19

231 28 9
                                        

Seumur hidupnya, Heechul tidak pernah memanfaatkan apa yang dia miliki untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Semua yang dia dapatkan sampai di titik ini adalah hasil usahanya sendiri. Namun, kali ini dia akan melakukan apa saja untuk memberikan putrinya keadilan. Dia harus membuat Junyong berada dalam jeruji besi dengan cara apapun.

"Bagaimana? Kau sudah memberikan berkasnya pada polisi?"

"Sudah, tuan." Balas Suno. Dia adalah sekretaris Heechul. "Siang ini mereka akan mendatangi tuan Junyeong." Lanjutnya.

Heechul mengangguk pelan, dia sudah mengajukan penuntutan terhadap Junyong karena telah melakukan penculikan terhadap putrinya. Untuk hal lain yang dilakukan pria itu pada Sohyun, dia belum bisa mengajukan tuntutan karena tidak memiliki bukti yang kuat.

.

.

.

"Jadi.. bagaimana keadaanmu sekarang?"

Sohyun tersenyum tipis, "Aku lebih baik. Tapi ingatanku masih belum kembali." Ujarnya. Beberapa saat yang lalu, dia menghubungi Jimin dan meminta pria itu untuk menemuinya di rumah. Dan siapa sangka pria itu benar-benar datang menemuinya secepat kilat.

"Tidak apa-apa. Aku senang kau menghubungiku dan memintaku datang walaupun kau belum mengingatku." Balas Jimin dengan tulus. Dia benar-benar bahagia saat Sohyun menghubunginya tadi, dia pikir wanita itu sudah mengingatkannya. Tapi tidak apa-apa, begini saja juga sudah baik untuknya.

"Terimakasih." Sohyun tersenyum lembut.

Jimin mengangguk pelan, "Jadi.. kenapa? Apa ada sesuatu yang ingin kau tanyakan?"

"Ya. Ini mengenai pekerjaan kita."

Jimin tersenyum tipis dan menatap Sohyun, "Tanyakan saja apapun yang ingin kau ketahui."

"Sebelumnya aku ingin bertanya, apa kita sangat dekat? Maksudku.. dalam hal pekerjaan."

"Tentu saja. Kita selalu di pasangkan di berbagai proyek, kita juga berteman baik. Dan... kau banyak tahu hal tentangku."

"Benarkah? Maaf, seharusnya aku tidak melupakanmu." Lagi-lagi Sohyun merasa bersalah.

"Hei, itu tidak apa-apa. Jangan merasa terbebani dengan apapun. Suatu saat nanti kau juga akan mengingatnya lagi." Jimin mencoba menghibur wanita itu. Walaupun sebenarnya dia juga tidak yakin dengan ucapannya sendiri.

Sohyun mengangguk pelan, "Em, kau bilang aku tahu banyak hal tentangmu. Jadi.. kau pasti juga tahu banyak hal tentangku bukan?"

"Ya.. bisa di bilang begitu."

"Kalau begitu bisakah kau memberitahuku tentang Taehyung? Maksudku.. bagaimana hubunganku dengannya?"

Jimin mengalihkan tatapannya ke arah meja yang sudah tersedia secangkir kopi. Dia bingung, apa dia harus memberitahu semuanya secara jujur?

"Jimin?"

"Ah, iya?" Pria itu langsung menoleh kembali ke arah Sohyun, "Emm.. baik. Hubungan kalian berjalan dengan baik."

Sohyun menatap pria itu dengan mata yang menyipit, seolah meragukan jawaban yang keluar dari mulut Jimin. "Benarkah? Apa aku pernah mengeluh padamu tentang Taehyung?"

"Itu.. sesekali terjadi. Seperti rumah tangga pada umumnya." Jimin terkekeh pelan setelah mengakhiri kalimatnya.

Sohyun mengangguk pelan lalu kembali bertanya perihal pekerjaan yang sering mereka lakukan bersama.

Sementara di tempat lain, Han Jusik mengamuk tidak terima saat beberapa polisi datang ke kediamannya untuk menangkap putranya.

"Apa-apa ini?! Siapa yang mengizinkan kalian datang ke sini?"

Paenitet ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang