Halo semuanya..
WELCOME TO MY STORY
"Menjadikan engkau sebagai kelemahan terbesarku, namun hal itu sama sekali tak membuatku lemah"
~~~
✨Happy Reading✨
*******
Seorang gadis SMA yang tengah termenung di dalam kelas itu tengah memikirkan sesuatu yang membuat hatinya gelisah. Namun tak berapa lama para sahabatnya datang dan menanyakan hal apa yang sedang ia pikirkan hingga membuat wajahnya pucat.
"Sya lo kenapa, lo sakit" tanya syifa sambil memegang kening fesya
Namun fesya malah terkejut ketika syifa memegang keningnya "hah kenapa? " tanya fesya balik
"Lah, lo yang kenapa, malah nanya balik" ujar syifa
"Gue gapapa" jawab singkat fesya
"Muka lo pucet, masih dibilang gapapa" saut keyla yang berada di belakang fesya
"Gue beneran gapapa la" elak fesya
"Mending lo istirahat deh, gue anter ke UKS ya" tawar keysa
"Gausah saa" ucapnya lagi
"Udah yuk ikut gue" ucap Rayna tiba-tiba sambil menarik pergelangan tangan fesya
"Permisi bu" rayna menyela bu diah yang tengah menjelaskan pelajaran
"Iya kenapa? " saut bu diah
"Ini bu, saya mau mengantarkan teman saya yang sedang sakit ke UKS sekaligus menemaninya di sana" ijin rayna pada bu diah
"Oh silahkan tapi sebelumnya nama kamu siapa dan nama teman kamu yang sakit, biar ibu absen dulu" ucap bu diah sambil mengambil buku absensi
"Saya rayna safiola dan teman saya yang sakit rafesya zahra arsyifa" jelas rayna
"Yasudah kamu boleh pergi ke UKS" perintah bu diah yang diangguki rayna
Setelah mendapatkan ijin dari bu diah rayna dan fesya berjalan pelan-pelan menyusuri koridor sekolah untuk menuju ruang UKS. Sesampainya di sana tampak tak ada yang berjaga dan pintu pun tak dikunci, lalu rayna masuk tiba-tiba dia mendapati adik kelasnya yang sedang piket di UKS.
Rayna mulai menyapa adik kelasnya "permisi dek" sapa rayna dari belakang
"Eh iya kak" sebut saja Nindy yang sedang piket di UKS sekaligus adik kelas rayna
"Teman kakak sakit ya" ucap Nindy sopan
"Iya permisi ya dek, kakak mau membaringkan temen kakak di situ" ucap rayna sambil menunjuk kasur yang berada di pojok
"Silahkan kak, sebentar lagi saya selesai piketnya" ucap Nindy
Rayna pun mengulas senyum pada adik kelasnya tersebut, bagaimana tidak sudah ramah sopan pula terhadap kakak kelasnya. Setelah Nindy meninggalkan UKS rayna pun mulai menanyakan suatu hal pada fesya yang mengganggu pikirannya sekaligus mengajak nya berbicara agar tidak bosan.
"Sya lo sebenernya kenapa sih sampe sakit gini" rayna memulai topik
"Gue cuma banyak pikiran na" saut fesya
"Lo gausah kebanyakan pikiran sebentar lagi ujian akhir sekolah lo mau ikut kan" saran rayna
Fesya mengangguk lemas
"Lo masih mikirin kak rayhan? " tanya rayna lagi
Fesya diam membisu tak tau apa yang harus ia jawab untuk pertanyaan rayna kali ini. Disisi lain ia tidak merindukan rayhan tapi disisi lainnya ia sangat merindukan sosok yang selalu mengganggunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senja Kelabu
Teen FictionSebuah lika-liku kehidupan sudah biasa dialami oleh manusia. Di dunia ini tidak ada yang abadi sekalipun pertemuan, seorang teman, sahabat sekalipun orang spesial yang dipertemukan oleh waktu pasti akan dipisahkan oleh waktu juga lambat laun. Kisah...
