Desahan Vera

16.6K 27 0
                                        

Malam ini hujan turun begitu lebatnya di sertai gemuruh angin yang begitu kencang hal ini memang hampir setiap malam terjadi karena memang sedang musim hujan. Sesudah makan malam Vera lantas membantu wa Endang mencuci piring serta peralatan kotor yang lainnya baru kemudian ia berpamitan untuk tidur namun saat di kamar dirinya risau tak bisa tidur bayang bayang akan kejadian malam itu di mana ia menyaksikan uwa dan suaminya tengah bercinta terus saja muncul meskipun ia sudah berusaha menepisnya.
Untuk menghilangkan pikiran kotornya Vera pun mencoba membuka ponselnya dan menonton video lucu dari aplikSi t*ktoknya namun pikirannya tetap saa melayang hingga justru ia pun tergoda untuk menonton film blue di ponselnya ada beragam koleksi film di ponselnya dan Verapun mulai membuka dan menonton film tersebut namun karena begitu menikmatinya tanpa sadar Vera pun kini berani mulai menurunkan celana beserta cdnya ia begitu terlena hingga tanpa sadar sembari menonton ia membayangkan hal tersebut. Vera yang kala itu syahwatnya sedang memuncak pun begitu kalap karena menonton video panas di ponselnya. Jemari lentiknya pun mulai turun dan berkelana di area bawahnya yang sudah basah.
Tanpa sadar ia pun menikmatinya tanganya terus bergerilnya dan memainkan miliknya. Terbayang saat ia menyaksikan wa Endang memainkan rud*l milik paman Tohir meskipun ia sedang sakit setruk ringan dan hanya bisa berbaring namun sungguh rud*lnya begitu besar tegak dan dengan lihainya wa Endang memainkanya. Sesekali ia mengemut ataupun sekedar mengocok ngocok rudal tersebut hal ini tentu membuat sang empu mengerang dan meracau tak karuan. Tak lama wa Endangpun naik di atasnya sembari menaik turunkan pinggulnya walaupun paman Tohir hanya bisa tiduran namun berkali kali wa Endangpun sepertinya merasakan orgasme pun dengan paman Tohir. Bisa Vera lihat saat berkali kali ru*al tersebut memutahkan dan menyemburkan lava nya berkali kali pula wa Endang mengerang bersamaan dengan paman Tohir.
Mungkin karena ukuran ruda* sang paman yang super jumbo pikir Vera sehingga wa Endang tetap terpuaskan Vera yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa merem melek dan meremang usai menyaksikan hal tersebut Vera segera kembali ke kamarnya. Ia membayangkan dalam keadaan sakit dan berbaring saja bisa sebesar itu apalagi jika sehat?

Vera terus memainkan jarinya di bawah sana sedangkan matanya merem melek sesekali Vera pun memainkan putingnya yang berwarna pink. Tak cukup sampai di situ Verapun mengambil sebuah alat yang telah di belinya via online beberapa waktu lalu tentu saja tanpa sepengetahuan siapapun dan ia pun menyimpannya sangat berhati hati.
Ini adalah pertama kalinya ia mencoba memainkan miliknya dengan jari juga alat tersebut perlahan Vera mengocok daging kecil miliknya di bawah sana kemudian secara perlahan ia memasukan alat tersebut.
" Aaahhhh... Aaaahhh... Uummmm... Uuummm ini sungguh sangat nik.. Mat...aaahhh aaahhh Vera terus mendesah ia mengocok miliknya dengan alat tersebut meskipun awalnya ia merasakan kesakitan tapi semakin lama ia justru menikmatinya desahan demi desahan ia lontarkan apa lagi jika membayangkan pusaka milik paman Tohir yang begitu besar dan tegak. Hingga akhirnya Vera mencapai klimaks ia pun banjir berkali kali badannya penuh dengan keringat meskipun udara sedang dingin karena hujan deras di luar namun tidak demikian dengan Vera Iapun ketiduran.
Pagi ini mas Budi alias anak Wa Endang pulang. Seusai sarapan Vera meminta ijin wa Endang untuk pergi ke rumah temannya. Hari ini Vera memutuskan untuk tidak berjualan alias libur sedangkan Wa endang seperti biasa sebulan dua kali pergi mengajak paman Tohir untuk berobat alhasil di rumah hanya ada Budi sendirian.
Langit tiba tiba mendung dan hujan turun tanpa memberi pertanda alhasil Verapun bada nya basah kuyup akibat kehujanan sesampainya di rumah segera ia mandi dan berganti pakaian tak lupa ia membuat minuman hangat untuk menghangatkan badanya yang menggigil.

Hasrat Gadis BeliaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang