18

287 31 23
                                        

Jimin benar-benar marah saat mendengar apa yang terjadi pada Sohyun, dia bahkan ingin menghampiri Junyong dan membuat pria itu mempertanggung jawabkan semua yang telah dilakukannya.

"Mengapa kau diam saja dan tidak melakukan apapun? Apa sangat sulit untuk menangkapnya? Atau memang kau tidak peduli?" Tanya Jimin yang masih belum bisa menenangkankan amarahnya.

"Kak Seokjin sudah mengurus kasus ini. Namun karena Sohyun kehilangan sebagian dari ingatannya, ini menjadi sedikit sulit."

Helaan nafas kasar keluar dari bibir Jimin, "Kali ini kita harus benar-benar menangkap penjahat itu. Dia bisa saja kembali melakukan sesuatu nantinya."

Taehyung mengangguk pelan, "Ya."

Di tempat lain, Seokjin baru saja kembali dari kantor polisi untuk mengurus pelaporan terhadap Junyong dengan tuduhan penculikan terhadap sang adik berbekal cctv yang dia dapatkan.

Saat berada di lobi rumah sakit, pria itu bertemu dengan kedua orang tuanya.

"Seokjin-ah, bagaimana keadaan adikmu?" Tanya sang ayah. "Sebenarnya apa yang terjadi pada Sohyun?" Lanjutnya.

Seokjin menghela nafas pelan, dia sudah tidak punya energi untuk marah. Sepertinya, sudah saatnya kedua orang tua ini di beritahu tentang apa yang terjadi pada putri bungsu mereka.

"Ibu, ayah. Ada hal penting yang harus aku sampaikan mengenai Sohyun. Tapi tidak di sini." Seokjin melirik sekitar, "Ayo kita cari tempat yang lebih nyaman."

Seokjin akhirnya mengajak kedua orang tuanya untuk pergi ke salah satu cafetarian yang berada di sekitar rumah sakit.

"Jadi ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi pada Sohyun?"

"Ada banyak hal yang terjadi, ayah. Dan semua ini karena kita.."

"A-apa maksudmu?" Tanya Hyejong yang mulai tidak tenang. "Jangan membuat ibu takut, Seokjin-ah."

Pria tampan itu memberanikan diri untuk menatap mata kedua orang tuanya secara bergantian sebelum mulai menceritakan semua yang terjadi pada Sohyun.

"Ti-tidak mungkin! I-itu tidak mu-mungkin." Ujar Hyejong dengan bibir bergetar menahan tangis.

Sedangkan Heechul hanya terdiam dengan kedua tangan terkepal di atas meja, matanya merah dengan rahang yang mengeras.

"Itulah yang terjadi ibu." Seokjin menunduk dan mengusap air matanya yang mulai berjatuhan. "A-aku.. tidak. Kita.. kita telah gagal menjaga Sohyun. Apa yang terjadi padanya adalah kesalahan kita."

Hyejong mulai terisak, "Astaga! Putriku, Sohyunku... Bagaimana ini? A-aku benar-benar ibu yang buruk." Ujarnya di sela-sela tangisan yang semakin keras.

Heechul benar-benar merasa di hempaskan ke dalam jurang yang gelap dan dalam. Setelah bertahun-tahun, kenapa baru sekarang dia tahu? Apakah sejauh itu hubungannya dengan sang anak? Mengapa dia tidak menyadari jika terjadi hal yang sangat buruk pada putri kecilnya. Apakah dia adalah orang tua yang paling buruk?

"Sekarang Sohyun kehilangan sebagian dari ingatannya. Dia tidak mengingat lagi kejadian buruk itu. Namun, itu membuat kita semakin sulit untuk melaporkan Junyong. Kita juga tidak memiliki bukti yang kuat."

Paenitet ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang