20

132 20 10
                                        

Sohyun mulai merasa curiga saat mobil yang membawanya melaju secepat kilat melewati kendaraan lainnya. Dia melirik pria yang mengemudi di sebelahnya, pria itu memasang wajah santai seolah sudah terbiasa membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata itu.

"Maaf, kita akan pergi ke rumah sakit mana?"

Junyong tersenyum miring sebelum memutar stir ke arah kiri dengan cepat, membuat Sohyun terkejut hingga kepalanya hampir membentur jendela kaca mobil.

"Kau..."

"Diamlah, Sohyun. Aku akan membawamu kembali ke tempat dimana seharusnya kau berada."

"Apa maksudmu?" Sohyun menatap tajam pria di sebelahnya.

Bukan jawaban yang Sohyun dapatkan, melainkan sebuah tarikan di tangannya hingga membuat wanita itu tersentak saat wajahnya berada tepat di depan wajah pria itu.

"Apa kau sudah gila?" Tanya Sohyun, matanya menatap jalanan gelap di depannya dengan ngeri. 

"Kau tidak seharusnya melupakanku, Sohyun." Pria itu menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba kemudian menyingkirkan helaian rambut yang hampir menutupi mata Sohyun. "Sekarang aku akan membuatmu mengingat apa yang seharusnya tidak kau lupakan."

Junyong menarik wajah Sohyun dan mencium bibir wanita itu dengan paksa.  Sohyun hendak memberontak, namun kepalanya di tahan oleh tangan besar pria itu.

Karena merasa di lecehkan, Sohyun akhirnya menggigit bibir bawah pria itu hingga berdarah.

"Sialan!" Teriakkan itu bersamaan dengan bunyi sebuah tamparan yang sangat kencang. "Beraninya kau__," perkataan Junyong terhenti saat melihat wanita yang baru saja mendapatkan tamparan itu terlihat lemas dan perlahan tidak sadarkan diri dengan sudut bibir yang terluka.

"So-sohyun?" Dengan hati-hati, Junyong menangkup wajah wanita itu. "Maaf. Maafkan aku." Ujarnya tampak menyesal sesaat, kemudian tersenyum kecil sebelum membawa Sohyun keluar dari dalam mobil menuju sebuah rumah kecil yang belum lama ini dia beli.

.

.

.

"Sial! Kemana dia membawa Sohyun pergi." Taehyung mendesah kesal setelah memukul stir dengan tangannya. Dia benar-benar tidak menyangka Junyong akan berbuat senekat ini.

"Ayo kita pergi ke tempat dimana dia membawa Sohyun saat itu." Usul Seokjin yang berusaha untuk tenang meski hati dan pikirannya sedang tak tentu arah.

Taehyung mengangguk, sebelum menjalankan mobilnya. Hatinya benar-benar terasa tidak tenang. Dia takut dan khawatir, kejadian terakhir kali kembali melintas di kepalanya dimana Sohyun dilarikan ke rumah sakit karena tenggelam.

"Taehyung, tenanglah." Seokjin yang melihat Taehyung terlihat tidak fokus dalam mengemudi segera menepuk bahunya. "Sohyun akan baik-baik saja."

.
.
.

Pusing adalah hal yang pertama kali Sohyun rasakan saat membuka kedua matanya. Wanita itu juga mendesis pelan saat sudut bibirnya terasa sakit dan pipinya kebas.

Kamar dengan nuasa abu-abu gelap ini terasa tidak asing baginya. Beberapa potongan ingatan kembali berputar di kepalanya seperti sebuah film.

Dingin...

Rasa sakit...

Dan gelap...

Semua itu kembali Sohyun rasakan, dadanya terasa sempit seolah pasokan oksigen di sekitarnya menipis. Dadanya kembang kempis dengan mata yang mulai memidai ke segala arah.

Tempat ini!

Sohyun ingat sekarang.

Junyong..

Dan Taehyung?

Paenitet ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang