Aniyo

486 31 1
                                    

🙏
Mohon maaf ya gaes
Ceritanya random  xixixi
🙃
.
.
.
.

"Hyung! " panggil seorang anak dari arah belakang tae

Tae menoleh "kookie, paman" tae berusaha menghilangkan bekas air matanya & berusaha tak terjadi apa2

Ternyata paman (taehan) belum pulang, supir pribadinya datang hanya untuk mengantar kookie yang ingin menginap bersama taehyung.

Kookie adalah panggilan kesayangannya kepada adik sepupunya yang bernama jungkook, ia adalah anak semata wayang kim taehan (paman tae). ibunya meninggal saat melahirkannya. Jungkook sudah dianggap seperti adik kandung sendiri bagi tae. Karena disaat keadaan paling terpuruk terjadi pada keluarga besar kim taehyun 2 tahun silam, keluarga taehan lah yang mengurus segalanya.

Di saat seokjin & yoongi yang tiba2 dipanggil keluar kota untuk mengurus bisnisnya pun, taehan dengan sigap membantu tanpa pamrih. Jungkook juga selalu menemani tae saat ia terpuruk dirumah sendirian. dia lah satu2nya tempat tae berkeluh kesah. Karena tak mungkin tae bercerita kepada para hyungnya, karena pertama tak ada waktu.. dan kedua mungkin karena hanya mereka berdua anak2 yang ada di keluarga itu.

Taehyun mengalami depresi berat semenjak kepergian mendiang istrinya sampai2 ia harus menjalani Psikoterapi ( merupakan salah satu langkah penanganan depresi ) selama 9 bulan berturut2.. ia juga hampir mencoba bunuh diri sebanyak 2x.

Untungnya appa dinyatakan sembuh oleh dokter & kembali menjalani kehidupannya seperti biasa.

2 bulan kemudian pasca psikoterapi appa pergi ke jepang untuk bekerja dengan perusahaan disana, dan selama 1 tahun penuh beliau bekerja disana, tak 1 pun kabar yang ia berikan untuk putra bungsunya.
.
.
.
Mereka saling berpelukan erat karena saling merindukan..

"Aku merindukanmu kookie"

"Kau berlebihan.. padahal aku baru pulang 2 hari yang lalu hyung--"
--Hyung? Kau menangis?" Tanya jungkook

"Aniyoo.. aku hanya mengantuk kook"  tae berusaha tegar & berpura2 mengusap matanya seolah mengantuk

Pergilah mereka berdua ke kamar tae.
Saat datang tae langsung membaringkan tubuhnya dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.

Kookie melihat gumpalan selimut itu bergerak2.. lalu ia mendekatkan kupingnya

"Hyung.. aku tau kau menangis"
Bisik kookie pelan ke tae yg berbaring memunggunginya .
Isakan tangis tae mengeras saat mendengar bisikan itu

"Aku tau kau merindukan eomma kan hyung..... aku juga merindukan eommaku.. hmmm mungkin eomma kita telah bertemu dan bahagia di surga hyung" cerocos kookie polos

Tae tambah terisak dann meremas kuat2 selimut yg menutupi tubuhnya, mendengar hal itu kookie meletakkan kepalanya di atas tubuh tae dan memeluknya hangat..

"hyung maaf.. tapi.. kau harus bersyukur karena kau masih sempat merasakan kasih sayang seorang eomma.. " -kookie

Tae me memeluk kepala kookie dan mengelus tengkuk kepalanya

Kata2 hangat itu meredam emosi taehyung yang terisak2 "maafkan aku kookie.." ucap tae sesak

Mereka saling menghangatkam dan menguatkan di tengah dinginnya malam yang gelap..seketika tanpa sadar mereka telah terlelap pulas
.
.
.

📍Ruang keluarga

"Dimana taehyung? " tanya seokjin

"Dia di kamar bersama kookie" jawab taehan santai

"Apa?.. padahal anak itu belum menemui appa. Biarku bangunk--"  jin ingin beranjak berdiri dari sofa namun ditahan oleh appa

"Biarkan dia tidur, ia telah membantuku banyak hal hari ini" saut yoongi yg meletakan cangkir kopinya yang telah habis dan pergi dengan santai

"Mau kemana kau nak?" tanya appa

"Tidur" sahut yoongi datar

"YOONGI!" Jin mengepalkan tangan & beranjak mengejar yoongi namun ditahan oleh appa

"Biarkan dia pergi"  ujar taehyun yang terlihat pening.. ia mengernyit2kan dahinya dan memijat2 kepalanya dengan jari2

"Appa.. kau baik2 saja..??" Seokjin memerhatikan sang ayah yang menahan sakit

Taehyun mengangguk 

"Maaf appa atas sikap mereka"

***

Hari2 telah berlalu tak terasa sudah beberapa minggu jungkook menginap di rumah taehyung, jungkook dan taehyung bersekolah di sekolah yang berbeda.

Suatu sore taehyung terlambat pulang karena ada pelajaran tambahan + praktek pengambilan nilai.  ketika hari sudah mulai gelap, angkutan umum sudah sepi. Hari itu taehyung dan sahabat sekelasnya jimin memilih pulang berjalan kaki dari sekolah.. jarak yang lumayan jauh menghabiskan waktu mereka di jalan..

"Bye tae!" Teriak jimin sambil berlari

"Mau ku antar?" Tanya tae yg berdiri di ambang gerbang rumahnya yg super luas

"Aniyo!! " jimin berlari sambil melambai2kan tangannya

Tae memasuki rumah..

"Tuan muda darimana saja?? Kan sudah ahjuma bilang berkali2, sementara jangan ikut kelas tambahan dulu.. fikirkan kondisi tubuhmu" ujar dam (art rumah) khawatir

"Hehe.. maaf ahjumma.. aku harus melakukannya untuk nilaiku"

Ahjumma hanya geleng2.. "syukurlah tak terjadi apa2 pada mu.. ahjumma hanya khawatir vertigomu kambuh lagi jika kelelahan"

"Aku baik2 saja ahjumma.." tae tersenuum kotak

Padahal ia sudah merasa pusing sejak tadi siang. Tae terus menahannya hingga pelajaran terakhir selesai demi nilai yang sempurna, supaya appa bangga padanya.

Tae selesai membersihkan badannya ia menyusuri koridor rumah berniat mencari jungkook. Ia berlari kesana kemari tanpa menghiraukan rasa sakit di kepalanya.. tubuhnya muali lunglai, namun ia kekeh untuk mencari adik sepupunya. Disebuah persimpangan koridor tae menabrak seseorang

*Bruk!

Tae terjatuh

"Dari mana saja kau tikus kotor?"  Tanya seorang pria tua tinggi di hadapannya.

"Appa.."

Pria itu meraih kerah baju tae dan menariknya hingga tae berdiri. "Kau mau mempermalukan aku bagai mana lagi hah!" Berteriak di depan wajah tae

"Apa maksudmu appa"

"Dasar bodoh! Kau pikir anak kecil seperti mu pulang larut malam untuk apa!?" Appa semakin menaikkan tarikannya yg membuat tae terasa sesak

"Akh.. A.. a.. mpun appa.. t..tae sesak.. " tae berusaha melepas genggaman sang ayah

"Apa yang akan orang2 katakan padaku! Anak biadab! Tak punya sopan santun!"

"Lepaskan aku appa aku mohon.."

Appa mendorong tae hingga jatuh

"Akh!...













Unfair (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang