•08 - Membawa Kembali Eren

598 78 1
                                        

Sudah lima jam berlalu setelah kepergian Reiner dan Bertholdt yang membawa Eren beserta Ymir bersama mereka. Semua prajurit yang tadi ada di bawah menyaksikan pertarungan Armored vs Eren kini tak sadarkan diri akibat terkena ledakan uap panas.

"Ya ampun.. tempat ini lebih gila dari pada isekai yang di sebelah.." gumam (Y/n) yang sudah sadar dari beberapa menit lalu.

Hampir jadi manusia kukus cuy.

"Heicou." Simon berjalan mendekat dengan membawa salep untuk mengobati kakinya yang melepuh karena ledakan transformasi milik Kolosal Titan sebelumnya. "Kaki anda bengkak."

Simon nampak diam sebentar lalu berbalik membuat wanita Ackerman itu keheranan. Ternyata dia memanggil Edith untuk mengobati kaki (Y/n) yang bengkak.

"Bagaimana keadaan yang lain?" Tanya (Y/n) pada Edith di sebelahnya.

"Tak sadarkan diri, Heichou. Reiner dan Bertholdt berhasil kabur membawa Eren dan juga Ymir. Dan," Edith menoleh membuat (Y/n) mengikuti arah pandang Edith, "mereka sepertinya sudah mendapatkan semangat mereka kembali."

Terlihat Mikasa dan Armin yang kembali mendapatkan semangatnya setelah di beri dukungan mental oleh Hannes.

"Bantu aku berdiri,"

"Ya? Tapi Heichou―"

"Jangan membantah."

Edith lalu membantu memapah kaptennya itu menghampiri kedua kadet yang merupakan sahabat MC ini.

"Mikasa," panggil (Y/n). "Bagaimana lukamu?"

Mikasa mengangguk. "Saya tidak apa, Heicou!"

"Semangat mereka kembali." Celetuk Kuro membuat (Y/n) tanpa sadar berdecak sebal. Mikasa yang melihat itu sedikit bingung, apa dia salah menjawab?

"Heichou!" Panggil Armin memecah keheningan canggung tadi. "Terima kasih sudah melindungi Mikasa."

"Dia harus baik-baik saja bukan? Karena dia harus membawa Eren kembali." Ucap (Y/n) dan secara bergantian mengusap kepala keduanya secara bergantian. Mikasa memegang kepalanya yang di elus (Y/n), dia tersenyum yakin, dia akan membawa kembali Eren, seperti yang diucapkan sang kapten.

"Apa kaki anda baik-baik saja?" Tanya Hannes yang menyadari seberapa sulitnya (Y/n) untuk sekedar berdiri.

"Tidak," balas (Y/n) seadanya membuat Hannes tersenyum canggung. Benar-benar mirip seperti kakaknya, batin Hannes.

Langkah tapak kaki kuda terdengar berdatangan. Dari kejauhan, Erwin tengah berkuda dan bersama dengan pasukan di belakangnya yang membawa elevator untuk transportasi mereka melewati Dinding. Moblit yang melihat itu tersenyum lebar melihat bala bantuan akhirnya tiba.

"Anda datang tepat waktu, Erwin-danchou!" Ucap Moblit pada Erwin.

Pria itu terdiam sejenak dan melihat seseorang yang tengah melambai di belakang Moblit. Disana (Y/n) melambai sebagai tanda dia masih hidup, dan juga sebagai konfirmasi bahwa dia akan meminta bantuannya mengenai Levi yang kemungkinan akan mencincang dirinya karena terluka habis-habisan.

Erwin mengangguk dan kembali berbicara dengan Moblit.

"Apa situasinya tidak ada yang berubah? Tanya Erwin.

"Tidak ada!" Jawab Moblit tegas.

"Bagus. Turunkan elevatornya!"

Di tengah perbincangan, Moblit tiba-tiba dikejutkan dengan Hange yang tiba-tiba memegang kakinya dari bawah. Dia sepertinya ngesot untuk menghampiri sekertaris nya itu.

"Moblit, be-berikan aku peta!"

Para pasukan kemudian dikumpulkan, mereka semua mengelilingi Hange yang menjelaskan kemungkinan besar tempat Reiner dan Bertholdt berada sekarang. Hange juga menjelaskan bahwa mereka hanya punya waktu sampai malam untuk membawa mereka berempat kembali jika memungkinkan.

𝐅𝐨𝐫 𝐓𝐡𝐞 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 [𝐒𝐧𝐊 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫𝐬]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang