Warn! Typo bertebaran
"Happy Reading"
❄
"Seperti Matahari dan Bulan yang berganti pada saat nya.. Begitu pun kehidupan .. Dia akan berganti pada saatnya.."
❄
Langkah kaki yang bisa di bilang begitu pelan menyusuri trotoar jalan. Matahari sudah bersembunyi dan di gantikan dengan terang nya rembulan.
Angin yang berhembus beberapa kali juga menambah kesejukan malam di musim panas itu. Gadis itu menghela nafas beberapa kali.
Rasa bersalah tiba-tiba terasa menyelimutinya. Dia beberapa kali menghela nafas mencoba menenangkan dirinya.
Ingatannya kembali pada perbincangannya di caffe.
"Bibi Sakura, tahu? Ini benar-benar menyedihkan. Paman Sasuke.. Dia marah karena ibunya benar-benar kelewatan.. Hiks.. Kami benar-benar tidak mengerti bagaimana bisa seperti ini.. Hiks.."
Gadis bersurai merah muda itu menghentikan langkahnya. Tergiang kata-kata lelaki itu sore tadi di pikirannya.
"Kau tidak mengerti diri ku. Tapi aku mengerti diri mu. "
Rasa bersalah semakin menyelimutinya. Apa yang dia lakukan? Semua sangat keterluan. Lelaki yang berusaha sekuat mungkin hanya untuk membantunya dan dia menyakiti nya.
"Bodoh sekali aku ini! "Runtuknya pada dirinya sendiri. Dia kembali melanjutkan jalannya.
Gadis itu yang tak lain adalah Sakura. "Baiklah.. Aku akan menemuinya besok dan meminta maaf. "Putus nya.
Dengan langkah demi langkah dia menyusuri jalan seorang diri. Dan kini dirinya sudah sampai di depan rumah yang bisa di bilang cukup besar.
Dia masuk ke perkarangan rumah. Lalu dia masuk ke dalam rumah.
"Darimana kau? "
Sakura menatap sang ayah yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan mata menatap televisi di sana juga ada kakak tiri nya bersama ibu tirinya yang menatap nya licik.
"Aku ada urusan tadi. "Jawab Sakura pada ayahnya.
"Urusan apa? Menjual tubuh mu? "
Deg.
Sakit sekali. Kata-kata yang menyakitkan itu menusuk hatinya. Serendah itukah dirinya di mata ayah nya.
"Aku bukan jalang! "Seru Sakura. Dia tersulut emosi. Tidak peduli apapun lagi. Dia tidak peduli! Bagaimana bisa ayah kandungnya bicara seperti itu.
Sang ayah berdiri dari duduknya berjalan menghampirinya dengan tatapan seolah akan membunuh siapa pun yang ada di hadapannya.
Plak!
Bruk!
Sakura hanya diam dengan bersimpuh di lantai. Rasa sakit begitu terasa di pipi kirinya. Bahkan dia merasakan sudut bibir bagian kirinya ikut sobek dan berdarah menandakan betapa kerasnya tamparan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lotus & Cherry Blossom✔️
FanfictionLotus & Cherry Blossom• Sang Lotus, Hinata yang menyembunyikan rasa sakit di balik senyuman. Dan Sang Cherry Blossom, Sakura yang bersikap kuat untuk menyembunyikan rasa sakit nya. Cover wp by: pinterest Fanfiction remake- START: 02-10-2022 FINISH...
