Sesampainya di dalam tembok, (Y/n) langsung di bawa ke dokter agar ditangani lebih lanjut. Untungnya dia baik-baik saja, namun ucapan dokter pada (Y/n) dan juga Levi membuat mereka sama-sama membeku.
"Tapi jika kepalamu sekali lagi terbentur, aku tidak bisa menjamin kalau ingatanmu akan kembali seperti semula."
Dan sejak saat itu juga, Levi menjadi lebih protektif padanya. Dia benar-benar menjaga (Y/n) dengan sangat ketat, hal itu juga membuat (Y/n) terbebani dengan sikap kakaknya yang sangat membuatnya terkengkang.
Kabar ini juga diketahui oleh Erwin dan yang lainnya. Para anggota regu Levi juga sangat berterima kasih sekaligus menyesal. Mereka berterima kasih karena sudah menyelamatkan mereka mati-matian dan menyesal karena tidak dapat berbuat sesuatu untuk membantu (Y/n) saat itu.
Tapi karena MC kita sangat baik, rendah hati dan tidak sombong, dia hanya mengiyakan saja sambil sesekali mengatakan kalau mereka bukan beban.
Dan seperti biasa, Levi akan memberikan ucapan yang begitu tajam pada anggota regunya karena begitu lemah padahal mereka adalah tim regu elit yang sudah pasti merupakan orang-orang terpilih.
Mendengar jawaban nyelekit Levi, (Y/n) hanya bisa tersenyum canggung.
Untuk sementara, (Y/n) akan diistirahatkan untuk pemulihan. Anggota regunya yang lain akan tetap menjalankan misi ekspedisi di bawah pimpinan Levi. Beruntungnya kedua anggota regu tersebut memang sudah dekat satu sama lain jadi tidak ada hal-hal yang menurut mereka merepotkan jika berada di bawah pimpinan Levi ataupun (Y/n).
"Heichou, waktunya minum obat." Anna masuk ke kantor kerja (Y/n) yang begitu penuh dengan buku dan juga kertas-kertas.
Walaupun diistirahatkan seperti yang di bilang, tugasnya juga begitu banyak. Hal ini terjadi akibat Erwin yang melihat dirinya yang begitu ahli dalam bidang kepemimpinan dan juga ahli strategi. Karena itu Erwin menunjukkannya sebagai sekertaris tak resmi untuk membantunya.
Pada awalnya (Y/n) menolak, sangat menolak karena dia bukan tipe orang yang akan duduk berjam-jam di meja kerja. Tapi apa daya, Erwin sudah memberikan setengah pekerjaan padanya.
"Heichou?"
"Letakkan saja di meja." Balas (Y/n) tanpa memandang Anna.
Tapi kemudian pintu dibuka dengan keras hingga membuat mereka yang ada di ruangan jadi kaget.
"Yo (Y/n)-san!" Sapa Hange dari depan pintu.
"Masuk sana." Celetuk Levi dan mendorong masuk Hange yang hanya diam di muka pintu. Pria pendek itu lalu duduk di sofa diikuti Hange yang duduk di sebelahnya.
"Pekerjaanmu banyak juga." Hange meringis melihat bagaimana tugas seorang Erwin Smith yang begitu banyak ini diberikan pada (Y/n).
"Ya mau bagaimana lagi, sudah begini." (Y/n) berucap pasrah, Anna di sebelahnya hanya bisa menatap kasihan kaptennya yang masih bekerja.
"Kami datang untuk mengabarkan bahwa ada kadet yang kami sudah pastikan dia adalah Female Titan." Suasana di dalam kantor berubah serius.
"Siapa orangnya, Hange-san?" Anna bertanya penasaran.
"Annie Leonhart. Dia ada di angkatan 104."
"Angkatan 104, kadet baru?" Tanya (Y/n. Walaupun dia memang sudah tau, dia harus berpura-pura terkejut dengan fakta ini agar semuanya berjalan lancar.
"Benar." Sahut Levi. "Tapi dia bergabung dengan Pasukan Polisi Militer."
"Cukup cerdas." (Y/n) merapikan meja kerjanya. "Dia menargetkan Eren dan untuk menangkapnya, dia harus bergabung ke pasukan lain."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐅𝐨𝐫 𝐓𝐡𝐞 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 [𝐒𝐧𝐊 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬]
Fanfiction[FIFTH BOOK] 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐢𝐩𝐞𝐫𝐬𝐞𝐦𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐚𝐧𝐢𝐦𝐞 𝐤𝐞𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝟏𝟎 𝐭𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐚𝐧𝐢 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚. •~• Kesekian kalinya surat...
![𝐅𝐨𝐫 𝐓𝐡𝐞 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 [𝐒𝐧𝐊 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬]](https://img.wattpad.com/cover/355836646-64-k560271.jpg)