Bagaimana perasaanmu jika harus kembali bertemu dengan mantan kekasihmu setelah lima tahun lamanya?
Entahlah, aku tidak mengerti tentang apa yang aku rasakan kali ini.
Semuanya terasa campur aduk. Namun, aku yakin benar bahwa apa yang aku rasakan bukanlah sesuatu yang menyenangkan, bukan sesuatu yang membuat jantungku berdetak kencang karena gembira, maupun bukan sesuatu yang membuatku merasa akan terbang karena senang.
Ini lebih pada perasaan takut, tidak senang, dan juga rasa sedih yang bercampur menjadi satu hingga membuat tubuhku lemas.
Uchiha Sasuke.
Aku ingat benar bagaimana aku dan dia berpisah.
Itu bukan sesuatu yang mudah aku lupakan karena pada saat itu terjadi, aku menangis semalaman di kamar hingga mataku sembab, mengunci diri di kamar dengan harapan tidak ada satupun orang yang tahu bahwa aku baru saja menangis, karena putus cinta.
"Akhiri ini, aku sudah lelah."
Kupejamkan mataku sembari menyenderkan kepalaku pada pintu kaca mobil yang tertutup rapat. Kemudian berharap kepada Tuhan agar kejadian-kejadian pada masa itu terhapus dari ingatanku dengan segera.
Itu bukan ingatan yang bagus. Sebaliknya,
itu adalah ingatan yang menyedihkan.
"Bagaimana kabarmu?"
Suara yang sudah lama tidak aku dengar, datang dari pria yang duduk di kursi kemudi, mengendarai mobil melewati padatnya Kota Senju yang ramai dengan begitu lihai.
"Aku baik-baik saja." Jawabku singkat.
Meraih ponselku, aku segera memutar lagu, menyambungkannya ke dalam earphone dan kemudian menyumpalkan benda berwarna ungu muda itu ke dalam telingaku. Aku bahkan tidak perlu repot untuk sekedar menanyakan bagaimana kabarnya setelah lima tahun tidak berjumpa.
Ya, barangkali aku tidak peduli,
atau mungkin, aku sedang berusaha untuk tidak peduli.
Jadi, dari sana, aku mulai memejamkan mata, menolak berbicara, dan membiarkan keheningan mengisi waktu kami berdua.
******
"Aku menyukaimu. Mau menjadi kekasihku?"
Kuseret koper berwarna biru tua yang berisi pakaian-pakaianku ke dalam gedung apartemen Sasuke. Aku tidak membawa banyak barang, itu hanyalah sebuah koper dengan ukuran sedang yang aku isi dengan berbagai pakaian kantor dan pakaian sehari-hari. Tidak banyak, aku hanya membawa sekitar delapan setel pakaian termasuk pakaian kerja.
Sengaja kulakukan karena aku tidak berniat untuk tinggal disini dalam waktu yang lama.
Rencanaku, aku akan tinggal disini selama lima hari, dan diam-diam pergi mencari apartemen lain dengan harga yang sesuai dengan nominal uang di rekeningku.
Lebih baik begitu.
Toh, aku yakin jika Sasuke tidak akan nyaman berbagi atap yang sama denganku.
"Kau bisa tinggal di kamar ini."
Aku menghampiri Sasuke yang berdiri di depan sebuah kamar. Ada dua kamar disana, letaknya bersebelahan. Aku asumsikan, kamar di sebelah kamar yang Sasuke alokasikan untukku adalah kamar pria itu sendiri. Melihat itu, aku semakin yakin untuk segera pindah dari tempat ini sesegera mungkin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unperfect
FanfictionSejak Hinata dan Sasuke memilih untuk mengakhiri hubungan mereka yang lama-kelamaan seperti benang kusut, mereka berdua sudah berhenti untuk saling menghubungi satu sama lain. Satu Tahun Dua Tahun Tiga Tahun Empat Tahun Lima Tahun Waktu untuk mereka...
