Chapter 5

1K 93 2
                                        

Warn! Typo bertebaran

"Happy Reading"

"Seperti daun yang berguguran dan hancur .. Aku melambang seperti itulah hidup ku.."


Sakura menatap ke arah lurus ke depan. Dia masih mengenakan baju yang sama dengan tadi siang. Dia duduk di kursi yang ada di teras rumah itu.

"Kau tidak apa? "

Sakura dapat mendengar seseorang bertanya padanya dia juga duduk di samping Sakura. Sedangkan, Sakura tidak merespon apapun.

"Sakura.. "

"Aku sengaja melakukannya. Aku ingin mati. "

Sasuke yang mendengar itu terdiam. Matanya terfokus pada Sakura. Dia baru mengetahui bahwa Sakura adalah orang yang memiliki penderitaan yang berat juga.

"Berterimakasih lah.. "

Sakura terkekeh miris mendengar nya. "Terima kasih? Aku bahkan sangat menyesal karena kau menolong ku. Aku ingin mati dan kau menolong ku.. Lucu sekali jika aku berterima kasih. "

Sasuke menghela nafas pelan. Dia menatap lutut Sakura. Celananya robek bagian lutut dan lutut nya juga terluka.

Sasuke bangkit dari duduknya untuk masuk ke dalam rumah dan saat itu berpas-pasa dengan ponakannya. Ponakannya membawa kotak P3K.

"Biar paman saja. "Ucap Sasuke sambil mengambil kotak itu dari tangan Harumi.

"Memang nya paman bisa? "

Sasuke menatap Harumi. "Kau meragukan paman mu? Sudah sana lebih baik kau buatkan coklat panas untuk Sakura dan paman. "Ucap Sasuke.

Harumi menatap Sasuke malas. "Aku akan buat untukku dan bibi Sakura saja. Aku tidak mau membuat kan untuk paman! "Ucap Harumi lalu berlalu meninggalkan Sasuke yang menatap Harumi tidak percaya.

"Ya! Sebenarnya kau ponakan ku atau ponakan nya Sakura sih?! "Seru Sasuke pada Harumi.

Harumi hanya mengacungkan jempolnya tapi dengan arah terbalik secara tidak langsung mengatakan Sasuke cemen.

"Apa-apaan dia itu! "

Sasuke berdengus kesal lalu kembali keluar dan Sakura masih di sana dengan posisi yang sama.

Sasuke berjongkok dan mulai membersihkan luka di lutut gadis itu.

"Akh! "

Ringis Sakura. Sasuke tersenyum satu sudut bahkan gadis itu tetap tidak bisa merasakan sakitnya.

"Dengan luka seperti ini saja kau mendengus kesakitan. Apalagi luka yang parah.."

Sakura menatap Sasuke yang masih setia mengobati lukanya. Sasuke bahkan meniupkan lukanya beberapa kali.

"Jika parah aku tidak akan merasakannya karena setelah itu.. Aku akan langsung mati. "Sahut Sakura.

Sasuke mendengus kesal. Sedari tadi gadis itu terus mengatakan mati - mati dan mati. Menyebalkan sekali. Seenteng itu gadis itu mengatakan nya.

"Kau pikir jika mati itu enak? Apalagi mati dengan cara bunuh diri. Jangan gila! "

Tek!

"Akh! Ittai!!!! "

Sakura berteriak keras setelah Sasuke dengan sengaja menekan lukannya dengan kapas.

Sakura menatap Sasuke dengan tatapan melotot. "Kau gila ya?! Ini sakit! "Ucap Sakura pada Sasuke.

Lotus & Cherry Blossom✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang