XIII. STARRY NIGHT

1K 207 50
                                        

"Hao."

"Ya?"

"Lo suka sama gue, ya?"

"Lo suka sama gue, ya?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ser!"

"Serena!"

Serena terus berjalan maju, berusaha tidak memberikan respon apapun pada panggilan Zhanghao. Perpustakaan sudah dia lewati, habis koridor kelas sepuluh MIPA, sampai kembali pada wilayah kelasnya, cewek itu barulah berhenti karena lengannya berhasil digapai oleh sang adam.

"Lo kenapa sih, Ser?" tanya Zhanghao setelah Serena berhenti berlari dan membalik tubuh menghadapnya. "Can we talk?"

"Leave me alone." Serena menepis tangan Zhanghao dari lengannya. "Please."

"I'm really sorry, okay," ujarnya. "Gue minta maaf udah ngeiyain ajakan nyokap lo tadi malem."

"Then you shouldn't say yes from the very beginning!" pekik Serena geram. "Lo tuh kayaknya nggak ngerti bakal gimana rumitnya kalo udah nyangkut nyokap gue."

"Gue udah mikirin banyak hal lain sebelum bilang iya, Serena," ucap Zhanghao. "Lo sendiri gak ada mikir? Bisa aja, ini jadi langkah awal supaya nyokap lo bisa berubah. Bisa aja, setelah ini nyokap lo bakal terbuka bukan cuman ke gue tapi juga temen-temen lo yang lain."

"It's not about me!"

Zhanghao mengerutkan dahi. "Hah?"

"It's about us," kata Serena, "me, and you."

Zhanghao sepertinya tidak mengerti jika Mamanya sudah menaruh tangan di hubungan mereka yang jelas hanya berpatok pada sebuah perjanjian ini, akan sangat sulit untuk keduanya memutuskan diri. Serena sudah menghabiskan banyak sekali waktu untuk bisa mengenali watak sang Mama. Mereka berdua akan terikat pada lingkaran yang lebih rumit lagi, dan mungkin akan semakin lama lagi.

Serena tidak mau itu terjadi.

Cowok itu menyisir beberapa helai rambut yang berada di dahinya frustrasi. "Dari ribuan alasan lain yang bisa lo pakai," desisnya, "gue nggak nyangka itu bakal jadi yang paling utama dari lo, Ser."

Tebak, apa alasan Serena tidak mau Zhanghao mengiyakan ajakan dinner Mamanya? Karena cewek itu merasa takut kalau dia akan merasa tidak nyaman dengan sifat moody sang Mama? Bukan. Apa karena Serena tidak mau mengenalkan dirinya? Bukan juga.

Alasannya adalah karena Serena tahu orang tuanya, terutama sang Mama, akan sangat menyukai kehadiran cowok itu, dan dengan alasan tersebut, "perpisahan" antara keduanya di masa depan pasti akan menjadi sulit.

Who could have guessed it, right?

No one.

Zhanghao tertawa dengan garing, memijit pelipisnya yang terasa pening. Benar-benar sudah tidak habis pikir.

LOWTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang