Warn! Typo bertebaran
"Happy Reading"
❄
"Sakura!"
Sakura menghentikan langkahnya lantas berbalik dan mendapati Sasuke yang sedang berjalan ke arahnya.
"Apa kau sibuk nanti malam?"pertanyaan itu keluar begitu Sasuke sudah ada tepat di hadapan Sakura.
"Ada apa memangnya?"sahut Sakura.
"Temani aku pergi membeli sesuatu ya nanti malam."ucap Sasuke. Sakura mengerutkan keningnya.
"Tiba-tiba? "
Sasuke tersenyum. Dia memamerkan senyuman indahnya pada Sakura. Tapi, jelas senyuman itu bukan karenanya. Ada sesuatu yang membuatnya tersenyum sebahagia itu entah itu apa.
Sakura berdehem pelan. "Aku akan menemani mu asal kau memberitahu ku barang apa yang ingin kau beli."kata Sakura. Sasuke merangkul Sakura dengan santai. Lantas, keduanya berjalan beriringan di koridor kampus.
"Em.. ini rahasia kita berdua. Kau tidak boleh mengatakan pada siapa pun."ucap Sasuke.
"Baiklah."
"Aku ingin membeli kalung."
Sakura semakin tidak mengerti kenapa tiba-tiba Sasuke membutuhkan benda yang lebih identik dengan wanita itu. "Kalung? Untuk apa?"
"Untuk Hinata."
Jawaban singkat yang mampu membuat hati Sakura merasakan sakit yang luar biasa. Sakura bertanya kalung untuk apa bukan untuk siapa tapi Sasuke menjawab kalung itu akan dia berikan untuk siapa. Sakura tidak bodoh, dia bisa menangkap maksud dari tindakan Sasuke sekarang.
Sasuke.. akan menyatakan cintanya pada Hinata.
Sakura tersenyum kecut. Apalagi yang dia harapkan dari lelaki ini sih? Dari awal dia hanya menatap Sakura layaknya sahabat tak lebih. Atau mungkin, Sasuke bahkan tak pernah menganggapnya seorang wanita selama ini.
"Kenapa harus aku yang menemani?" Gumam Sakura pelan.
"Ya? Apa?"tanya Sasuke. Sakura menggelengkan kepalanya cepat sambil tersenyum palsu pada Sasuke.
"Kenapa harus ku temani? Memangnya aku bisa bantu apa?"tanya Sakura. Sasuke terkekeh seraya mengacak lembut puncak kepala Sakura.
"Tentu saja kau sangat membantu, penilaian wanita itu sangat penting untuk hal ini. Aku yakin kau bisa membantu ku, Sakura."kata Sasuke sambil tersenyum. Sakura menanggapinya dengan senyuman palsu di wajahnya.
Entahlah, rasanya menyakitkan ketika harus tersenyum sedangkan hati nya terasa sangat hancur.
"Aku akan membantu mu."ucap Sakura akhirnya. Dia menolak pun Sasuke akan terus memintanya membantu jadi Sakura tidak bisa menolak nya.
Sasuke tersenyum cerah. Senyuman yang sangat indah yang baru Sakura lihat.
"Terimakasih, Sakura. Kau memang sahabat ku."kata Sasuke bahagia. Dan Sakura hanya bisa tersenyum mendengar itu. Ya, dia hanya perlu menahan rasa sakitnya kan.
❄
Hinata menatap bayangin dirinya di cermin. Matanya terlihat sangat bengkak. Dia menangis semalam karena kejadian kemarin. Dia masih belum bisa menerima semuanya, kenapa hal buruk seperti ini harus terjadi padanya.
Dia menatap jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul 11 siang. Jam kuliahnya di mulai jam 1 siang, masih ada beberapa waktu untuk menyiapkan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lotus & Cherry Blossom✔️
FanfictionLotus & Cherry Blossom• Sang Lotus, Hinata yang menyembunyikan rasa sakit di balik senyuman. Dan Sang Cherry Blossom, Sakura yang bersikap kuat untuk menyembunyikan rasa sakit nya. Cover wp by: pinterest Fanfiction remake- START: 02-10-2022 FINISH...
