"Dasar gila!" seru Rei kesal.
Wanita itu kemudian mendorong tubuh Yogi sehingga menjauh. Setelahnya ia berjalan dengan cepat berniat untuk keluar dari ruangan itu. Yogi jelas tak mau kalah ia segera menggenggam tangan Rei.
"Tadi kamu duluan kan yang nantang saya?"
"Gini, pertemuan kita memang aneh, dan itu baru sekali. Kenapa Anda tiba-tiba kayak gini?"
Yogi berkacak pinggang, kemudian menatap Rei dengan bergerak gelisah. "Kalau saya tahu, saya juga nggak bakal kayak gini ke kamu." Yogi jadi bingung sendiri Sebenarnya apa yang terjadi dengan perasaannya saat ini? Bukankah seharusnya itu jadi hal yang biasa saja? Dan pertanyaan itu terus berulang di dalam benaknya.
Rei gelengkan kepala, kemudian berjalan meninggalkan Yogi. saat itu ponselnya berdering. Rei segera mengambil ponsel dari kantong celana yang ia kenakan. Panggilan dari Tedi dan segera ia terima.
"Iya Pak? Bapak sudah di sini?"
"Saya ada di meja kasir sama Strawberry. Kita tunggu di sini ya."
Mendengar itu membuat langkah Rei semakin cepat. Wanita itu tak memperdulikan lagi saat ini Yogi tengah mengikutinya dari belakang. Lagipula Rei kini tengah memikirkan kemungkinan kalau Yogi mungkin saja mempunyai kelainan. Pasalnya dalam satu kali pertemuan ia sudah bisa mengatakan untuk menjadi miliknya.
Tedi membungkuk menatap pada Strawberry yang menatapnya dengan bingung. "Om temennya mami."
Bebe menatap pada Fani staf kafe yang kini berdiri di belakang meja kasir sambil anggukan kepala. Anak itu lalu mengulurkan tangannya. "Strawberry om."
Tedi menyambut uluran tangan itu. "Om Tedi. Bebe udah makan?"
Anak itu anggukan kepala. "Udah, tadi pulang sekolah."
"Itu makan siang sayang. Nanti mau makan sama Om?" tawar Tedi.
Bebe tak segera anggukan kepala, ia berpikir dulu sebelum menjawab pertanyaan itu. "Nanti Bebe tanya mami dulu ya Om."
"Oke anak pinter. Sekarang tunggu mami dulu ya?" tanya Tedi dan Bebe menjawab dengan anggukan kepala.
Rei sampai di depan meja kasir. Wanita itu melihat Tedi yang tengah mengobrol dengan Strawberry, putrinya. Anak itu melihat sang Mami kemudian berlari mengejar dan memeluknya.
"Mami!"
Rei sedikit membungkukkan tubuh untuk menyambut pelukan Putri kesayangannya itu. "Kok bangun Nak?"
"Enggak ada tangan mami," katanya sambil manyun.
Bebe memang setiap tidur harus menggenggam tangan Rei. Tangan itu akan digenggam dan dibawa ke dalam pelukannya. Dan itu yang menyebabkan putrinya selalu terbangun Jika Rei tak tidur di samping Bebe jika harus pergi terlalu lama. Saat Rei tak ada di rumah kareba harus bepergian jauh, biasanya tidur Strawberry akan merasa terganggu dan anak itu akan sering terbangun.
Di belakang Rei, Yogi memerhatikan keduanya. Yogi tau kini bahwa wanita yang dikejar ini telah memiliki seorang anak perempuan. Tatapan pria itu beradu dengan Strawberry, Yogi menatap tanpa senyum, kemudian gadis kecil itu tersenyum ke arah Yogi. Membuat pria berwajah dingin itu tanpa sadar ikut menarik dua sisi bibirnya ke atas. Saat kemudian ia ingat niatnya untuk mengikuti langkah Rei.
"Kamu dari mana?" Tedi bertanya ketika Rei tepat berada di sampingnya.
"Saya ta—"
"Pak Tedi?" Yogi menyapa pria dengan suara bariton di hadapannya.
Hal itu membuat Rei dan Tedi menoleh bersamaan. Tedi tersenyum kepada Yogi, si pucat kemudian berjalan mendekat dan menyalami tangan Tedi dengan akrab. Meskipun bersalaman dengan Tedi, tetapi tatapan mata Yogi tetap mengarah kepada Rei.
KAMU SEDANG MEMBACA
one night stand with janda Gendut
Romansa🍓Sudah tamat di karyakarsa 🍓 Baca lebih cepat di Goodnovel/Karyakarsa Reisya Clemira terbangun dengan Persentase 0% benang melekat pada tubuhnya. Tatapannya mengedar lalu menemukan sebuah note tertempel di cermin. Dengan menutupi tubuh dengan sel...
