Chapter 6

143 13 1
                                        

Cerita ini sudah tamat di PDF, bagi yang ingin memesannya bisa langsung hubungi admin ZAYLotus. Karena akan ada beberapa chapter yang tidak akan ditulis di sini. Sekian info dari saya.

Admin ZAYLotus
👇👇
Akira : +6287885277443

༺ღ༒ Selamat Membaca ༒ღ༻

Di sebuah ruangan tertutup yang redup, hanya ada beberapa cahaya lilin yang menerangi. Seorang berpakaian serba hitam dengan wajah yang tertutup cadar tengah serius berbincang dengan seorang wanita paruh baya yang terlihat anggun, tatanan rambutnya bersanggul tinggi dengan hiasan berbentuk naga tersemat apik di sela-selanya. Tampak aura yang begitu mencekam kala kedua orang dalam ruangan itu mulai berbicara, si pakaian serba hitam terlihat sedang menjelaskan sesuatu sambil bersujud, yang dibalas dengan anggukan kepala oleh si wanita. Kemudian saat si pakaian serba hitam ini menghentikan kalimat, di sana terlihat tangan si wanita mengepal sangat kuat. Mata kecilnya bahkan melebar seperti hendak keluar dari lubangnya. Lalu dengan cepat dia mengangkat tangan memberi isyarat agar si pakaian serba hitam cepat pergi dari sana.

"Istriku." Sang raja memasuki kamar pribadinya, seketika cahaya lilin di ruangan tertutup tadi padam. "Kau di dalam?" seru Sang Raja dibarengi dengan langkah besar memasuki ruang pribadinya tersebut.

"Aku di sini," suara lembut seorang wanita anggun menginterupsi ucapan Sang Raja.

"Ah, di sini kau rupanya."

Sang Raja mendekat, kemudian menggenggam tangan ramping ratunya, lalu menuntunnya ke arah tempat tidur. Raut bahagia sangat terpancar dengan jelas dari wajahnya.

"Ada apa suamiku, kau terlihat sangat bahagia?" tanyanya dengan senyuman lembut dari kedua belah bibir merahnya.

"Keponakan kita pulang, dia kembali. Pencarianku tidak sia-sia selama ini. Hampir sepuluh tahun dia hilang, dan sekarang dia di sini. Aku sangat bahagia, istriku," jelas sang raja penuh haru dengan tangan masih setia menggenggam jemari lembut sang ratu.

"Ya Dewa ... apa maksudmu Pangeran Wangyi? Dimana dia sekarang, suamiku. Aku ingin bertemu dengannya. Sudah lama sekali," sang ratu terlihat sangat antusias menanggapi ucapan sang raja.

"Biarkan dia istirahat dulu, besok aku akan umumkan kalau Putra Mahkota telah kembali. Istriku, aku benar-benar sangat bahagia, A Yun dan A Fei pasti juga akan senang di surga." Tanpa sadar setitik air mata jatuh di pipi sang raja.

"Suamiku, didi dan meimei tau kalau kau sangat gigih mencari Pangeran Wangyi. Mereka pasti sangat bangga padamu, juga para leluhur," balas sang ratu sambil mengusap tangan kekar sang raja, lalu menyeka lelehan air mata di pipi sang raja dengan ibu jarinya.

"Ya ... kau benar. Besok akan ada penyerahan tahta putra mahkota untuk Wangyi. Kamu setuju, kan, istriku?" Dan dibalas anggukan dengan senyuman lembut dari sang ratu. "Aku benar-benar tidak menyangka kalau Wangyi akan kembali," ucap sang raja memeluk ratunya.

Dia pasti sangat senang karena anak itu telah kembali, tapi bagaimana dengan Yangyang-ku, dia seharusnya juga memiliki hak untuk ini, batin sang ratu dengan wajah  mengeras sambil menunduk dan setia mengusap lembut tangan sang raja. Pikirannya melayang pada kisahnya saat pertama kali menjadi bagian dari keluarga kerajaan Yuehua.

Semuanya berawal dari mendiang raja Wang Xuanzong—kakek Wang Yibo—yang lengser setelah memutuskan penerus tahta kerajaan Yue Hua di antara kedua putranya. Wang Lixiao dan Wang Jiyun. Wang Lixiao—putera tertua—lebih dahulu sudah di jodohkan dengan Wu Zhaojun, putri dari panglima kerajaan Yue Hua kepercayaan sang raja. Pernikahan mereka bahkan sudah diberkati dengan seorang putra. Wu Zhaojun sangat ambisius untuk bisa menjadi ratu di Yue Hua, alasan itu pulalah yang mendasari kesetujuan dirinya menikahi Wang Lixiao. Namun keputusan sang raja mematahkan impiannya, sebab raja Wang Xuanzong justru menunjuk putra kedua mereka untuk menjadi putra mahkota meneruskan estafet kekuasaan. Wu Zhaojun sebenarnya menaruh hati pada Wang Jiyun, sebab perangainya yang tegas dan begitu berwibawa, berbeda dengan sang kakak—suaminya—Wang Lixiao yang berkepribadian lebih lembut dengan pembawaan tenang. Dia berpikir bahwa pasti putra tertua lah yang akan menggantikan raja, tetapi perkiraannya meleset.

THE BROKEN THRONETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang