Maaf in ayah ya bun udah menjodohin zanara dengan Aqlan" kata ayah ke pada bunda, bunda hanya menggeleng kan kepala nya dia tidak tahu bagaimana lagi.
"Yah kamu gak perlu minta maaf ini sudah terjadi sudah kita liat dulu nanti hiks" kata bunda dan di angguki oleh ayah
Dringgg...... Dringggg..... Dringg...
Zanara terkejut dengan suara telpon dia men cari ponselnya dan dia melihat yang me nelpon dia adalah abang nya
"Assalamualaikum dek abang udah kirim ya tugas nya udah selesai" kata abyzar dan di angguki oleh zanara, abyzar yang melihat wajah adek nya habis me nangis dia langsung menanyakan nya
"Kamu kenapa nangis dek? " tanya abyzar kepada zanara, zanara hanya meggelengkan kepala saja
"Zanara bilang sama abang kamu kenapa" tanya abyzar menatap adek nya dari ponsel nya
"Zan.. "
"Zanara.. "
"Zanara.... "
"Zann..? "
"Kamu denger apa kata abang? " kata abyzar dan zanara kaget mendengarkan suara abangnya yang dari tadi memanggilnya
"H-hah kenapa bang? " tanya zanara dengan muka cengonya
"Abang tanya malah nanya balik" kata abyzar
"Kamu kenapa, ada masalah kamu habis nangis kan zan" tanya abyzar kepada zanara
Zanara mendengarkan perkataan abyzar hanya menggeleng kan kepala
"Kalo kamu gak papa kenapa kamu habis nangis itu muka nya" kata abyzar menatap adek nya, dia yakin adek nya habis menangis.
"Mmm abang apa ini udah takdir zanara buat nikah sama seseorang yang gak
KAMU SEDANG MEMBACA
Zanara untuk Aqlan
Teen Fiction"Lo pergi!!! Jangan pernah buat kembali ke sini dan jangan ganggu hidup gue" kata aqlan dengan suara tegas dan amarah yang tidak bisa di pendam kan lagi "K-kkak zanara mohon jangan usir zanara dari sini zanara mau pergi kemana ini udh malem dan zana...
