Winter to Spring
Oleh: Firda Novia Rachmawati
Aku merindukanmu.
Semakin mengatakannya membuatku semakin rindu.
Terus menerus aku memandangi fotomu.
Namun, aku tetap merasakan rindu.
Waktu terasa begitu kejam untuk kita.
Cuaca rasanya semakin dingin.
Aku terjebak dengan hati yang perlahan membeku.
Aku ingin menggenggam tanganmu.
Setidaknya agar tangan ini merasakan kehangatan.
Kehangatan yang sudah lama menghilang.
Andai aku adalah butiran salju.
Bisakah aku meraihmu lebih cepat?
Berapa lama lagi aku harus berjaga untuk menunggu.
Aku berdiri di tempat yang sama.
Hingga musim dingin selesai.
Di antara kita siapa yang berubah?
Aku muak dengan waktu yang terus berjalan.
Aku sungguh ingin membencimu namun tak bisa.
Karena perasaan ini terus menghalangi.
Kenyataannya, aku tetap merindukanmu.
Ini sedikit menyakitkan daripada harus melupakanmu.
Aku ingin menghilang seperti asap putih untuk sementara waktu.
Aku janji pagi akan datang.
Karena kegelapan akan segera menghilang.
Tolong tunggu hingga waktu itu tiba.
Bunga sakura akan segera bermekaran.
Musim dingin akan segera berakhir.
Jika aku berjaga lebih lama lagi.
Pasti aku akan bertemu denganmu.
Tetaplah di tempat yang sama lebih lama lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kerinduan (Antologi Puisi)
PoesíaAda kalanya keadaan memaksa harus menjadi penghalang antara aku dan kamu. Namun, di dalam lubuk hatiku yang terdalam, hanya ada dirimu seorang.
