II. HALF SIDED DECLARATION

1.4K 229 17
                                        

"LO APA TADI?!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"LO APA TADI?!"

Serena mendengus, sudah bisa menebak bahwa reaksi teman sebangkunya pasti akan seperti ini.

Yah, sebenarnya bukan salah dia sepenuhnya juga sih. Serena dan Hanbin tadinya hanya sedang berbicara santai soal kabar AC kelas MIPA 2, kelas Zhanghao, yang sedang rusak tidak mau menyala. Lama-lama topiknya malah merembet ke Zhanghao sendiri.

Hanbin yang merupakan teman Serena pastilah akan sedikit bias, apalagi membahas bagaimana cowok itu mengalami kemunduran peringkat beberapa minggu ini. Kalau biasanya, Serena pasti akan ikut "mengatai" Zhanghao karena mereka memang selalu bertentangan tapi karena kejadian kemarin, Serena mau tidak mau harus menghentikan temannya berbicara yang tidak-tidak.

"Let's just... let's not talk about him."

Hanbin tentu bingung. Kenapa nih? Tobat kah? Serena yang kelihatan gelisah juga tidak membantu apa-apa selain bikin Hanbin semakin penasaran, sebelum akhirnya dengan pelan Serena berbisik, "I'm.. in a relationship. With him."

Dan, respon luar biasa terkejut dari Hanbin barusan.

"Beneran sumpah, Ser?! Seriusan lo?"

Serena menggigit bagian dalam pipi kanannya. "It's not that serious."

"You mean your relationship with him is not that serious?"

'Kalo lo ngebocorin fakta 'deal' kita ini ke siapa pun, bahkan temen lo sendiri, sure you know what would happen with that.'

Blackmailing, ancaman Zhanghao kemarin seketika berdering lagi di dalam kepala Serena. Cewek itu membuang napas sebal, ingin sekali berteriak bahwa dia dipaksa dan ini jelas hanya sebuah kebohongan.

"Enggak gitu!" sanggah Serena dengan tawa canggung. "Maksud gue, lo tuh jangan terlalu tegang juga dong Bin. Gue cuman pacaran kok, bukan nikah atau apa."

"Tapi nggak sama Zhanghao juga anjir?!"

"Character development."

Hanbin melipat dua tangannya di depan dada. "Udah berapa lama?"

'Let's say it's been five weeks.'

"Sebulan," kata Serena sesingkat-singkatnya agar tidak ketahuan berbohong.

Hanbin sepertinya ingin bertanya lagi namun terbukanya pintu kelas dan kemunculan Yunjin di sana bikin cowok itu mengurungkan niat. Apalagi setelah teriakan "sapaan" dari cewek berambut dark brown itu.

"SERENA KOK LO NGGAK BILANG SIH KALO JADIAN?"

God.

Serena menyubit lengan cewek yang berasal dari kelas sebelah itu cukup kencang. "Jangan teriak-teriak!"

"SAKIT?!"

"So for the love of God please keep your voice down then?"

Yunjin tentu tidak terima, mengusap-usap lengannya secara dramatis. Dia mengambil satu kursi kosong agar bisa bergabung duduk bersama di bangku Serena dan Hanbin.

LOWTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang