Ver... Vera... Veraaa... "Vera yang sedang tidur siang pun kaget mendengar panggilan dan ketukan di pintu kamarnya. Segera ia keluar dengan badan sempoyongan sebab nyawanya belum sepenuhnya kumpul.
"Iisss... Ada apa sih mas. Vera ngantuk..."gerutunya sembari membuka pintu kamar.
"Ver ayo kita ke rumah sakit buruan... "ujar Budi dengan wajah panik. Vera yang baru bangun tidur pun kebingungan sebab secara mendadak Budi mengajaknya untuk pergi ke rumah sakit. Namun belum sempat Vera bertanya Budi lebih dulu memberi tahu nya.
"Ibu sama Bapak sekarang lagi di rumah sakit tadi mobil yang nganter Bapak berobat mengalami kecelakaan" Vera nampak kaget luar biasa segera ia masuk ke kamar dan bersiap siap.
"Kami selaku tim medis rumah sakit memohon maaf dan ikut berduka cita karena nyawa bu Endang tak dapat kami selamatkan sebab benturan dan pendarahan di kepalanya begitu parah" bagai runtuh dunia Budi terutama Vera mendengar kabar tersebut.
"Engga mungkin wa... Huhu" Budi berusaha tegar dan menenangkan Vera yang menangis histeris.
Sedangkan pak Tohir kini mengalami koma.
"wa kenapa uwa pergi huhuhu nanti Vera sama siapa wa... Huhuhu... " Vera sangat meratapi kepergian wa Endang yang pergi secara mendadak. Tak pernah terpikirkan olehnya bahwa pagi hari itu adalah sarapan bersama untuk terahir kalinnya.
"Nduk... "
"Iya wa... "
"Nduk wa boleh minta tolong ngga nduk.. "
"Iya wa minta tolong apa... "
"Nduk kalo nanti wa ngga ada uwa mau nitip wa Tohir ya nanti tolong kamu bantu bantu urus wa Tohir ya nduk... "Deg. Vera bingung dengan kata kata wa Endang pagi itu karena tak seperti biasanya. Ini seperti menjadi sebuah pertanda namun Vera mencoba berpikir positif mungkin siang ini wa Endang hendak berangkat bekerja setelah mengantar wa Tohir berobat dan mungkin aji mumpung karena aku libur berjualan pula jadi wa Endang memintaku untuk membantu menjaga wa Tohir pikir Vera
"Iya wa, emang wa Endang abis antar wa Tohir berobat mau berangkat berangkat kerja? Wa Endang tak menyahut ia hanya tersenyum.
Jenazah wa Endang segera di bawa pulang orang orang sekitar rumah pun semua bergotong royong membantu proses pemakaman mereka berbagi tugas ada yang mencari kembang, salah memandikan, ada pula yang bertugas menggali lubang pemakaman mereka bergotong royong hingga selesai. Vera yang masih benar benar merasakan kehilangan sesekali tak sadarkan diri.
