Tenn dan Iori melihat ke bawah. Mereka menatap kedua leader mereka yang sedang menikmati waktu di taman indoor itu. Iori tersenyum kecil melihat itu. Tenn yang melirik Iori hanya mengusap rambut kekasihnya.
"Kau senang?"
"Tentang?"
"Tentang kita dan tentang mereka."
"Tentang kita, tentu aku senang. Tapi aku belum bisa merasa senang untuk mereka."
"Hahahaha sobaman itu juga belum menyatakan perasaannya dengan benar si."
Di sisi lain, Gaku berjongkok di hadapan Yamato. Dia menyodorkan cincin yang dia beli tadi ke arah Yamato. Yamato yang terkejut hanya menatap Gaku.
"G-gaku?"
"Aku tau kita selalu bertengkar setiap bertemu. Namun, aku ingin selalu melihat senyumanmu, Yamato-kun. Aku ingin menjadi salah satu alasan kau tersenyum. Aku ingin membahagiakanmu. Aku ingin menjagamu walau dari jauh saat kita sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Nee, Yamato-kun, aku mencintaimu. Kau pasti tau itu. Jadi, maukah kau menjadi kekasihku?"
Yamato hanya menatap Gaku tidak percaya. Tenn dan Iori yang melihat itu hanya tersenyum. Mitsuki, Sougo dan Ryuu yang bersembunyi di balik tiang tak jauh dari tempat kedua leader itu hanya tersenyum.
"Y-ya, aku mau menjadi kekasihmu, Gaku."
Gaku tersenyum lebar mendengar jawaban Yamato. Dia mengambil tangan kanan Yamato dan menyematkan cincin itu di jari manis Yamato. Setelah selesai, dia mengecup cincin itu.
"Arigatou. Aishiteru, Yamato-kun."
Gaku memeluk Yamato yang langsung dibalas oleh Yamato. Yamato tersenyum.
"Aishiteru, Gaku."
Setelah puas berpelukan, mereka melanjutkan jalan-jalan mereka berdua dengan bergandeng tangan.
"Yamato-kun, apa kau lapar?"
Yamato menggeleng karena dia masih merasa kenyang. Toh sepertinya setelah ini mereka akan ke restoran.
"Tidak. Aku masih kenyang, Gaku. Kau lapar?"
"Tidak kok. Jadi, kau ingin membeli apa?"
Yamato melihat sekeliling. Dia menimbang-nimbang ingin membeli apa. Dia menghela nafasnya saat tidak merasa ingin membeli apapun.
"Tidak ada. Aku bingung dan tidak terpikirkan apapun."
Gaku hanya tersenyum sambil mengusap kepala Yamato.
"Nee, Gaku. Bukankah kau menyukai manager?"
Gaku tersenyum ke arah Yamato. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke depan.
"Memang aku mengira bahwa aku memiliki perasaan itu pada Tsumugi. Tapi ternyata aku salah menafsirkan perasaanku. Perasaanku hanyalah sebatas kakak adik. Tsumugi sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Dan perasaanku padamu jelas berbeda. Aku hanya menyukaimu dan mencintaimu, Nikaido Yamato."
Yamato hanya mengerjapkan matanya. Dia menatap Gaku bingung sambil mencari kebohongan di mata Gaku. Namun yang dia temukan hanyalah ketulusan dan keseriusan di mata itu. Yamato tersenyum kecil.
"Ha'i ha'i. Aku percaya padamu, Gaku."
"Jadi, kita akan kemana sekarang?"
"Kembali ke tempat awal mungkin. Aku ingin beristirahat dengan meminjam bahumu, Gaku."
"Baiklah. Ayo."
Gaku menggenggam tangan Yamato dan membawanya kembali ke tempat para manager berada.
Banri, Anesagi dan Tsumugi menatap heran Gaku dan Yamato. Mereka tersenyum melihat tautan tangan kedua leader itu.
"Banri-san, manager, yang lain belum kembali?"
"Belum, Yamato-san."
"Yah kau seperti tidak tau mereka saja, Yamato-kun."
Yamato hanya terkekeh mendengar itu. Gaku hanya tersenyum sebelum membawa Yamato ke salah satu kursi yang ada di sana. Dia duduk dan mendudukkan Yamato di sampingnya. Yamato langsung menyandarkan kepalanya di bahu Gaku dan memejamkan matanya.
Tsumugi menatap Yamato dan melirik Banri. Dia melihat ada gurat kelelahan di wajah leader IDOLiSH7 itu.
"Banri-san, apa Yamato-san sakit?"
Banri menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Dia hanya kelelahan dan kurang istirahat. Kau tau sendiri bagaimana jadwal padatnya itu, Tsumugi."
"Ahh, benar juga. Yamato-san terkadang terlalu memendam semua masalahnya sendiri."
"Itu karena dia tidak ingin merepotkan yang lain. Tenang saja. Apalagi sekarang sudah ada Gaku-kun di sampingnya."
Tsumugi tersenyum mendengar itu. Dia menatap Gaku yang sangat perhatian pada Yamato.
Tak lama, mereka semua sudah selesai berbelanja. Gaku tak tega membangunkan Yamato.
"Banri-san.."
Banri hanya tersenyum dan mengangguk.
"Bawa saja dia di mobil kita, Gaku. Dia terlihat kelelahan. Aku yakin Nikaido Yamato kurang istirahat."
Gaku mengangguk mendengar perkataan Anesagi. Dia menggendong Yamato dan duduk di kursi belakang sambil menaruh kepala Yamato di pangkuannya. Tenn dan Ryuu yang melihat itu hanya tersenyum.
Di mobil IDOLiSH7, Mitsuki menghitung member yang ada di mobil. Dia terhenti saat hanya mendapati mereka berenam yang ada di dalam mobil. Dia menatap Banri dan Tsumugi.
"Banri-san, manager, dimana ossan itu?"
"Yamato-san ada di mobil TRIGGER."
"Hehh??? Kenapa begitu, Ban-chan?"
"Leader kalian itu tertidur dan Gaku-kun serta para manager tidak tega membangunkannya jadilah Gaku-kun membawanya di mobil TRIGGER."
Banri tersenyum ke arah mereka sebelum mengikuti mobil TRIGGER di depannya untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Ahh aku juga ingat bahkan ossan itu masih membaca naskah saat dini hari. Padahal paginya dia harus berangkat ke lokasi syuting yang jaraknya tak dekat dari dorm."
Mereka semua terdiam mendengar perkataan Mitsuki. Banri dan Tsumugi menghela nafas mereka saat tau bahwa Yamato memaksakan dirinya untuk jadwal padatnya.
"Aku akan mencoba mengurangi tawaran Yamato-san untuk bermain drama atau film."
"Manager..."
Tsumugi hanya tersenyum ke arah mereka semua.
Tak lama, mereka semua sudah tiba di sebuah restoran. Tak terlalu ramai tapi juga tak terlalu sepi. Mereka semua mulai duduk di tempat masing-masing dan mulai memesan makanan.
"Riku, bagaimana dengan hubunganmu dan Yotsuba Tamaki?"
Riku menolehkan kepalanya ke arah sang kakak kembar. Dia memilih untuk mengendikkan bahunya sambil mulai memakan makanannya. Tenn hanya mendengus melihat itu. Tenn juga mulai memakan makanannya.
Tenn tau adiknya tidak sepolos yang terlihat, begitupun dengan Yotsuba Tamaki.
"Dikarenakan hari ini ada yang baru berpacaran, bagaimana jika mereka yang membayar?"
Momo melirik ke arah Gaku dan Yamato. Yamato hanya terkekeh canggung dengan pipi memerah, sedangkan Gaku hanya tertawa pelan. Gaku mengangguk dan menoleh ke arah Yamato.
"Biar aku saja yang bayar nanti."
"Tapi-"
Perkataan Yamato terhenti saat telunjuk Gaku menempel di bibirnya. Gaku hanya menatap Yamato sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Yamato hanya pasrah dan mulai melanjutkan makannya.
Mereka semua mulai memakan makanan mereka sambil bercanda. Pertengkaran kecil tak luput dari meja makan mereka. Beruntung pengunjung yang datang tak banyak dan lebih memilih mengabaikan keributan yang dibuat para idol itu.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Leader Love [GakuYama]
Fanfictionhanya menceritakan bagaimana perjuangan Gaku untuk menaklukan leader IDOLiSH7. akan terselip beberapa pair seperti TennIo, Tamariku, harumina/minaharu, toratouma, ryuusou dan re:Vale tentunya
![Leader Love [GakuYama]](https://img.wattpad.com/cover/346679119-64-k312371.jpg)