Pulang sekolah, Xavier pergi ke rumah makan padang untuk makan disana. Namun, dia justru tertarik dengan suara teriakan seseorang dari gang sepi. Dia bersembunyi di salah satu tembok, dia melihat seseorang sedang dipukul habis-habisan oleh 3 orang. Seragam SMA Pelita, batin Xavier. Dengan rasa percaya dirinya, dia mendekati perkelahian itu, membuat ke 3 pelaku berhenti memukuli si lemah. "Ada masalah ?" tanya salah satu dari mereka saat Xavier terus saja menatap korban, dia mengalihkan pandangannya ke 3 pelaku, lebih tepatnya ke nametag mereka. "Gak, gue cuma numpang lewat," balas Xavier langsung meninggalkan mereka ber 3 dengan korban, mereka hanya tersenyum dan melanjutkan aktivitas yang tadi sempat tertunda.
Xavier berhenti berjalan, mengeluarkan handphone dari saku celananya. Dia mencari satu nama dari kontak, dan langsung menelpon dia.
***
"Nih beneran Vin, kita disuruh ke sini ?" Tanya Bayu memastikan, Kevin yang sedang menghisap rokoknya merasa kesal dengan pertanyaan temannya, "bawel banget sih, gue tuh yakin disini tempatnya" jelas Kevin membuat Bayu sedikit tenang.Tadi pagi Kevin mendapatkan telpon dari seseorng yang ingin memesan jasa pukul ke 3 pemuda itu. Dijelaskan bahwa mereka akan mendapatkan sekitar Rp 50.000.000 jika berhasil menjalankan tugas. Malam ini adalah acara tanda tangan kontrak dengan bos yang sangat mereka nantikan. Untuk kalangan anak sekolah, uang 50 juta termasuk banyak, tanpa ba bi bu mereka mengiyakan dan berakhir di gang yang sering mereka gunakan untuk menghajar korban bully.
Tiga puluh menit sebelumnya , seseorang sudah memasang kamera untuk merekam aksinya, dia meletakkan ditempat yang dirasa cukup merekam video. Aksinya akan segera dimulai. Tepat saat semua alur rencananya dimulai.
Ketiga pemuda itu menunggu dengan rasa bosan, terlihat seseorang menghampiri mereka, sosok yang tidak asing untuk mereka. Zidane, dengan keberaniannya mendekati pelaku pembullynya. Bayu yang melihat itu tersenyum dan menghampiri Zidane, ditariknya paksa untuk mendekati Kevin dan Arya. "Lo ngapain ke sini malam-malam ? lo mau gue pukul" ujar Kevin memasang gestur tubuh hendak memukul, namun terhenti didepan wajah Zidane. Zidane tidak memejamkan mata, bahkan ia terus tetap menatap Kevin. Kevin yang mendapat perlakuan itu tersenyum dan melayangkan tinjunya ke arah perut Zidane. Seketika tubuh gempalnya lemas terduduk.
Bayu dan Arya yang melihat itu tertawa terbahak-bahak, melihat Zidane meringis kesakitan adalah nikmat dunia yang tidak bisa di tinggalkan.
Tiba-tiba saja dari arah belakang Kevin ada sesosok serba hitam memukul bagian kepala belakangnya. Membuat Kevin meringis kesakitan, Zidane yang melihat sosok serba hitan itu muncul langsung berlari menghindar agar tidak terkena pukul. Sosok serba hitam itu beralih ke Bayu, dia berusaha menghindari semua pukulan tongkat kayu dari sosok serba hitam itu. Namun, di serangan ke lima, tongkat itu mengenai tangan kanannya, membuat Bayu dengan mudahnya kehilangan fokus. Membuat keuntungan untuk sosok serba hitam, dia menedang keras perut Bayu, dia terjatuh dengan posisi tidur, serangan sosok itu semakin brutal kepada Bayu, sekarang dia menggunakan tangan kosong, dia menyerang wajah Bayu dari semua sisi, membuat laki-laki itu menyerah dan pingsan.
Sosok serba hitam itu beralih ke Arya, saat dia berniat kabur, tongkat kayu lebih dahulu mengenai punggungnya, dia tersungkur ke depan. Dikejarlah oleh sosok serba hitam itu, ditarik rambutnya paksa dan dibenturkan paksa ke dinding terdekat berulang kali, Arya mencoba melawan, tapi tubuhnya terasa lemah akibat benturan berulang itu kemudian tidak sadarkan diri.
Kevin yang tadi diserang pertama kali masih bisa bangun, dia mengambil bata dan memukulnya ke kepala sosok hitam itu, dia tersenyum karena keseimbangan sosok itu terganggu. Namun segera memudar saat sosok serba hitam itu membalikkan tubuhnya dan langsung memukul wajah Kevin, tidak habis pikir dia mengambil pisau di belakang saku, dan langsung menyerang sosok itu, tapi karena keadaannya gelap dia tidak tahu apa yang sudah dia kenai. Berhasil atau justru gagal ? walaupun pisau itu menyayat kulit orang itu, dia bahkan masih bisa berjalan menghampiri Kevin dan melayangkan 5 kali pukulan ke arahnya. Seketika Kevin pingsan seperti yang terjadi pada kedua temannya.
