"HAHAAHAHA."
Suara tawa yang menggelegar itu berhasil memecahkan lamunan dari pria asal Surabaya yang memiliki nama lengkap Lee Jeno Warjanto.
Jeno tersentak kaget dan panik. Suaranya kian terdengar jelas. Dia segera memperhatikan ruangan yang dia jadikan persembunyian untuk sesi kali ini. Tapi sayangnya, dia sepertinya salah mencari tempat persembunyian. Ruangan ini tidak memiliki banyak barang-barang yang bisa dia jadikan perlindungan.
Kreeeek!
Pintu ruangan sudah terbuka. Dengan kepanikan yang menyelimutinya, Jeno hanya mampu bersembunyi di bawah meja komputer dengan mengandalkan kursi yang ia duduki tadi untuk menutupinya.
Impostor telah berada di dalam secara total. Dengan pakaian yang serba merah darah dilengkapi dengan topeng yang senada dengan warna baju. Tangan kanannya memegang sebuah celurit yang mengkilau.
"Jeno-ssi." Jeno tidak bisa mengenali suaranya karena suara itu terdengar seperti suara robot yang sudah di setting khusus.
Dengan mudah, impsotor tersebut dapat menemukan Jeno. Impostor itu ikut berjongkok dengan tangan kiri yang menarik kursi yang digunakan penghalang oleh Jeno dan melemparnya ke belakang begitu saja.
Sekarang, posisi Jeno berhadapan dengan dengan impostor. Tangan kiri impostor yang kosong, kini ia gunakan lagi untuk menarik Jeno. Sementara Jeno sendiri sudah berusaha keras untuk melepaskan dirinya dan berniat menendang impostor tersebut. Tapi nyatanya, itu tak mampu ia lakukan. Entah karena impostor yang terlalu kuat atau Jeno yang sekarang terlalu lemah.
Badan Jeno terbanting karena imoostor yang mendorongnya dengan amat keras. Dengan kekuatan yang masih dipunya, Jeno bangun dan berlari menuju pintu ruangan yang sekarang sudah terkunci entah sejak kapan. Tangannya menggedor-gedor keras pintu.
"AAAAKKHH!" Sesuatu yang tajam terasa menembus kulit belakang Jeno. Darah segar mengalir deras membuat bau amis tercium.
Nafas Jeno tersengal, namun dia masih berbalik arah berhadapan dengan impostor.
"Bangsat, lo," ujar Jeno dengab nada super lemah. Dan seiring itu juga.
"Gue cuma mau audisi, bukan mati." Pandangannya benar-benar kabur saat wujud impostor berubah menjadi wujud aslinya. Tanpa membuang waktu, sang impostor membuka pelan pintu yang ajaibnya begitu mudah dibuka dan meninggalkan Jeno yang terduduk lemas.
"Chan, maaf." Dalam keadaan yang masih sedikit tersadar, pikirannya menuju ke Haechan yang bisa jadi akan menjadi orang pertama yang dicurigai.
"Jaem, maaf." Maaf terakhir untuk sahabat kecilnya yang kemana-mana selalu bersama. Maaf karena Jeno tidak bisa menepati janjinya agar bisa debut bersama dan sukses bersama hingga tua. Kalimat itu juga menjadi kalimat terakhir bagi Jeno. Mata Jeno tertutup sempurna, nafasnya tak lagi tersengal karena sekarang dia telah damai. Perlahan, Jeno hilang diikuti dengan darah yang tadinya membasahi lantai pun kembali menjadi bersih.
Dia, didiskualifikasi.
Dia, tidak diterima.
***
Sesi kedua : Lee Jeno dinyatakan sebagai korban.
Silakan berdiskusi.
Para personil dari grup DREAM terkulai lesuh. Mereka masih tidak bisa mempercayai apa yang mereka dengar beberapa menit yang lalu. Wajah tampan yang tengah tersenyum itu ditampilkan menambah rasa sesak di hati rekannya bahkan dari grup kawan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Impostor✅ [REVISI]
Teen Fiction"Nih, ada agensi open audisi nih!" Mimpi yang seharusnya dapat mereka capai dalam beberapa langkah lagi menjadi sirna begitu saja. Agensi itu bukan agensi biasa, masuk ke dalamnya ternyata bukan merealisasikan cita, tapi justru merenggut nyawa. 17...
![Impostor✅ [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/341362155-64-k679063.jpg)