5.

177 19 0
                                        

Ting!

Yamato yang baru saja menyelesaikan adegannya untuk hari ini mengernyitkan keningnya saat mendengar suara ponselnya. Dia segera membuka ponselnya dan mendapati pesan dari Gaku.

Yaotome

Yamato-kun.
Apa kau sibuk?

Sekarang masih di
tempat syuting.
Memang ada apa, Gaku?

Jam 7 malam nanti,
apa sibuk?

Sepertinya tidak.
Ada apa?

Kau pulang syuting
jam berapa?

Sekitar jam 6.
Karena adeganku hari ini
tidak begitu banyak.

Kirim lokasimu.
Nanti aku jemput.

E-eh?
Apa kau tidak ada jadwal?

Aku pulang jam 5.
Tenang saja.

Ah, baiklah.
📍

Oke.
Nanti akan aku jemput.
Selamat bekerja.

Selamat bekerja juga, Gaku.

"Heh? Asik sekali. Sedang berkirim pesan dengan siapa, Yamato-kun?"

Yamato tersentak dan segera menolehkan kepalanya ke belakang. Dia mendapati Yuki yang memandangnya dengan tatapan menggoda.

"Kau kepo sekali, Yuki-san."

Yamato segera memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku celananya. Dia mulai membaca naskahnya kembali.

"Bagaimana hubunganmu dengan Gaku-kun? Aku dengar kalian tidur satu kamar di kamarmu."

Yamato langsung menoleh ke arah Yuki.

"Darimana kau tau?"

"Ahahahaha mataku ada dimana-mana, Yamato-kun."

Yamato mendengus pelan saat melihat seringaian di bibir Yuki.

"Dan sepertinya kalian berdua sudah mulai memanggil dengan nama depan masing-masing, bukan marga lagi."

Yuki mendudukkan dirinya di samping Yamato. Dia menyesap kopinya sambil memandang ke depan. Yamato tak menjawab apapun. Dia memilih untuk fokus pada naskahnya.

Tak mendapati jawaban apapun, Yuki menolehkan kepalanya ke arah sang surai hijau. Dia menatap Yamato cukup lama.

"Yuki-san, ada apa di wajahku sampai kau menatapku terus?"

Yamato melirik ke arah Yuki. Yuki sedikit tersentak, namun kembali tersenyum ke arah Yamato.

"Tidak. Aku hanya ingin kau mulai membuka hatimu. Jangan mengeraskan hatimu terus. Kau juga perlu sosok yang bisa menjadi sandaran mu disaat kau lelah. Jangan menanggungnya sendiri."

Yamato hanya terkekeh pelan. Dia menutup naskahnya dan memandang ke depan.

"Menghilangkan kebiasaan seperti ini sangat sulit. Aku tau kau bahkan lebih kesulitan dibandingkan aku ataupun Yaotome. Kau bahkan selalu membantu kami saat kami dalam masalah. Kau pun juga perlu sosok yang bisa menjadi sandaran mu, Yuki-san."

Leader Love [GakuYama]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang