bertemu lagi

33 22 0
                                        


Saat ini Alana sedang berada di salah satu minimarket yang berada di dekat rumah nya, Alana sedang membeli berbagai macam cemilan rasa matcha untuk stok di rumahnya.

Saat Alana sedang berjinjit berusaha mengambil coklat batangan rasa matcha yang ada di rak paling atas, dirinya tidak sengaja menginjak kaki seorang laki-laki di sebelahnya .

Alana yang merasa menginjak kaki seseorang sontak langsung menolehkan kepalanya ke samping.

"Eh, kak Reygan kan? Maaf ya kak tadi aku ga lihat" ucap Alana ketika mengetahui kaki siapa yang dia injak.

"Gapapa" setelah mengucapkan satu kata itu, Reygan langsung meninggalkan Alana dan menuju ke kasir.

"Dia juga suka matcha kah?" Gumam Alana yang melihat Reygan memegang tiga bungkus coklat batangan rasa matcha yang ingin ia ambil sekarang.

Tak memusingkan masalah Reygan, Alana kembali melanjutkan acara berbelanja camilan matcha nya yang sempat tertunda.

Sedangkan di luar minimarket, terlihat Reygan tersenyum sambil menatap tangan nya yang tidak sengaja tersenggol tangan Alana ketika ingin menggambil coklat batangan tadi.

"Tangan mu masih lembut seperti dulu" ucap Reygan sebelum ia naik ke atas motornya dan berlalu dari sana
.
.
.
.
.

"Ra, kak Reygan itu tinggal dimana?" Tanya Alana pada Alara.

"Ngapain lu nanya nanya Reygan? Suka?" Alara bertanya balik.

Saat ini Alara dan Alana sedang berada di taman di depan gedung kedua sambil menunggu kedatangan dua anggota circle macam kumbang yang belum datang.

"Bukan suka, semalam gua ketemu dia di minimarket dekat rumah gua" ujar Alana menatap malas Alara.

"Iyain, rumah Reygan itu di depan rumah mbak Ria, lu tau rumah gede pake pagar putih? Nah, itu rumah dia" jawab Alara.

"Lah, serius Ra? Rumah gede itu?"

"Ga usah sok kaget lu, rumah lu lebih gede" ujar Alara sambil menoyor kepala Alana.

"Lu jangan keseringan noyor pala gua Ra, ntar gua bodoh gimana?" Kesal Alana sambil menatap sinis Alara.

Alara yang akan menoyor kepala Alana sontak menghentikan kegiatannya dan menoleh ke belakang tempat ia duduk ketika mendengar suara emas Rasya dan Gesya.

"YUHUU BOCIL DAN EMAKK!"

"Lu diem njir, malu gua" Gesya berjalan sambil menutup wajahnya.
"Alah, biasanya juga elu malu maluin sya" ujar Rasya sambil melirik sinis ke arah Gesya.

"Anj*ng" umpat Gesya sambil menoyor kepala Rasya sehingga Rasya kehilangan keseimbangannya dan hampir terjatuh.

Terjadilah aksi kejar-kejaran antara dua manusia itu.

"Masih pagi udah buat malu njir" keluh Alara dengan wajah lelahnya.

"Biasanya juga lu malu maluin ra" ucap Alana menirukan gaya bicara Rasya.

"Pala lu!"
Sungguh, Alara stres bersama mereka, tapi mereka-lah yang membuat Alara bahagia, dan lihat lah Liam.

"Cakep bener gua anjirrr" heboh Liam sambil berkaca melihat penampilan nya.
Saat ini, Liam dan Dian tengah memakai taplak meja guru untuk aksesoris live.
Dian memakai taplak meja sebagai selendang, sedangkan Liam menjadikannya jilbab.

"Liam, sini coy masuk laip gua, pasti epyepe nih" ujar Dian pada Liam.
Terlihat dua jantan jadi jadian itu heboh pada kamera handphone Dian.

Sudah ku bilang bukan, Liam itu lebih gila dari Dian.
Lihat lah itu! Dengan pedenya dia mengibas-ngibaskan jilbab taplak meja nya itu ke kanan dan ke kiri seperti ibu ibu sosialita.

