28. PENYEMANGAT

3.1K 173 4
                                        

Setelah dua hari izin tidak bersekolah,
kini Marsha sudah mulai berangkat sekolah lagi. Ia terlihat sangat bersemangat sekali hari ini, senyumnya tidak pernah pudar sepanjang jalan.

Hari ini adalah hari senin, hari termalas
bagi semua pelajar. Dimana setiap sekolahn runtin melaksanakan kegiatan upacara

Berdiri diantara teriknya matahari pagi,
mendengar ocehan pembina upacara yang tak ada habisnya membuat semua orang kesal.

Lapangan sudah dipenuhi oleh siswa siswi yang lengkap memakai atribut untuk mengikuti upacara.

Namun di ujung koridor terlihat dua orang gadis yang tengah menatap kearah lapangan cemas.

Pasalnya salah seorang dari gadis tersebut tidak memakai atribut. la adalah Marsha dan chika.

Bukan tanpa alasan Marsha lupa membawa atribut. Ia ingat, ingat sangat malah. Tadi sebelum berangkat Marsha dan mamih nya sudah menyiapkan nya lalu entah bagaimana name tag sama topi nya tersebut tak berada di dalam tas Marsha.

Apa aku lupa masukin yah

hilang? Masa iya sih hilang,

"ADUH ,chika gimana nih? marsha lupa bawa name tag sama topi ." ucap marsha dengan muka panik.

"Lagi lo sih , bukan di cek dulu sebelum
berangkat."

Sebenarnya chika ingin tertawa terbahak
melihat muka panik Marsha yang tampak lucu menurutnya. Tapi ia tak tega lantaran melihat mata Marsha sudah hampir berkaca kaca.

Marsha mengerucutkan bibirnya lalu berujar

"gue gak mau dihukum ka chika, masa Marsha udah cantik gini disuruh
bersihin toilet." rengeknya manja.

"Pinjem anak PMR sana."

"Udah tapi gak ada."

Bagi yang belum berbaris, harap memasuki lapangan upacara.

sungguh lucu saat sedang panik
ini sudah hampir menitikkan air mata tapi tertahan oleh seorang cowok yang berujar sambil mengulurkan atribut miliknya.

"Nih, pakai." suara lembut cowok tersebut terdengar.

Marsha mendongak untuk melihat wajah
tersebut. Saat melihat wajah yang sudah
familiar dihadapan wajahnya yang sudah beberapa hari ini menemani hari harinya ia langsung tersenyum senang sambil menyeka air mata yang sudah hampir keluar.

"ka zee." pekiknya senang Yang dibalas
senyum oleh zee.

"Kalau Marsha yang pakai ka zee gimana?"

"hey Marsha liat ' i would do anything she ask me okey"

zee mengelus kepala Marsha lembut sambil berucap "Gak usah mikirin gue. Udah cepet sana kelapangan keburu Pak
james ngamuk ngelihat muridnya masih
keliaran.

Marsha menganggukkan kepalanya, zee
berpamitan lalu pergi dari hadapan Marsha.Sementara Marsha tengah senyum-senyum sendiri.

"Cieeee.. Yang udah jadian mah beda.
Dunia berasa milik berdua, gue dicuekin
dari tadi."

"apa sih ka chika!!

Chika sama ashel sudah tau juga bahwa memang mereka sudah bertunangan.

Beberapa menit kemudian amanat
terpaksa terhenti oleh kedatangan 4 orang cowok kearah lapangan yang digiring oleh

Bu Gaby kepala sekolah dari SMA Xaverius.

Mereka adalah sang murid teladan dari sekolah ini siapa.lagi kalau bukan zee dkk Dengan penampilan urak-urakan

CEWEKU KETUA OSISCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang