"Woi! Cepet siap-siap elah." Sebuah suara berhasil membuka kedua mata seorang pria yang masih bersantai sembari menikmati alam mimpi.
"Hm?"
"Ham hm ham hm lo, buruan. Acaranya udah mau dimulai bentar lagi. Lo profesional dikit dong jadi idol!" Pria tinggi dengan badan kekar menyemprot karibnya yang masih saja berleha-leha di trampolin raksasa yang berada di ruang bermalas dari label mereka.
Ruangan ini sangat besar. Super besar untuk ukuran dua orang idol saja. Terkadang kedua pria itu masih tak menyangka bahwa mereka dapat bekerja di label yang super royal ini. Bagaimana tidak? Segala fasilitas tersedia di sini, belum lagi mereka benar-benar diperlakukan layaknya raja. Benar-benar spesial.
"Sabar, Woo. Mata gue masih ngantuk," balasnya. Jeongwoo menghela nafas. Dia juga sebenarnya sama seperti temannya yang bernama Haruto itu. Dia baru saja bangun setelah merasa dirinya terpental-pental. Entah bagaimana kejadiannya, dia merasa ada sedikit hal aneh. Tapi, semuanya kembali sirna saat sebuah denting notifikasi dari ponselnya berbunyi. Ternyata peringatan jadwal. Lantas, dengan cepat dia mencoba membangunkan Haruto. Lagipula adanya dia ke sini pasti karena keinginan dan berakhir dengan ketiduran. Jadi, dia tak mempedulikannya.
"Terserah dah, gue mandi dulu. Lo awas aja masih belum bangun kalo gue udah mandi," cecar Jeongwoo pada Haruto yang masih terasa enggan meninggalkan suasana mimpinya.
***
Suasana di luar begitu ramai. Setidaknya itu kesimpulan yang dapat diambil oleh Jeongwoo kala mendengar teriakkan bergemuruh saat namanya dan karibnya disebutkan oleh MC. Kepalanya menggeleng pelan, masih tak percaya bahwa dia dapat berada di sini, di puncak kesuksesan. Entah sudah puncak, atau masih ada puncak-puncak lainnya.
"Lo siap, To?" Tanya Jeongwoo sambil menggigiti jarinya.
Haruto mengalihkan atensinya ke arah Jeongwoo. Dilihatnya pemuda itu tengah dilanda kekhawatiran.
"Sans, lo udah sering nyanyi di depan orang rame. Kok masih gemetar aja," balas Haruto yang menarik kembali perhatiannya menuju ponsel.
Jika kalian mengira dia sedang bergelut di sosial medianya, maka itu salah. Dia sendiri sedang melihat pesan-pesan yang masuk. Dan, ada satu pesan yang sejak tadi menyita perhatiannya. Pesan itu dikirim oleh nomor tidak dikenal. Cukup aneh mengingat nomor mereka sangat dijaga oleh pihak label. Lagipula itu hal yang privasi. Pemuda itu jadi sedikit takut ketika bayangan-bayangan buruk terlintas di pikirannya.
082267xx5xxx
VIP baris ketiga, baju hijau.
Dahi Haruto mengkerut tanda bingung. Kepalanya dia telengkan untuk mengingat apakah sebenarnya dia ada mengirimkan pesan kepada seseorang atau setidaknya bertemu seseorang. Tapi nihil. Haruto tidak menemukan sosok yang dicarinya. Bahkan sudah cukup lama dia tidak keluar bersama teman kecuali dengan Jeongwoo. Itupun pasti diiringi oleh bodyguard mereka. Selain itu, dia hanya bertemu seseorang dalam kepentingan karir dan pekerjaannya. Dan lagi-lagi itu semua akan dikawal oleh banyaknya bodyguard label.
"Lo kenapa?" Jeongwoo bertanya ketika melihat lagak Haruto yang aneh. Mendengar hal tersebut, sontak Haruto menggeleng sembari menutup layar ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku celana. Dia akan memberitahu Jeongwoo, tapi tidak sekarang. Yang ada, laki-laki itu bisa makin panik dan berakhir mendekam di kamar mandi. Lagi-lagi hal ini dapat mengecewakan fans yang sudah menunggu dalam waktu lama.
Lima belas menit dilalui dengan buka tutup ponsel, sesekali melantunkan lagu yang akan dibawakan nanti. Hingga MC benar-benar sudah memanggil nama kedua barudak tersebut untuk segera bergabung ke depan layar. Saat itu pula terdengar gemuruh teriakan diiringi dengan tepukan tangan dari penonton.
H&J -nama panggung mereka- sudah seterkenal itu.
"Nyanyi sama-sama ya!" Ajak Jeongwoo pada penonton yang tentu saja dibales sorakan setuju.
Pemuda itu lantas mengkode Haruto untuk memulai penampilan mereka karena bagian intro diisi oleh Haruto. Lantas yang dikode mengangguk pelan. Mengambil nafas panjang, lalu membuangnya perlahan. Saat mic sudah diarahkan di dekat mulut, sorot matanya menangkap satu sosok.
Sesosok pria berbaju hijau. Duduk di barisan tiga kawasan VIP.
Sesaat Haruto mengerjap. Memfokuskan pandangan pada objek yang mengambil titik atensinya. Pria itu. Dan... pesan itu. Sayangnya, Haruto tak dapat melihat wajahnya karena sosok itu memakai topi dan sedang menunduk seakan tak mau menyaksikan penampilan dari dua penyanyi yang tengah mendunia. Apa dia tidak sayang uangnya terbuang begitu saja? Oh sungguh kesia-siaan yang dilakukannya.
Tak berselang lama, sosok yang menjadi atensi Haruto berdiri dari duduknya dan berjalan menuju tempat seorang panitia berada. Mereka terlibat pembicaraan singkat karena hanya beberapa menit kemudian, sosok itu kembali berjalan menjauhi ruangan ini menuju pintu keluar. Sebelum benar-benar meninggalkan venue, dia berbalik sebentar, membuka topi, dan terjadinya eyes contact di antara keduanya.
"Oi! Lo ngapa anjir?!" Cicit Jeongwoo yang sebenarnya sudah tidak tahan ingin berteriak karena melihat Haruto yang malah mematung menatap entah pada siapa.
Haruto menoleh, kemudian melempar pandangannya ke depan, menyaksikan ratusan bahkan ribuan manusia tengah berkumpul dan menunggunya untuk segera memulai penampilan. Sontak dia menepuk pelan dahinya.
"Oke-oke, gue mulai," balas Haruto dengan nada sepelan mungkin.
Namun, sebelum benar-benar memulai penampilan, pandangan Haruto kembali pada pintu keluar venue.
Pria itu sudah tidak ada.
Dia sudah menghilang.
Penampilan dimulai.
Teka-teki baru juga dimulai.
~•~
Story End!
Makasih buat semua yang udah mampir di lapak ini. Aku sangat menyadari bahwa cerita ini bukan cerita yang sempurna. Masih banyak sekali kekurangan di dalam cerita ini. Mungkin kalau ada waktu, aku bakal revisi tipis-tipis untuk menyempurnakan karya yang gak seberapa ini.
Cerita ini juga full fiksi dan hanya fanfiction semata.
Selain itu, untuk beberapa kasus-kasus misteri yang muncul itu semua ada keterkaitannya dengan cerita ini, tapi dengan dimensi/waktu/tempat yang berbeda. Untuk cerita Impostor ini sendiri hanya sampai di sini. Karena memang secara garis besar cerita ini hanya sebuah game yang ditujukan untuk menang atau kalah. Tapi kalau tidak ditambah bumbu-bumbu pelengkap takutnya jadi monoton. Oleh karena itu ada beberapa misteri disajikan untuk melengkapi karya ini.
Nah, untuk bumbu-bumbu itu juga akan Author usahakan buat dieksekusi. Tapi nanti😆 doakan saja semoga author tidak ditimpa writer block lagi dan lagi🙌🏻✌🏻
Baiklah, sekian saja.
Semoga lapak ini menghibur.
Sekali lagi terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca cerita ini🧡
KAMU SEDANG MEMBACA
Impostor✅ [REVISI]
Teen Fiction"Nih, ada agensi open audisi nih!" Mimpi yang seharusnya dapat mereka capai dalam beberapa langkah lagi menjadi sirna begitu saja. Agensi itu bukan agensi biasa, masuk ke dalamnya ternyata bukan merealisasikan cita, tapi justru merenggut nyawa. 17...
![Impostor✅ [REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/341362155-64-k679063.jpg)