Alara sendiri bergidik ngeri melihat pemandangan itu.
Ketika Alara sibuk memperhatikan tingkah dua jantan abal-abal itu, Alana malah sibuk memperhatikan Reygan yang tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya.

"Ganteng banget" gumam Alana.

"Hah? Siapa yang ganteng?"
Hampir saja jantung Alana copot mendengar suara Gesya.

"Lu buat kaget bocil sya! Gua cubit juga lu nih" ucap Rasya sambil menirukan adegan mencubit.

"CK, udah udah, masih pagi udah tempur lu berdua" Alara melerai dua sahabatnya itu.

"Dia luan ra" tunjuk Rasya pada Gesya.

"Lu luan ya!" Balas Gesya tak kalah sengit .

"Udah anj***" geram Alara melihat tingkah mereka.

"Iyaa iyaa" akhirnya mereka berdua berhenti berdebat.

"Eh Alana, tadi pas gua mau kesini gua ketemu bu Siti, dia nyuruh lu buat keruangan dia nanti, katanya lu butuh catatan ipa, dia nyuruh lu datang pas jam istirahat nanti " sampai Gesya pada Alana.

"Yaudah sih nanti aku kesana" ujar Alana sambil berdiri.
"Bentar lagi masuk, ayo ke kelas" ajak Alana pada sahabat sahabatnya.

Para anggota macan kumbang pun mulai menuju kelas masing masing.
.
.
.
.
.

"Ra gua keruangan bu Siti dulu ya" pamit Alana sambil berjalan keluar kelas.

Kantor sekolah Harsa Jaya tidak tergabung dalam gedung sekolah.
Kantor sekolah Harsa Jaya memiliki gedung tersendiri dan terletak di samping gedung 1, jika dilihat dari gerbang depan, maka tinggal masuk dan belok kanan saja.

Kantor sekolah Harsa Jaya juga berbentuk melengkung dan panjang kebelakang.

Saat tengah berjalan menuju ruangan bu Siti, yaitu guru IPA kelas 11-12, Alana melihat Reygan juga masuk ke ruangan itu.

Reygan kelas 11 juga, namun dia berada di kelas unggulan.
Sedangkan Alana di kelas 11A.

Saat sudah mengetuk pintu bu Siti dan masuk, benar saja, Alana melihat Reygan tengah mengerjakan sesuatu di sofa.

"Ini catatannya, kamu nyatat nya di sini aja ya Alana, jadi kalau kamu mau nanya yang ga kamu paham kamu bisa tanya langsung ke ibuk" ucap bu Siti sambil menyodorkan sebuah buku tebal pada Alana.

" iyaa buk, tapi Alana duduk dimana?" Tanya Alana pada bu Siti.
Pasalnya, hanya ada satu sofa dan meja panjang yang di tempati Reygan di ruangan ini, apa dia harus duduk di samping Reygan?.

"Duduk aja sama Reygan, dia lagi ulangan susulan, gapapaa kan Reygan kalau Alana duduk disamping kamu?" Tanya bu Siti dan Reygan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Alana yang melihat anggukkan kepala Reygan pun segera menuju sofa tersebut dan duduk berjauhan dengan Reygan.

Tidak ada percakapan apapun antara mereka berdua, karena Reygan sibuk dengan ulangan susulan nya, dan Alana juga sibuk dengan catatan nya.

Saat sedang fokus menulis paragraf terakhir, tiba tiba saja Reygan bersuara.
"Nama kamu Alana kan?" Tanya Reygan.

Alana pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Alana Alexander Logan?" Tanya nya lagi dan di balas anggukkan kepala lagi oleh Alana.

"Bagaimana kabar kakak mu?"
Mendengar pertanyaan Reygan yang ini, Alana tidak mengatakan atau menganggukkan kepalanya.

Alana terkejut, darimana Reygan tau kalau dia punya seorang kakak? Gesya dan Rasya saja belum dia beritahu.
Reygan ini....


Bintang nya dong, jangan lupa💫

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 15 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MY WAYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang