10. Rasa yang Pernah Hilang

92 12 0
                                        

1 hari sebelumnya....

Setelah melepaskan rengkuhan rindu dari sosok yang selama ini ia rindukan, tanpa ragu Yechan mengajak Minjae masuk di rumahnya. Dengan senang hati Minjae memamasuki kontrakan kecil itu. Minjae berjalan sembari menatap setiap inci ruangan rumah yang sangat tradisyonal dengan didominasi ornamen kayu.

"Aku merindukan tempat ini. Ah....rasanya seperti aku kembali menginjakkan rumah lamaku kembali."ujarnya yang masih menatap sekeliling.

Yechan menatap pria mungil lebih tua darinya dengan perasaan campur aduk. Dengan canggung, ia menawari minum Minjae yang sudah lama tidak ia tawari seperti dulu.

"Akan kubuatkan kopi yang tak terlalu manis untukmu."Minjae tersenyum samar.

"Ternyata kau masih hafal seleraku, ya? Gomawo Yechan-ie?"Yechan tak menanggapi dan bergegas menuju ke dapur.

Tak lama setelahnya, Yechan kembali dan meletakkan minuman itu di depan Minjae. Minjae tersenyum manis karena laki-laki yang dulu selalu menempel padanya kini sudah dewasa sekarang.

"Minumlah. Aku akan berganti pakaian sebentar."titahnya datar.

Tak lama, Yechan memasuki kamarnya dan mulai berganti pakaian. Seperginya Yechan, Minjae mulai menyesap kopinya. Ah, rasa yang selama ini dirindukan. Tak lama, Yechan memberi isyarat pada Minjae, untuk bekerja.

"Aku pamit ya? Tolong jaga Eomma sebentar."baru hendak melangkah, Minjae menahannya.

"Tunggu! Apa kamu ingin bekerja? Istirahatlah dulu, jaga Eomma-mu sehari saja."

"Tidak bisa! Aku harus bekerja untuk membayar hutangku besok. Bagaimana aku bisa istirahat?"ucapannya terdengar khawatir. Namun, Minjae hanya membalasnya santai.

"Benarkah? Ah, santai saja Yechan-ie, aku sudah mengurus semuanya."

"Maksudmu?"Minjae tersenyum miring.

Beberapa menit sebelumnya.....

Minjae menatap segepok uang ditangannya. Hari ini, ia ingin melunasi sewa kontrakan mereka karena sebentar lagi sudah jatuh tempo. Apalagi malam itu, ia tak sengaja bertemu dengan pemilik asli kontrakan itu yang ditempati oleh Yechan dan ibunya.

"Ah, kau orang yang waktu itu menyewa kontrakanku untuk temanmu dan wanita itu bukan?"

"Benar."

"Mereka belum membayarnya dan seharusnya kemarin sudah jatuh tempo! Karena aku masih berbaik hati, aku beri mereka waktu dua hari. Jika dalam waktu dua hari mereka belum membayarnya, temanmu dan ibunya akan kuusir dari kontarakan itu!" tegasnya.

Minjae menunduk dalam, kemudian mengucap permohonan maaf sembari membungkuk sopan.

"Maafkan kami," tanpa membalas lagi, wanita itu pergi dari sana.

Minjae menatap kepergian wanita itu dan menghela napas. Tak lama, ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.

"Jinsik-ah? Bisakah kau membantuku?"

"......"

"Pinjami aku 50 Won. Ada sesuatu yang harus kubayar. Jika lain kesempatan, akan kucicil uangmu untuk kukembalikan. Sekarang situasinya sedang mendesak."

"......"

"Arraseo. Gomawo Ham Jinsik."setelah itu, ia memasukkan kembali ponselnya dalam sakunya.

>>>

"Kau?"Minjae mengendikkan bahunya.

"Bagaimana bisa kau mendapatkannya? Kau tidak mencuri kan?"

[SEGERA TERBIT] Mysterious Song| XikersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang