Sepertinya masih terlalu pagi.
Minghao merasa bodoh sendiri karena keluar rumah dengan buru-buru takut membuat seseorang menunggu.
Inisiatifnya hari ini adalah duduk di teras rumah sambil memandang keluar pagar, menanti kehadiran seseorang yang berjanji akan menjemputnya hari ini.
Bukan dalam rangka excited, kok.
Kemarin juga mereka berangkat bersama dengan Jun yang menunggu lima menit lebih lama. Makanya Minghao tidak mau mengulangi kesalahan yang sama.
Setengah enam pagi, dirinya sudah rapi. Duduk manis di depan rumah.
Sementara Jun?
Well.. karena kemarin setengah tujuh dari rumah terlalu dini untuk menanti Hao, makanya ia berleha-leha sejenak selama lima menit.
Cukup berbeda memang jalan pikiran mereka.
"Huh? Kenapa Haohao masih di sini?!"
"Tunggu Jun."
"Sejak satu jam yang lalu??"
"Ya."
"..entah kamu yang terlalu menanti dijemput seorang pangeran, atau memang pangerannya yang terlambat ke sini, Mama cukup prihatin dengan kalian berdua."
"???"
"Yakin tidak perlu diantar?"
"Um. Mau tunggu Jun saja."
"Cih. Dasar anak muda."
"Kenapa dia belum datang kira-kira, Ma?"
"Mungkin macet di jalan-"
"Kan jalan kaki."
"..oh."
"Apa terjadi sesuatu di jalan?
Kemarin jam segini dia sudah sampai..""Astaga, anak Mama khawatir dengan kekasihnya, huh~?"
Rayuan sang Mama dianggap angin lalu oleh Minghao. Tangannya lebih asik menggenggam handphone. Mengabaikan salam perpisahan sang Mama yang berangkat lebih dulu sementara dirinya masih setia menunggu.
Tidak lama. Selang dua menit kemudian, sosok yang dinanti mulai terlihat bayangannya.
Lihat siapa yang langsung beranjak dengan tergesa sampai hampir tersandung setibanya di depan pagar rumah.
"Wow, wow.
Kenapa buru-buru sekali? Kita tidak akan terlambat, Haohao.""Jun, baik-baik saja?"
"Huh?"
"Kau datang tujuh menit lebih telat dari kemarin."
"Iya kah? Aku tidak sadar."
"Tapi baik-baik saja, kan?"
Mana ada kata baik kalau jantung Jun terasa hampir meledak begini?
Well.. seorang Xu Minghao, mengkhawatirkannya.. Jun hampir saja tersenyum girang namun sengaja ia tahan. Lebih memilih mengangkat tangannya untuk mengusak kepala Hao, kemudian berbalik guna memimpin jalan ke arah sekolah mereka.
"Ayo."
"..okay."
"Anyway, aku senang kau tidak mendiami ku lagi hari ini."
"Ah.
Maaf.. soal kemarin.""Mood ku sedang bagus, jadi tolong jangan buat aku bingung lagi, ya."
"Um."
"Kau tidak tanya kenapa mood ku bagus?"
Haruskah ditanya?
Jujur, Minghao tidak terlalu ingin tahu sih.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Dislike My Boyfriend [JunHao BxB]
Fanfiction"How come they're dating but not loving?" JunHao BxB Alternative Universe School life