Setelah perkataan menyakitkan Taehyung malam itu, baik Sohyun maupun Taehyung tidak ada yang memulai pembicaraan. Taehyung akan berangkat ke kantor pagi-pagi sekali dan pulang malam seperti biasa. Dan Sohyun juga mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya.
Tidak ada lagi tawaran sarapan di meja makan, tidak ada lagi tawaran makan malam. Setiap pulang ke rumahnya, Taehyung hanya mendapatkan keheningan. Bahkan sudah dua hari ini dia tidak melihat wajah sang istri.
Suara bel membuat Taehyung mengangkat kedua alisnya, siapa yang bertamu malam-malam begini pikirnya. Jika itu Sohyun pasti tidak akan memencet bel terlebih dahulu bukan ? Dengan langkah santai Taehyung berjalan menuju pintu utama.
"Kenapa lama sekali." Seorang pria masuk begitu saja tanpa permisi sambil membawa seorang gadis dalam gendongannya. "Dimana kamar kalian ?" Tanyanya bingung sambil melihat sekeliling.
"Kau..." Taehyung mencoba mengingat nama pria itu. Kalau tidak salah pria itu adalah pria yang sama yang berada dalam poto yang viral belum lama ini bersama Sohyun. "Jimin-ssi ? Apa yang kau lakukan ?"
"Membawa istrimu tentu saja. Tadi dia tertidur di dalam mobil dan aku tidak tega membangunkannya."
Taehyung berdecak pelan, "Bangunkah saja dia." Ujarnya dengan wajah seolah tidak perduli.
"Dia sakit Taehyung-ssi. Tadi bahkan sempat tidak sadarkan diri di lokasi pemotretan. Tapi gadis keras kepala ini tidak mau pergi ke dokter. Sekarang katakan dimana kamar kalian atau aku akan membawanya ke rumahku."
Taehyung masih menatap pria itu dengan datar lalu berjalan menuju kamar Sohyun. Dia melihat bagaimana Jimin meletakkan Sohyun dengan sangat hati-hati di atas kasur lalu menyelimutinya.
"Tolong jaga istrimu, tuan Kim Taehyung-ssi. Jika dia bangun ingatkan dia untuk makan malam karena dia belum makan apapun sejak siang." Ujar Jimin sebelum pamit untuk pulang.
Taehyung masih berdiri di dekat ranjang Sohyun setelah kepergian Jimin. Pria itu menatap wajah pucat sang istri yang tertidur. Setelah hampir satu menit berdiri disana, dia memutuskan untuk kembali ke kamar. Namun langkahnya terhenti di depan pintu saat mendengar rintihan Sohyun di dalam tidurnya.
"Sohyun ?" Panggilnya, karena gadis itu seperti sedang menahan rasa sakit.
Sohyun hanya terus merintih dan bergerak gelisah dalam tidurnya.
"Hei, Sohyun? Bangunlah. Ada apa denganmu ?" Taehyung menepuk pelan pipi Sohyun, berharap itu dapat membangunkan gadis itu.
"Sa-sakiit..." Gadis itu berujar pelan sambil memegang kepalanya.
"Aku akan panggilkan dokter."
"Ti-tidak. O-obat... di la-laci." Sohyun berujar susah payah sambil berusaha bangkit untuk mengambil obat dilaci kecil yang berada di dekat ranjangnya.
Namun Taehyung bergerak cepat dan langsung membuka laci. Ada dua botol kecil obat yang sama di dalamnya. Satu botol sudah kosong dan satunya tinggal setengah. Obat apa ini ? Apa selama ini Sohyun sakit ?
Taehyung segera memberikan botol obat tersebut saat Sohyun menarik bajunya pelan. Dan selanjutnya dia hanya memperhatikan saat Sohyun menelan pil putih itu dan menegak air yang di berikannya.
"Sudah lebih baik ?" Tanya Taehyung sambil mendekati Sohyun dan duduk di pinghi ranjang.
"Kepalaku sakit sekali." Ujar Sohyun lemah. Dia tidak berbohong, kepalanya benar-benar sangat sakit seperti di tekan oleh sesuatu.
Tangan Taehyung tergerak untuk memijat pelan dahi Sohyun, jujur saja dia merasa kasihan melihat Sohyun kesakitan seperti sekarang, wajahnya sangat pucat dan bekeringat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Paenitet ✓
FanfictionBagi Sohyun, pernikahan hanyalah sebuah dokumen, tiket sekali jalan untuk menuju kemerdekaan dari sangkar emas. Dan bagi Taehyung, pernikahan adalah bisnis yang diselimuti simpati. Namun, saat masa lalu yang gelap dan berlumur luka tiba-tiba mengg...
