Setelah sekian lama menghabiskan waktu hanya di dalam ruang rawat,azmir akhirnya memutuskan untuk keluar ruangan dan duduk di kursi tunggu yang terletak di pinggir koridor dan dia duduk di atasnya seraya menggenggam sebuah mushaf al quran di tangannya.
Meskipun dia sudah cukup kuat untuk berjalan namun karna ada cidera di kakinya itu akhirnya membuat dia harus bergantung pada sebuah tongkat untuk membantunya berjalan dengan mudah meskipun berjalan tanpa tongkat pun bisa namun itu akan sedikit terasa sakit pada bagian pergelangan kakinya karna di paksakan.
Lantas azmir duduk dan mulai membuka lembaran kitab suci yang dia pegang dan akan mulai membacanya dengan suara pelan.
Namun di tengah tengah itu,azmir tak sengaja melihat ke arah sampingnya karna dia merasa ada seseorang di kejauhan,setelah beberapa waktu sebelumnya koridor itu terlihat sepi.
Dia berniat jika ada pasien atau suster yang melintas di dekatnya dia akan memberi senyum sapa.
Ternyata beberapa meter di sampingnya,ada seorang suster yang sedang mendorong seorang pasien Wanita di atas kursi roda namun mereka tidak melintas di hadapan azmir melainkan berhenti sejenak di depan sebuah ruangan dan azmir mendengar percakapan mereka.
“Mba,saya masuk ke ruangan saya bentar ya,mau ambil berkas setelah itu baru saya antarkan mba ke ruang rawat.”ucap suster itu.
Si pasien pun hanya mengangguk tersenyum.
Lantas suster itu masuk ke ruangannya,dan meninggalkan sang pasien di luar sebentar.
Pasien Wanita itu terlihat masih muda,rambutnya terikat tengah namun sudah sedikit kendur sehingga sebagian besar rambutnya terurai sampai ke dada.
Dia juga memakai sebuah syal berwarna abu abu yang melingkar di lehernya.
Azmir sejenak memperhatikan Wanita itu,sekaligus memantau Wanita itu yang sendiri tanpa suster di dekatnya,setidaknya sampai sang suster kembali.
Wanita itu terlihat sedang merapikan rambutnya,dan Ketika merapikan rambutnya ke belakang telinga tak sengaja salah satu antingnya terlepas dan jatuh ke lantai.
Dengan cepat Wanita itu berusaha untuk mengambil kembali antingnya yang jatuh meskipun itu sedikit sulit karna kondisi dirinya yang terduduk di kursi roda.
Awalnya azmir berniat untuk membantu namun sang suster sudah keburu kembali dan azmir tak jadi melakukannya.
Suster itu terlihat langsung membantu pasiennya untuk mengambil anting miliknya,dan si pasien kembali memposisikan duduknya seperti awal kembali karna anting nya sudah berhasil di ambil di bantu sang suster yang sama.
Setelah itu mereka terlihat berjalan pergi berbalik arah.
Azmir yang masih memperhatikan akhirnya menyadari sesuatu setelah pasien itu pergi,yaitu adanya sebuah tali ikat rambut berwarna hitam berbentuk pita yang tergeletak di lantai tepat dengan tempat berdirinya kursi roda pasien itu.
Azmir pun penasaran dan mendekati benda kecil itu,dan setelah benda itu dia amati dengan mengambilnya dari lantai,dia merasa yakin bahwa ini ikat rambut yang sama dengan yang di pakai pasien tadi,sepertinya benda itu terlepas dari rambutnya saat pasien itu berusaha mengambil antingnya yang jatuh.
Dengan cepat azmir menoleh ke arah pasien dan suster itu pergi yang memasuki sebuah ruang rawat yang tak jauh dari ruang rawatnya.
Dan azmir merasa sepertinya dia harus mengembalikan ikat rambut itu,terlebih lagi ternyata ruang rawat pasien itu tidak jauh dari ruangannya.
Namun dia harus lebih dulu menunggu suster yang merawatnya kembali untuk meminta izin karna jika dia pergi sekarang dia khawatir akan membuat suster itu panik karna melihat tidak ada dirinya di dalam ruangan.
…
KAMU SEDANG MEMBACA
TERORISM: Tanah Berdarah [LENGKAP]
Action"Aku bersyukur karena ternyata kita bisa bertemu kembali."ucap azmir. Shaneem,seorang wanita yang ayahnya di tuduh sebagai tersangka teroris. Karna tidak terima dengan tuduhan itu,sehingga dia bersikeras untuk membuktikan bahwa ayahnya gak bersalah...
![TERORISM: Tanah Berdarah [LENGKAP]](https://img.wattpad.com/cover/335824078-64-k687018.jpg)