Hari Sabtu tanggal 18 februari.
Hari dimana para muslim berbahagia, ya benar isra mi'raj.
Lia datang ke sekolah dengan bersemangat untuk melihat Kak Numan yang ia cintai.
Namun Lia tak percaya diri karna dia berpakaian layaknya ibu ibu.
"Haha, Kenapa pakaian mu kayak ibu ibu gitu Lia." Tanya Devi.
"Iyaloh haha." Lanjut Valen.
"Gini loh..*
*Kemarin malam..
"Pake apa ya enaknya." Gumam Lia.
"Pake ini aja loh masih bagus." Ucap ibu Lia.
"Engga ah Bu, kesannya nanti aku kayak ibu ibu." Jawab Lia.
"Engga engga nak, coba pakai dulu." Ucap ibu Lia.
"Hufftt...iya iya." Lanjut Lia sedikit kesal.
"Tuh,bagus kan." Ucap ibu Lia.
"Besok dipakai ya." Lanjut ibu Lia.
"Iya." Jawab Lia.
"Gitu, sebenarnya aku mau pake warna item tapi aku gamau memperpanjang akhirnya kupakai saja." Jawab lia.
"Owalah, haha tapi ini lumayan kepanjangan di kamu, apa ga ribet ngebawain rok mu yang kepanjangan itu." Tanya Valen.
"Emang ribet, tapi mau gimana lagi." Jawab Lia.
"Ke kantin ayo Li, bosen dikelas." Ajak Valen.
"Ayo." Jawab Lia.
*Skip di kantin.
Saat di kantin Lia bertemu dengan kak Numan, Lia berusaha bersikap biasa saja agar tidak ketahuan.
(Ya bagaimana pun juga bakal ketauan, upss).
"Eh Li, di situ ada Kak Numan." Ucap Valen.
"Iya tau." Jawab Lia.
"Eh, bukannya di tempat Kak Numan itu kantinnya udah gabuka lagi ya?" Tanya Valen.
"Lah iya, masa buka lagi yak, hayyuk cek ." Jawab Lia.
Lia dan Valen menatap satu persatu gerobak penjual dan tak ada satupun yang buka.
Namun pandangan keduanya teralih pada salah satu gerobak berwarna merah yang terlihat ada seorang cowok didekat gerobak itu.
Lia dan Valen pun menghampiri gerobak yang mereka lihat itu.
Sesampainya didepan gerobak Valen ingin menyodorkan uangnya untuk memesan minuman.
Sedangkan Lia yang merasa ada yang berbeda pada penjual itu hanya diam dan terus memandang cowok didekat gerobak itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Beli..." Belum sempat Valen melanjutkan ucapannya, Lia sudah memotong.
"Ehh Len, itu bukan penjualnya. Coba liat deh. Itu temannya kak Numan yang lagi ganti baju" bisik Lia.
Valen pun memperhatikan cowok yang ada didekat gerobak itu dan tanpa mengatakan apapun ia berlari meninggalkan Lia yang masih diam disana.
Sedangkan Lia masih diam melihati kak Numan yang tertawa kecil.
Tentu saja Lia salah tingkah ketika melihat kak Numan tertawa kecil sambil menatap Lia yang sedang diam mematung melihati kak Numan.
Tak lama Lia sadar jika Valen sudah kabur duluan, dan Lia buru buru mengejar Valen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triasih Badra - Keinginan Bahagia.
RomanceLia seorang gadis yang malang,dengan kondisinya yang miris ditambah kisah cinta nya yang tak mulus pun berharap dia mendapatkan kebahagiaan. Entah itu kebahagiaan dari teman, keluarga atau orang yang Lia suka ,Lia tak peduli asalkan dia mendapatkan...