6. Kak Erlangga.

202 10 0
                                    

5 tahun berlalu. Lyora sekarang sudah duduk di bangku SMA kelas 11 jurusan IPS. Lyora dia sudah berubah, yang waktu SMP dia cuek dan selalu diam. Sekarang dia menjadi pribadi yang ramah, dan terbuka. Amelya dan Lyora beda sekolah, Amelya dia sekolah di luar negri karena ayahnya di pindah tugaskan kesana. Tapi Lyora bersyukur dia masih bisa berteman dengan orang-orang yang baru di sekolah barunya. Lyora juga sudah terlalu dekat dengan Thyara, tapi dia sering mendapat luka setiap harinya.

Lyora sekarang sedang duduk di kantin bersama dengan ke dua temannya.

"Luka Lo beneran udah sembuh?" tanya perempuan berparas cantik dengan rambut yang di gerai. Laut seana Brigitha yang sering di panggil Ana atau Laut. Tapi Lyora lebih sering memanggilnya Seana atau Mak lampir.

Lyora tersenyum sambil meminum es teh yang ada di hadapannya. Lyora mengangguk, bahkan hubungannya dan Luke sudah merenggang karena Kinaya.

"Gue udah pasti bunuh diri aja sejak lama, kalau jadi Lo," ujar anak perempuan yang berambut blonde. Raqueenla Ra Zella, yang sering di panggil Queen atau Zella. Queen adalah anak dari luar negri, jadi bisa di bayangkan bahwa ada banyak yang mengantri untuk mendapatkannya.

"Itu kan Lo, bukan gue." Jawab Lyora sambil terkekeh. Dia selalu saja mengalah demi Thyara, bahkan saat Seana dan Queen datang kerumah Lyora untuk kerja kelompok dia bahkan harus mengerjakan semua pekerjaan rumah tanpa di bantu satu orang pun. Luna dan Fano bahkan dia lebih sering memanjakan Thyara, saat Thyara menang olimpiade matematika Fano bahkan sampai membuat pesta untuknya. Sedangkan Lyora? dia bahkan sudah mendapatkan banyak sekali piala dan medali bahkan sertifikat yang hampir satu lemari besar, tidak pernah di rayakan sama sekali.

"Kak Lyora di cari sama kak Erlangga, di tunggu di taman belakang sekolah," ucap salah satu adik kelasnya. Erlangga Darga Kenantha, dia adalah keponakan Alaska, penjaga di rumah Luke. Dari awal Lyora masuk di sekolah SMAN 5 Nusa Bangsa, Erlangga sudah dekat dengan Lyora. Erlangga menjadikan adik.

"Udah sana temuin dulu siapa tau penting." ucap Queen, dan kemudian di angguki Lyora. Lyora segera pergi dari kantin dan meninggalkan kedua sahabatnya. Lyora tidak tau apa yang ingin di bicarakan oleh Erlangga. Alaska sering menemui dirinya di waktu senggang, tak lupa Bastara juga ikut. Lyora sangat senang ketika berada di samping mereka berdua, hati Lyora menghangat ketika dekat dengan mereka. Bahkan penyakit leukimia yang di derita Lyora hanya mereka berdua yang tau.

Lyora sudah sampai di taman belakang sekolah, bisa dia lihat ada Erlangga yang duduk di salah satu bangku taman disana, tak lupa dengan buku yang selalu dia bawa kemana-mana. Lyora segera menghampiri nya.

"Kenapa kak manggil aku?" bahasa yang di gunakan keduanya adalah bahasa formal. Karena Lyora lebih muda dari pada Erlangga. Erlangga menepuk kursi panjang yang sedang dia duduki sekarang, itu adalah isyarat bahwa Erlangga menyuruh Lyora agar duduk di sebelahnya. Lyora kemudian duduk di samping kiri Erlangga.

"Nih makanan buat kamu, titipan dari om Alaska." Erlangga menyodorkan sebuah kotak berisikan makanan 4 sehat 5 sempurna. Lyora tersenyum dan Segera mengambil kotak makanan itu dari tangan Erlangga. Lyora membuka kotak itu dan Segera memakan nya dengan lahap. Erlangga terkekeh ketika melihat Lyora yang makan dengan belepotan.

"Kalau makan itu pelan-pelan aja cil biar gak belepotan kayak gini," Ucap Erlangga.

"Emang aku belepotan ya?"

"Iya nih, sampai di pipi makanannya," Lyora menyengir, Erlangga dengan cepat membersihkan wajah Lyora yang belepotan karena makanannya.

"Makasih kak!" Erlangga mengangguk. Kemudian Erlangga memberikan sebotol minuman untuk Lyora. Dan sebotol obat.

Lyora Dan Kehidupannya (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang