Chapter 18
****
"Eh?" [Name] mengernyitkan dahi, bingung.
"Ah tidak, maaf, lupakan saja apa yang barusan kukatakan [Name]," ujar Tobio, lalu bergegas turun kebawah dan meninggalkan [Name] yang masih terlihat bingung.
"Eh? Tobio tunggu aku!" sahut [Name] yang menyadari bahwa dirinya ditinggal oleh Tobio.
[Name] pun bergegas turun ke bawah, lalu segera menuju ke ruang makan, terlihat disana bahwa Ibu dan Kak Miwa sudah menunggu mereka berdua.
"Kalian berdua kenapa lama sekali di atas?" tanya Miwa pada Tobio dan [Name].
"Tadi kami sempat mengobrol sebentar Kak, maaf sudah membuat Kak Miwa dan Ibu menunggu kami berdua," ujar [Name].
"Hey Tobio cepat minta maaf," bisik [Name] pada Tobio sembari menginjak kaki saudara kembarnya.
"Aduh! Jangan menginjak kaki ku [Name]!" seru Tobio kepada saudari kembarnya.
"Makanya, minta maaf pada Ibu dan Kak Miwa!"
"Iya.. iya.. Maaf Ibu, Kak Miwa."
"Iya tidak apa, ayo segera duduk, kita makan malam dulu," ujar Ibu mempersilahkan kedua anak kembarnya itu untuk duduk.
Setelah selesai makan malam, [Name] dan Miwa segera membantu Ibu membereskan bekas makan tadi dan langsung mencuci peralatan makan yang sudah mereka gunakan tadi, sedangkan Tobio sudah duduk di sofa, menonton televisi.
"BAAA!!" teriak [Name] dari belakang, dengan niat untuk membuat saudara kembarnya terkejut.
"Ya ampun [Name]! Jangan mengejutkanku seperti itu!" ujar Tobio yang merasa kesal dan terkejut.
"Hehe, maaf Tobio, kau sedang menonton apa sih? Serius sekali." tukas [Name] lalu ikut duduk di sofa.
"Pertandingan voli, memang apalagi?" jawab Tobio.
"Aduuh, dasar penggila voli," cibir [Name]
****
[Name] akhirnya menemani Tobio menonton pertandingan voli di televisi hingga larut malam, ditemani dengan beberapa camilan, tentu saja. Sebenarnya [Name] sudah mengantuk, tapi melihat Tobio yang masih serius menonton membuatnya enggan untuk meninggalkan Tobio.
Pertandingan voli berakhir pada pukul 2 dini hari, Tobio melirik ke arah [Name] yang ternyata sudah tertidur pulas di sofa dengan posisi duduk dan kepala sedikit mendongak ke belakang, setelah itu Tobio bergegas mematikan televisi dan membuang sampah camilan ke tempat sampah dan menyimpan camilan yang masih tersisa.
Tobio menatap kembarannya, "Manis," katanya di dalam hati, lalu dengan hati-hati Tobio perlahan mengangkat tubuh [Name] dan menggendongnya, lalu membawa [Name] kembali ke kamar.
Dengan perlahan Tobio berjalan menaiki tangga dengan membawa tubuh kecil [Name] di gendongannya, sesampainya di depan kamar, Tobio membuka pintunya dan masuk kedalam lalu berjalan ke arah kasur dan membaringkan [Name], lalu menyelimutinya.
"Selamat tidur [Name], mimpi indah," ujar Tobio sebelum pergi meninggalkan kamar Saudari kembarnya.
****
Setelah mengantar [Name] ke kamar, Tobio langsung bergegas menuju kamarnya, karena hari ini sangat melelahkan baginya.
Begitu sampai di kamarnya, Tobio pergi ke kamar mandi dan menyikat giginya terlebih dahulu sebelum ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, baru beberapa menit berlalu, matanya sudah terpejam.
****
Gelap, itu yang Tobio lihat sejauh netranya memandang, tidak ada apapun di depannya, ia seperti berada di sebuah dimensi tanpa ujung, hanya gelap dan kosong.
"Di mana ini...?" ujar Tobio saat menyadari dirinya tengah berada di tempat yang asing, apa maksud semua ini?
Tiba-tiba, tubuh Tobio terasa terseret oleh sesuatu, begitu cepat hingga membuat kepalanya pusing tak karuan, ia mengerjapkan matanya beberapa kali, ia sudah tidak berada di dimensi itu.
Tobio seperti berada di pinggir jalan raya, ia bingung, kenapa dia ada di tempat seperti ini? Dan di mana jalan ini? Ia tidak pernah datang ke sini sebelumnya.
Belum habis dirinya di buat bingung, sesosok gadis berambut panjang menembus dirinya. Tobio tidak terlihat oleh gadis itu, sosok gadis itu tampak familiar di matanya, tapi wajah gadis itu tampak buram di pandangan Tobio.
Ia tidak mengerti sama sekali, apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini?
Setelah itu, netranya membulat karena melihat sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah gadis itu, Tobio sangat terkejut.
Ia ingin menolong gadis itu, tetapi kaki nya tidak bisa digerakkan, seolah-olah dia harus melihat kejadian itu tanpa melakukan apapun.
Mobil itu lantas menabrak si gadis, membuatnya terpental beberapa meter, darah mengucur dari kening, tubuh gadis itu terluka parah.
Tobio mematung, mencoba mencerna apa yang terjadi di depannya.
Kringg!!! Kringg!!!
Alarm di atas meja berbunyi dengan nyaring, Tobio terbangun dari tidurnya dengan napas yang tersengal-sengal dan keringat yang mengucur.
Ia tidak mengerti, kenapa ia harus memimpikan hal itu?
Haii halooo semuaaa
Gmn kabar kaliann????
Sorry baru bisa up, semoga kalian gk bosen ya sama alurnya.
Jangan lupa vote!!
Ditunggu chapter selanjutnya yaaa!!
See youu guyss
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑯𝒂𝒊𝒌𝒚𝒖𝒖 𝑿 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒆𝒓'𝒔 || [𝑭𝒂𝒎𝒊𝒍𝒚]
De TodoCerita berpusat kepada seorang gadis bernama Kageyama [Name] dia ialah adik dari Kageyama Miwa dan Kageyama Tobio Keluarga mereka hidup dengan damai sampai pada akhirnya terjadi suatu masalah yang mengharuskan kakak beradik ini berpisah Penasaran...
![𝑯𝒂𝒊𝒌𝒚𝒖𝒖 𝑿 𝑹𝒆𝒂𝒅𝒆𝒓'𝒔 || [𝑭𝒂𝒎𝒊𝒍𝒚]](https://img.wattpad.com/cover/315873618-64-k425936.jpg)