— new student ⚘. happy reading all ꒰⑅ᵕ༚ᵕ꒱˖♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah sekitar 1 Minggu mungkin? Sejak [Name] pindah ke sekolah SMA Jaewon, dia semakin akrab dengan teman sekelasnya.
Tidak semua sih, hanya ada 3-4 orang saja yang benar-benar akrab dengannya, sisanya hanya sekedar sapa-menyapa saja.
Gadis itu paling akrab dengan Jay, walaupun terkadang ia masih tidak paham dengan bahasanya yang seperti bahasa isyarat, tapi sebisa mungkin [Name] memahaminya, walaupun pendiam, sepertinya Jay sangat perhatian (?), Entahlah.
Satu lagi, ia lumayan akrab tapi tidak terlalu dengan Zin — Zin Lee. Lelaki petinju itu sangat emosional, padahal dulu menurut [Name] ketika ia baru masuk, ia sempat mengecap Zin sebagai orang terkalem kedua setelah Jay, tapi ternyata..
Yahahaha, kesabaran setipis tisu gitu jadi kalem
Lalu dengan perempuannya—[Name] akrab dengan Mijin, karena Zin sih, tapi [Name] lumayan senang berteman dengan Mijin, dan Haneul—walau terkadang sifatnya yang.. tapi bodo amat sih. Setidaknya Haneul teman yang baik bagi [Name], mungkin (?)
'Sudah berapa hari ya? Bukannya hari ini sudah..'
[Name] tersentak ketika bahunya ditepuk dua kali oleh Jay. Gadis itu mengangkat salah satu alisnya, seolah mengatakan kenapa? Ke arah Jay.
Jay memandangi [Name].
Dahi gadis itu berkerut. "Kau bertanya kenapa aku sering melamun?"
Jay mengangguk.
[Name] sedikit berpikir. Memangnya ia sering melamun ya? Kok Jay bisa tau sedetail itu? Eh, tunggu dulu..
"Kau sering memerhatikanku ya Jay?"
Jay kaget dan menggeleng panik. Walau terlihat sekali bohongnya sih, terlihat telinganya yang memerah tapi [Name] memilih berpura-pura tidak tau.
"Aku enggak tau pastinya.. cuma aku udah dari dulu sering ngelamun. Mungkin?" [Name] menopang dagunya, menaruh atensinya penuh ke arah Jay.
Jay kembali memandangi [Name].
"Hm?" [Name] menaikkan salah satu alisnya lalu mengangguk, "jadi kau bilang jangan sering melamun?" tanya gadis itu memastikan.
Jay mengangguk membenarkan.
"Baiklah. Akan aku coba" balas [Name] membuat Jay mengembangkan senyumannya.