Yechan tengah bermain basket sendirian di lapangan basket lima belas menit lalu. Namun, ia tak peduli, karena ia sangat malas. Yechan men-drible bola itu hingga masuk ke dalam ring. Dengan keterampilan bermainnya, ia berhasil mencetak beberapa kali drible tanpa ia mengetahui jika ada dua orang yang memperhatikannya dari jauh.
"Apa dia selalu menyendiri?"
"Malja. Dia lebih suka menyendiri daripada memiliki banyak teman."
"Padahal cara bermainnya cukup bagus."
"Yasudah, kalau begitu kita ke kelas sekarang Seeun."
Seeun, ya itu dia. Dia segera pergi ke kelasnya bersama ketua kelas yang imut itu, Yujun dan membiarkan Yechan sendirian di sana.
Yechan men-drible kembali hingga masuk ke ring untuk terakhir kalinya. Ia menghela napas gusar, lantas ia mendekati bangku penonton untuk meneguk soda yang sudah ia beli tadi. Ia mendudukkan pantatnya di sana, tak lupa ia meletakkan bola basket kesayangannya di sampingnya.
Ya, Yechan memiliki bola basket sendiri dan selalu ia bawa untuk menemani kesendiriannya di sekolah. Bahkan, bola itu adalah bola kesayangnnya karena seseorang yang ia sayangi memberikan bola itu padanya sebagai kemenangan karena berhasil memenangkan turnamen basket. Sayangnya, orang itu sudah meninggal karena kecelakaan.
Yechan begitu sedih karena kepergiannya hingga ia selalu menyendiri. Baginya, orang itu adalah motivasinya untuk hidup setelah ayahnya pergi dari rumah karena faktor ekonomi dan menelantarkan kedua anaknya beserta istrinya. Dan bola itu, terdapat sebuah tanda tangannya. Dia kakak tersayangnya.
Yechan menatap lurus ke depan cukup lama, kemudian berniat untuk mengambil bola basketnya kembali. Sedikit heran saat bola yang akan ia ambil menggelinding dengan sendirinya. Tak memperpanjangnya, Yechan pun mengejarnya untuk ia pungut. Namun, suatu hal yang membuatnya terkejut adalah, sebuah bola terulur padanya.
"Terimakasih—"
"Kau melihatku bukan?" sontak, Yechan langsung menatap sosok di depannya dengan terkejut.
Sial! Dia hantu tadi yang bersama dengan siswa populer itu! Karena terkejut, bola yang diterimanya jatuh kembali.
"Ah, sepertinya aku lupa jika hari ini ada ulangan."
Yechan berbalik dan melenggang pergi seolah melihat hantu tadi. Sayangnya, tak semudah itu dia pergi karena setiap ia melangkah, hantu itu pasti selalu muncul di depannya walaupun ia sudah berusaha untuk tidak berurusan dengan mereka.
"Aku tau kau bisa melihatku. Tidak usah berpura-pura tidak melihatku Lee Yechan!"
"Abaikan saja Yechan. Jangan memperdulikannya."ujarnya pada diri sendiri.
"Eoh, kau masih tidak mau mengaku jika kau melihatku, bukan? Baiklah, aku akan mencelakai siswi kelasku itu."
"Jangan!"sontak, hantu itu tersenyum kemudian melipat kedua tangannya di dada.
"Jadi kau bisa melihatku, bukan?" ulangnya.
Oh, baiklah, Yechan menyerah sekarang. Sepertinya ia harus menotic hantu siswi SMA tadi yang berjalan bersama Hyunwoo.
"Ya, jadi ada apa?"
....
"Jadi itu alasanmu selalu berada di dekatnya?"
"Iya, kami saling mencintai dan kami belum bisa melepaskan satu sama lain. Sayangnya, aku pergi lebih dulu hingga membuat Hyunwoo sedih."
"Lantas, apa yang membuatmu meninggal?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[SEGERA TERBIT] Mysterious Song| Xikers
Mistério / SuspenseBerkisah tentang sepuluh orang yang memiliki latar belakang yang berbeda, namun dipertemukan dalam misi yang sama yaitu mencari lagu misterius yang selama ini mencari tumbal di SMA Tricky. Tumbal yang membuat orang-orang yang mereka sayangi meningga...
![[SEGERA TERBIT] Mysterious Song| Xikers](https://img.wattpad.com/cover/340794062-64-k182521.jpg)