Warn! Typo bertebaran
❄
“ Semua semakin sulit..”
❄
Sakura memeluk erat kucing nya. Kucing bertubuh gemuk berbulu putih dengan corak coklat yang kini kedinginan.
Sakura berusaha menghangatkan kucingnya. Di berjalan tanpa tentu arah. Dia tidak tahu harus kemana.
Hari semakin malam. Di kota ini tidak ada yang bisa dia minta tolong. Dia tidak mungkin meminta tolong Sasuke apalagi lelaki itu hanya tinggal bersama ponakannya. Dia tidak mau Sasuke dan ponakannya mendapat nyinyiran dari tetangga mereka karena menampungnya.
Hinata, Sakura yakini hidup gadis itu sama sulit nya dengannya. Naruto? Mana boleh dia menginap di rumah lelaki.
Sakura berhenti di halte. Dia duduk dan memeluk kucing nya erat. Dia termenung. Menatap salju-salju yang memenuhi jalanan dan suasana yang benar-benar sepi.
Air mata Sakura menetes tanpa Sakura sadari. Dia benar-benar lelah dengan hidupnya yang sangat sulit. Air matanya menetes semakin banyak. Kenapa dia memiliki kehidupan yang seperti ini?
Dia menangis terisak sambil memeluk kucing nya di tengah keheningan malam.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.. "
Dia benar-benar tidak tahu harus seperti apa. Dia benar-benar tidak tahu.
"Nona.. Nona.."
Sakura menghapus air matanya lalu mendongak menatap lelaki yang memanggilnya.
"Nona apa anda baik-baik saja? "Tanya lelaki itu.
Sakura memeluk kucing nya. Dia takut orang di hadapannya orang jahat. Mengerti apa yang Sakura pikirkan lelaki itu terkekeh.
"Tenang nona.. Aku sudah menikah kok.. Dan istri ku lagi hamil sekarang. Jadi mana mungkin aku berbuat jahat. Aku orang baik-baik.. "Ujar lelaki itu sambil tersenyum ceria.
Sakura diam tidak merespon. "Anda mau kemana? Saya akan antar.. Ini sudah malam juga.. Kucing anda juga kelihatan kedinginan. "Ucap lelaki itu sambil menatap kucing yang ada di pangkuan Sakura.
Sakura diam lalu menunduk menatap kucing yang memang benar kedinginan. Dia sendiri tidak tahu mau kemana.
"Nona? "
"Saya tidak tahu mau kemana. Saya tidak punya tempat tinggal dan sudah di usir dari rumah ayah saya."Ujar Sakura.
Lelaki itu tampak terkejut. Lalu menghela nafas pelan. "Ternyata semakin banyak saja orang tua jahat seperti itu."gumam Lelaki itu pada dirinya sendiri.
Dia menatap Sakura yang hanya menunduk. "Tinggal di rumah keluarga kami saja nona.. Istri saya pasti senang karena memiliki teman. "Tawar lelaki itu.
Sakura mendongak menatap lelaki itu. "Bolehkah? "
Lelaki itu tersenyum dan mengangguk. "Mari.. "Ucap nya. Sakura pun mengikuti lelaki itu yang berjalan di depannya dengan tangan memegang bingkisan.
Sakura bisa lihat isinya memang ada susu ibu-ibu hamil. Berarti lelaki itu tidak bohong.
"Jaman sekarang seorang ayah berprilaku seperti penjahat. Huh! "Dumelnya. Sakura hanya diam mendengarnya.
❄
Keesokan harinya..
"Hinata, jangan beranjak dulu. Ada yang ingin ayah katakan. "Ucap lelaki paruh baya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lotus & Cherry Blossom✔️
FanfictionLotus & Cherry Blossom• Sang Lotus, Hinata yang menyembunyikan rasa sakit di balik senyuman. Dan Sang Cherry Blossom, Sakura yang bersikap kuat untuk menyembunyikan rasa sakit nya. Cover wp by: pinterest Fanfiction remake- START: 02-10-2022 FINISH...
