11. Rumor Lama

93 14 4
                                        

Malamnya, mereka merebahkan tubuh mereka di halaman rumah sembari menatap bintang-bintang yang bercahaya.

"Yak? Kau ingat, dulu saat kita masih kecil selalu melihat bintang bersama? Kau, aku, dan kakakmu."

"Benar. Aku jadi merindukan momen itu. Apa dia bahagia diatas sana? Aku merindukannya."

"Yak? Aku juga merindukannya. Tapi, mungkin dia sudah bahagia di atas sana. Jangan sedih Yechan-ie, aku masih ada untukmu."ujar Minjae sembari menatap Yechan. Mendengar ucapan Minjae, Yechan tersenyum tipis.

"Gomawo."

"Aish! Kau seperti dengan siapa saja. Sudahlah, jangan meminta maaf berkali-kali."Minjae mengacak-acak rambut Yechan, tak lama, mereka tertawa bersama.

"Yak, Yechan-ie? Soal Minji, apa kau menyukainya?"

"Entahlah. Tapi kurasa Yujun lebih cocok dengannya dari pada aku?"

"Yak! Kenapa kau berbicara seperti itu? Kau harusnya mengejarnya!"

"Lantas denganmu? Bukankah kau juga menyukainya?"

"Aku? Hahaha....tentu saja tidak! Tidak mungkin aku merebut kebahagiaanmu Yechan-ie!"

"Lantas, tadi?"

"Aku hanya mengujimu. Sepertinya kau sudah dewasa sekarang, ya? Bahkan, kau  menyukainya?"Yechan mempoutkan bibirnya.

"Aish, menyebalkan!"

"Woah! Ternyata kalian akur ya selama ini?" Yechan memutar bola matanya malas.

"Kau lagi? Kenapa kau datang kemari?"

"Nuguya?"Minjae bangkit dan menoleh ke sekitar, namun tidak mememukan siapa-siapa.

"Tidak ada siapa-siapa?"

"Ck, siapa lagi jika bukan mereka?"Yechan ikut bangkit dan menatapnya engan.

"Aish! Yak Kim Minjae! Annyeong!"

Yechan menahan tawanya saat melihat Wooyoung melambaikan kedua tangannya pada Minjae.

"Yak? Minjae tidak bisa melihatmu bodoh! Kau lupa? Hahaha....lucu sekali!"

"YAK, LEE YECHAN! KAU ITU MENYEBALKAN SEKALI!"

"Yechan-ie? Jika kau berbicara pada mereka, jangan melibatkan aku, arraseo? Nuguya?"

"Kau mau tau aku berbicara pada siapa? Kim Wooyoung."

"Kim Wooyoung...."Minjae mencoba mengingatnya. Tak lama ia memekik keras.

"KIM WOOYOUNG—mmphh"

"Yak? Tidak usah berteriak, bisakan?"tal lama, Yechan melepaskan bekapannya saat Minjae meronta.

"Kim Wooyoung? Eodiga? Yak Wooyoung-ie! Eodiga!"

"Minjae-ah! Aku disebelahmu!"

"Katanya, dia disebelahmu."Minjae langsung menoleh ke sampingnya.

"Yak Wooyoung-ie? Kau tau, bogoshipeoso!"

"Nado Minjae-ah!"

Wooyoung memeluk Minjae meskipun Minjae hanya merasakan angin dingin di sampingnya. Entah apa hubungan mereka, tapi mereka terlihat dekat sekali.

Setelah melepas rindu dengan Wooyoung  melalui perantara Yechan, mereka tertawa bersama.




































































































[SEGERA TERBIT] Mysterious Song| XikersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang