Arkha melihat kembali roomchat nomor si kakak kelas yang tak menunjukan tanda2 akan dibalas.
Ia langsung pergi ke luar kelas tepat setelah bel pulang berbunyi, melirik ke kelas sebelah.
"Kemana kak Hesa, apa dia udah pulang duluan."
Arkha bergegas pergi ke ruang osis yang ternyata sudah di kunci, menandakan tak ada penghuni didalamnya.
Tak menyerah, Arkha lanjut mencari ke sekitaran lain area sekolah.
"Kemana dia,"
Mereka kini hanya tersisa berdua saja namun pemuda bernama Rahesa itu tiba2 ikutan menghilang, apakah.....
"Gak, gak mungkin kak Hesa ada di tangan mereka juga," Arkha berusaha meyakinkan dirinya sendiri agar tetap berfikir positif.
Di tengah keresahan itu, akhirnya Arkha melihat seseorang di lorong yang langsung saja ia hampiri.
"Kak Jae," panggilnya.
Yang dipanggil juga reflek berbalik. "Ada apa Khan,"
"Loe pulang sendirian, gak bareng kak Hesa?" ucap Arkha.
"Loh gue kira dia sempet hubungin loe," ucap Jaehyuk.
"Chat gue belum dibales bales, emangnya ada apa sama kak Hesa?" ucap Arkha.
"Gue juga kurang tau sih, tu anak dapet telfon gitu terus langsung buru2 pergi ntah kemana," ucap Jaehyuk.
"Dia sama sekali gak bilang dulu mau pergi kemana," ucap Arkha.
"Gak," ucap Jaehyuk.
"O gitu ya, y-yaudeh kak, gue duluan ya," ucap Arkha.
Arkha pun melanjutkan pencarian, seluruh area sekolah sudah ia telusuri, berdasarkan info dari Jaehyuk sepertinya Hesa memang sudah tak lagi di sekitaran sekolah.
Lantas kemanakah Arkha harus mencari pemuda itu.
Ia termenung sejenak di parkiran, tak tahu akan melajukan motornya kemana.
Di tengah asik berfikir, bahunya di tepuk dari belakang yang membuatnya reflek menoleh.
"Kak Hesa bakal baik2 aja, lebih baik sekarang kita temuin Joan yang udah nunggu dari kemarin." ucap si pemuda bersurai merah.
~~~~~
Hesa melajukan mobilnya menuju rumah sakit, ia khawatir bila si copyan sekarang menargetkan dua temanya yang masih berada disana.
Ponsel yang terus berdering membuat Hesa terganggu, saat dilihat ternyata itu telfon dari Arkha, dengan malas ia menginjak rem memberhentikan mobil untuk mengangkat telfon namun ternyata rem mobil nya sudah blong.
Hesa tentu panik tapi ia memilih menabrakan mobil kepinggir jalan agar tidak menabrak pengendara lain.
Brakkk.
Beruntung tabrakan itu tak begitu keras, Hesa membuka pintu disampingnya.
"Ck, tiba-tiba macet."
Tak diduga kaca jendela turun dengan sendirinya, Hesa melihat si copyan tersenyum disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
You Can't See Mee
FanfictionBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
