Ekstra part

163K 8.2K 293
                                        

"Hallo bini bini  gue, nyampe dimana nih....

"Hai Mas Nizar yang handsome, calon suami Ais_

"Uweek apaan sih alay banget, ganteng dari mananya sih si Nizar itu gantengan juga gue."

Ucapan Aisyah terpotong oleh Hasbi yang tiba-tiba ada di hadapannya, kini mereka berdua sedang berada di gubuk dimana tempat itu yang dulu sering digunakan untuk berdiskusi penyelidikan grup detektif mereka, Syifa menyuruh Aisyah, Hasbi dan Yuda berkumpul di tempat itu.

Syifa dirawat rumah sakit selama 10 hari dan sekarang ia sudah berada di Rumah dari 2 hari yang lalu, hari ini dia ingin sekali bertemu dengan mereka, bernostalgia pada kejadian dulu saat mereka menyelidiki kematian Zahra, karena saat dia mati suri ia bermimpi bertemu dengan sosok sahabat yang ia sangat rindukan.

"Kak Syifa mau ngapain sih nyuruh kita kumpul disini? mana baru kita berdua yang dateng, pada kemana sih? ngaret banget," cerocos Hasbi plis deh mulut Hasbi kayak cewek lemes banget.

"Kamu cerewet banget sih jadi cowok, udah ngatain lakik Aisyah jelek sekarang malah nyerocos sendiri, bukannya kamu ya yang mau lihat baby Han?" sahut Aisyah yang masih fokus dengan handphonenya tapi masih sempat membalas ucapan Hasbi.

Beginilah jika mereka mengobrol di sekolah maupun dirumah pasti selalu ribut tidak pernah akur, walaupun mereka berdua berteman sejak kecil tapi terlihat seperti musuh.

"Saha baby Han?" tanya Hasbi.

"Ya itu anaknya kak Syifa sama Gus Faqih, kan kamu yang semalem bilang di grup pengen liat mukanya baby Han," jawab Aisyah yang merubah posisi duduknya menjadi bersila di atas dudukan gubuk itu dan Hasbi masih saja bolak-balik seperti setrikaan.

"Namanya Hani? Hansyah?Hanna? Tuhan? Kenapa baby Han?" tanya Hasbi lagi.

"Ya aku ga tau, kak Syifa cuman kasih tau panggil bayinya itu baby Han."

"Masa Lo adeknya ga tau sih?"

"Ya emang ga tau, udah deh diem aja bisa ga sih? bikin kesel aja disiang bolong gini," Aisyah sudah bersiap melemparkan tasnya pada Hasbi namun terhenti ketika mendengar deheman dari arah samping kiri.

"Kenapa sih kalian ini ribut-ribut," ucap Syifa saat sudah di hadapan 2 anak itu.

"Itu tuh si Hasbi nyerocos mulu, bikin kesel aja," jawab Aisyah sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada dan wajah cemberut.

"Lah situ, aku cuman nanya aja langsung marah-marah lagi pms nih kayaknya," sahut Hasbi.

Aisyah akan membalas lagi ucapan Hasbi namun dihentikan oleh Gus Faqih dengan intruksi menaruh jari telunjuk di depan bibirnya.

"Sabar Syah, Allah cinta dengan orang-orang yang sabar," ujar Gus Faqih.

"Iya udah jangan ribut, masalah sepele juga diributin, nih kakak dan Mas Faqih bawa hadiah buat kalian," ucap Syifa

Hasbi, Syifa dan Gus Faqih beralih duduk di gubuk itu, lalu Syifa mengeluarkan sebuah kado dari kantong plastik yang ia bawa tadi.

"Ini buat Aisyah," Syifa memberikan kado yang bercorak bunga-bunga itu pada Adiknya. "Dan yang ini buat Hasbi si bocah cilok."

Kotak yang sedikit besar dan berwarna hitam itu untuk Hasbi, keduanya langsung menerima kado itu, senyum langsung terbit di bibir keduanya. "Wihh berat juga hadiahnya, jadi 

"Dalam rangka apa nih kak bagi-bagi hadiah?" tanya Aisyah yang sedang membolak-balikkan kado itu, ia sangat penasaran dengan isinya.

"Itu bentuk rasa terima kasih kakak buat kalian karena udah bantu banyak dalam penyelidikan kematian Zahra, tanpa kalian kakak mungkin ga akan terungkap."

GUS DUDA IS MY HUSBAND (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang